SINGKAWANG, SP - Kabar baik bagi dunia pendidikan di Kota Singkawang. Setelah beberapa hari terakhir proses pembelajaran sempat dilakukan secara terbatas akibat memburuknya kualitas udara dampak kabut asap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang akhirnya resmi mengumumkan akan kembali memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh 100 persen.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Asmadi, pada Minggu (27/9) sore.
Keputusan ini diambil setelah pihaknya melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Kota Singkawang.
"Pada hari ini, kondisi ISPU di Kota Singkawang sudah berada di angka 19 dengan kategori baik, sehingga pembelajaran tatap muka secara penuh sudah bisa dilakukan mulai hari Senin (28/9)," kata Asmadi.
Menurutnya, angka 19 dengan kategori baik tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara di Singkawang mulai kembali normal dan aman untuk aktivitas luar ruangan, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Sebelumnya, ISPU di Singkawang sempat menyentuh angka tidak sehat yang memaksa pemerintah mengambil kebijakan pembatasan aktivitas belajar.
Asmadi menjelaskan, pemberlakuan pembelajaran tatap muka penuh ini berlaku untuk semua jenjang pendidikan yang berada di bawah naungan Disdikbud Singkawang.
"Mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga pendidikan non-formal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Lembaga Kursus," ujarnya.
Meski sudah kembali normal, pihaknya tetap mengimbau kepada seluruh warga sekolah untuk tidak lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Kepada warga sekolah tetap terus memperhatikan protokol kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Seperti memakai masker jika diperlukan, mencuci tangan, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah," pesannya.
Asmadi menegaskan bahwa kebijakan PTM penuh ini masih bersifat tentatif dan dinamis. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan BMKG untuk memantau perkembangan ISPU dari hari ke hari.
"Pemberitahuan ini masih bersifat tentatif dengan tetap memantau perkembangan ISPU lebih lanjut. Jika nanti kondisi udara kembali memburuk, tentu akan ada penyesuaian kebijakan lagi demi kesehatan dan keselamatan peserta didik," ungkapnya.
Dia berharap, dengan membaiknya kualitas udara ini, proses belajar mengajar dapat kembali berjalan optimal dan dapat mengejar ketertinggalan materi selama masa pembatasan kemarin. (rud)