Bengkayang,SP – Kepolisian Resor Bengkayang, Kalimantan Barat, bergerak cepat menangani penemuan sesosok mayat pria di sebuah rumah kontrakan di Kompleks Perumahan Taman Kencana, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Selasa sore (10/2), sekitar pukul 16.30 WIB.
Korban diketahui berinisial YP (40), warga Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi telah membusuk setelah seorang rekan merasa curiga karena korban tidak dapat dihubungi dalam beberapa hari terakhir.
Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab melalui Kapolsek Bengkayang AKP Slamet Widodo mengatakan laporan awal diterima dari warga yang mencium bau tidak sedap berasal dari sebuah rumah di kawasan Perumahan Taman Kencana.
“Setelah menerima laporan tersebut, personel Polres Bengkayang bersama Polsek Bengkayang segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Di dalam rumah ditemukan seorang laki-laki dalam keadaan meninggal dunia dan jenazahnya sudah membusuk,” kata AKP Slamet Widodo.
Berdasarkan keterangan saksi, komunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Jumat (30/1) sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, saksi berniat meminjam mobil korban, namun ponsel korban sudah tidak aktif. Hingga beberapa hari berikutnya, korban tidak memberikan kabar sehingga menimbulkan kecurigaan.
Saksi kemudian mendatangi rumah kontrakan korban bersama rekannya. Setibanya di lokasi, rumah ditemukan dalam keadaan terkunci rapat, lampu padam, sementara sepeda motor dan mobil milik korban masih terparkir di depan rumah. Setelah pintu dibuka secara paksa, tercium bau menyengat dari dalam rumah, sehingga kejadian tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Petugas Samapta Polres Bengkayang bersama personel Polsek Bengkayang dan piket fungsi segera mengamankan lokasi kejadian dengan memasang garis polisi. Tim Inafis Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkayang selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Jakobus Luna Bengkayang untuk penanganan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar AKP Slamet Widodo.
Pihak keluarga korban menyatakan menolak dilakukan autopsi dan telah mengikhlaskan kepergian korban. Keluarga juga menyampaikan bahwa korban tidak memiliki permasalahan keluarga maupun riwayat penyakit yang diketahui sebelumnya.
Meski demikian, kepolisian tetap melakukan pemantauan situasi di sekitar lokasi kejadian guna mengantisipasi berkembangnya isu dan spekulasi di tengah masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar lokasi terpantau aman dan kondusif,” kata dia.