SINGKAWANG,SP - Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang masih belum menemukan titik api (hotspot) di wilayah Singkawang, meski telah terjadi kebakaran lahan di dua kecamatan, yaitu Singkawang Utara dan Selatan.
Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, Yuyu Wahyudin, menyatakan bahwa kondisi lapangan menunjukkan adanya dua kejadian kebakaran lahan, namun pantauan hotspot masih belum terpantau.
"Kalau pantauan hotspot masih belum terpantau, namun kondisi lapangan sudah ada dua kejadian kebakaran lahan yaitu Singkawang selatan dan utara," kata Yuyu Wahyudin, Sabtu (28/3).
Di Singkawang Utara, luasan lahan gambut yang terbakar ada sekitar 3 hektare.
Yuyu Wahyudin mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di musim kemarau ini.
"Menghadapi minimnya curah hujan di awal tahun ini yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi kunci utama dalam menjaga hutan dan lahan," ujarnya.
Dukung kami dengan tidak membakar lahan. Bersama kita jaga bumi," ajak Yuyu Wahyudin.
Manggala Agni Singkawang terus memantau situasi dan siap mengambil tindakan untuk mencegah dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Singkawang.
Dia kembali menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mencegah karhutla. Selain merusak lingkungan, kebakaran lahan juga berdampak serius terhadap kesehatan akibat asap yang ditimbulkan.
"Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api, sehingga dapat segera ditangani sebelum meluas menjadi kebakaran besar," pesannya. (rud)