PONTIANAK, SP - Tunggal putra Indonesia Dendi Triansyah berhasil menjaga asa Merah Putih di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Tampil di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Kamis (3/9/2026), Dendi sukses menyingkirkan wakil Vietnam Nguyen Hai Dang pada babak 16 besar.
Dendi tampil meyakinkan dan mampu mengendalikan jalannya pertandingan sejak gim pertama. Ia mengamankan kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-13, 21-13.
Hasil tersebut sekaligus memastikan Dendi melangkah ke babak perempat final turnamen BWF World Tour Super 100 yang berlangsung di Kota Pontianak tersebut.
Dendi mengungkapkan, kemenangan atas Nguyen Hai Dang tidak terlepas dari persiapan dan komunikasi yang dilakukan bersama pelatih sebelum pertandingan.
Menurutnya, ia bersama pelatih terlebih dahulu mendiskusikan pola permainan yang akan diterapkan di lapangan. Strategi tersebut kemudian mampu dijalankan dengan baik sehingga membuatnya dapat mendominasi pertandingan.
“Secara keseluruhan dari persiapan sebelumnya, sebelum main saya selalu berdiskusi dengan pelatih bagaimana pola permainan yang akan dimainkan di lapangan. Mungkin strateginya berhasil, saya bisa mendominasi pertandingan,” ujar Dendi.
Dendi juga telah mempelajari permainan Nguyen Hai Dang dari pertandingan sebelumnya. Ia melihat lawannya memiliki daya juang tinggi dan tidak mudah melakukan kesalahan sendiri.
Karena itu, Dendi menyadari diperlukan variasi serangan agar pertahanan pemain Vietnam tersebut bisa ditembus.
“Dia permainannya cukup ulet. Mungkin melihat pertandingan kemarin melawan Jepang, dia tidak banyak mati sendiri. Jadi saya antisipasi dari pertandingan dan harus ada perubahan serangan, baru bisa matikan lawan,” katanya.
Kemenangan ini menjadi semakin penting bagi Dendi karena kini hanya tersisa dua wakil Indonesia di sektor tunggal putra yang bertahan di babak 16 besar.
Situasi tersebut diakui Dendi turut memberikan tekanan lebih besar. Ia menyadari apabila dua wakil Indonesia tersebut gagal melangkah, maka tidak ada lagi wakil tuan rumah di sektor tunggal putra.
“Rasanya tekanan lebih tinggi, soalnya kalau sudah tinggal dua, kalau kalah semua jadi pemain tunggal tidak ada. Jadi sebisa mungkin tegang di pertandingan harus diredam, jadi enjoy di lapangan,” tutur Dendi.
Alih-alih membiarkan tekanan mengganggu permainan, Dendi memilih menjaga pikirannya tetap tenang dan menikmati pertandingan. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting untuk mempertahankan konsistensi permainannya di lapangan.
Kini, Dendi harus segera mengalihkan fokus ke babak perempat final. Ia menyadari pertandingan berikutnya akan semakin berat sehingga kondisi fisik dan mental harus dijaga.
“Persiapan ke perempat final saya jaga stamina, mental sama pikiran, sama paling lihat lawan berikutnya,” ucapnya.
Dengan kemenangan tersebut, Dendi menjadi salah satu harapan Indonesia untuk terus melangkah di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Dukungan publik Pontianak pun diharapkan kembali menjadi energi tambahan bagi Dendi dalam perjuangannya merebut tiket semifinal.(din)