Bengkayang post authorKiwi 27 Februari 2026

Bengkayang Perkuat Pendidikan Karakter dan Pengelolaan Sampah Lewat Gerakan ASRI dari Sekolah

Photo of Bengkayang Perkuat Pendidikan Karakter dan Pengelolaan Sampah Lewat Gerakan ASRI dari Sekolah

BENGKAYANG,SP– Pemerintah Kabupaten Bengkayang meluncurkan Gerakan Bengkayang ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dimulai dari lingkungan sekolah sebagai langkah strategis memperkuat pendidikan karakter sekaligus pengurangan timbulan sampah dari sumbernya.

Peluncuran dipusatkan di SMP Negeri 3 Monterado, Desa Goa Boma, Kecamatan Monterado, Jumat (27/2) pukul 08.00 WIB, melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, perangkat desa, pengawas sekolah, serta ratusan siswa SD dan SMP se-Desa Goa Boma.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bunda Guru Kabupaten Bengkayang Ny. Anita Sebastianus Darwis, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Heru Pujiono, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Lingkungan Hidup, Camat Monterado, Kapolsek Monterado, Danramil Samalantan/Monterado, Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan Bengkayang, Tim GEBRAK Kabupaten Bengkayang, TP PKK, Pokja Bunda PAUD, komite sekolah, serta para kepala sekolah di wilayah tersebut.

Bunda Guru Kabupaten Bengkayang, Anita Sebastianus Darwis mengatakan gerakan tersebut merupakan tindak lanjut atas meningkatnya persoalan sampah yang menjadi perhatian nasional, sekaligus bentuk komitmen daerah membangun kepedulian lingkungan sejak usia dini.

“Gerakan ini tidak boleh berhenti pada seremoni. Kita ingin membangun kebiasaan. Dari murid-murid inilah karakter peduli lingkungan bisa ditanamkan secara konsisten,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh satuan pendidikan mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK di Kabupaten Bengkayang untuk menjadikan konsep ASRI sebagai budaya sekolah yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan insidental.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono, menegaskan sekolah merupakan ekosistem terkecil namun strategis dalam membentuk budaya hidup bersih dan sehat.

Menurut dia, peluncuran Gerakan Bengkayang ASRI dari sekolah merupakan kontribusi nyata dunia pendidikan dalam mendukung kebijakan nasional, termasuk Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 600.11/889/SJ tertanggal 18 Februari 2026 tentang dukungan pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI, serta peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.

Selain itu, gerakan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

“Sekolah selama ini telah mengenal konsep Sekolah Sehat, Sekolah Adiwiyata, Sekolah Ramah Anak, hingga Sekolah BERSINAR. Semua bermuara pada terwujudnya lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah,” katanya.

Dalam pelaksanaan launching, dilakukan tiga aksi utama, yakni Senam Anak Indonesia Hebat, praktik langsung memilah sampah di lingkungan sekolah dan kantin, serta penanaman 30 batang pohon jenis kayu ulin dan tanaman buah.

Heru menambahkan, pihaknya akan meminta setiap pengawas sekolah memiliki minimal satu sekolah binaan yang menerapkan konsep Sekolah ASRI secara konsisten sebagai model praktik baik di wilayah masing-masing.

Melalui penguatan kebiasaan memilah sampah, menjaga kebersihan, dan penghijauan sekolah, Pemerintah Kabupaten Bengkayang menargetkan terbentuknya budaya kolektif di kalangan pelajar untuk menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, aman, dan berkelanjutan.

Gerakan Bengkayang ASRI diharapkan menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, berakhlak, serta memiliki kesadaran ekologis dalam mendukung visi Bengkayang yang lebih maju dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda