KUBU RAYA, SP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya mencatat luas lahan yang terbakar di Kecamatan Rasau Jaya dalam sepekan terakhir mencapai sekitar delapan hektare.
Kepala BPBD Kubu Raya, Arianto, mengatakan berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sepanjang Juni 2026 terpantau empat titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Kubu Raya.
"Dari empat titik panas tersebut, berdasarkan hasil ground check, terdapat dua lokasi yang mengalami kebakaran, masing-masing di Kecamatan Kubu dan Kecamatan Rasau Jaya," kata Arianto, Selasa (30/6).
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kubu Raya telah menggelar rapat koordinasi bersama para camat dan kepala desa agar setiap kecamatan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang.
Selain itu, dalam waktu dekat BPBD Kubu Raya juga akan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Barat untuk mengoptimalkan patroli udara guna memantau potensi munculnya titik api baru.
"Kami melakukan patroli bersama dan mendapat dukungan patroli udara dari BPBD Provinsi agar deteksi dini dapat dilakukan lebih cepat," ujarnya.
Dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Arianto mengakui BPBD Kubu Raya masih memiliki keterbatasan sarana dan prasarana pemadaman, seperti selang dan mesin pompa.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, BPBD Kubu Raya bersama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berencana menambah peralatan sehingga Masyarakat Peduli Api (MPA) yang telah dibentuk dapat lebih optimal dalam melakukan penanganan di lapangan.
"Yang paling dibutuhkan saat ini adalah penambahan selang dan mesin pompa. Tahun ini BPBD akan memberikan dukungan peralatan kepada MPA yang aktif," tambah Arianto.
Menurutnya, dengan tersedianya peralatan yang memadai, MPA dapat bergerak lebih cepat sehingga kebakaran hutan dan lahan di masing-masing wilayah dapat dicegah agar tidak meluas.
"Mohon dukungannya. Dalam waktu dekat, pelatihan penanggulangan karhutla akan digelar di masing-masing kecamatan, termasuk di Kecamatan Batu Ampar," katanya.
Sementara itu, Kapolsek Rasau Jaya IPTU Sihar Lumbantoruan membenarkan adanya beberapa titik panas yang terdeteksi di wilayah Kubu Raya dalam sepekan terakhir.
"Menindaklanjuti temuan titik panas tersebut, tim gabungan bersama Manggala Agni langsung menuju lokasi dan berhasil memadamkan api. Namun, petugas masih terus melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul," terangnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan, termasuk mengganggu kesehatan masyarakat.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berdampak buruk terhadap lingkungan, pelaku pembakaran lahan juga dapat dikenai sanksi pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya. (mar)