Bengkayang,SP- Untuk mencegah terjadinya Karhutla di kabupaten Bengkayang, tim Satgas Penyuluhan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Perwira Siswa (Pasis) Dikreg 56 SESKO TNI memperkuat edukasi kepada masyarakat di Kabupaten Bengkayang, Kalbar.
Penyuluhan tersebut sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap bahaya pembakaran lahan dan dampak asap bagi kesehatan.
Ketua tim satgas penyuluhan pencegahan karhutla Pamen TNI Pasis Sesko TNI Kolonel Inf Herbert Andi Animo Sinaga, mengatakan tugas timnya berfokus pada penyuluhan dan pencegahan, bukan melakukan pemadaman kebakaran.
"Tugas kami penyuluhan, bukan pemadaman. Kami memberikan penyuluhan kepada berbagai elemen dan masyarakat yang ada di Kabupaten Bengkayang," kata Herbert, Kamis (3/9).
Ia mengatakan kegiatan penyuluhan dilakukan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya agar pesan pencegahan karhutla dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Menurut dia, edukasi mengenai bahaya karhutla penting dilakukan karena dampak asap tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak.
"Urgensinya adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa asap ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan, terutama anak-anak dan masa depan mereka, termasuk terhadap kesehatan paru-paru," ujarnya.
Herbert mengatakan pendekatan yang digunakan tim tidak dilakukan secara kaku. Mengingat karakteristik masyarakat di setiap wilayah berbeda, penyuluhan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan lingkungan masyarakat setempat.
Tim, kata dia, melakukan pendekatan secara langsung atau door to door, mendatangi warung kopi, tempat ibadah, hingga lokasi masyarakat biasa berkumpul untuk menyampaikan pesan pencegahan karhutla.
"Pendekatannya fleksibel. Kami bisa datang langsung dari rumah ke rumah, ke warung kopi, tempat ibadah, atau tempat masyarakat berkumpul. Kami ngobrol dengan masyarakat, sehingga penyampaiannya tidak terlalu formal," katanya.
Ia menilai pendekatan langsung tersebut penting untuk membangun komunikasi dua arah sehingga masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dapat menyampaikan kondisi dan persoalan yang mereka hadapi di lapangan.
Herbert berharap kegiatan penyuluhan yang dilakukan tim bersama jajaran TNI, Polri dan pemerintah daerah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
"Kami berharap dengan adanya penyuluhan ini masyarakat semakin sadar dan mengetahui bahaya asap serta dampak dari kebakaran hutan dan lahan," katanya.
Ia juga berharap peningkatan kesadaran masyarakat dapat menekan kejadian karhutla pada masa mendatang, baik kebakaran dalam skala kecil maupun besar, sehingga persoalan asap tidak kembali berulang setiap musim kemarau.
"Harapan kami tahun depan tidak terjadi lagi kebakaran-kebakaran, baik yang kecil maupun yang besar," ujar Herbert.(nar)