Ponticity post author elgiants 01 Juli 2026

Dosen Universitas OSO Raih Juara Nasional, Shinjitsu Tournament 2026

Photo of Dosen Universitas OSO Raih Juara Nasional, Shinjitsu Tournament 2026 JUARA - Dosen Universitas OSO, Sofi Siti Shofiyah dan Muftiah Yasi Dwi Wahyuni, meraih predikat 2nd Runner Up pada Shinjitsu Tournament Cycle 2 – Genomics and Science Dojo 2026.

PONTIANAK, SP - Universitas OSO kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dua dosennya, Sofi Siti Shofiyah dan Muftiah Yasi Dwi Wahyuni, sukses meraih predikat 2nd Runner Up pada Shinjitsu Tournament Cycle 2 – Genomics and Science Dojo 2026, sebuah ajang bergengsi pengembangan kapasitas peneliti di bidang genomik dan biomedis yang diselenggarakan oleh Summit Institute for Development (SID).

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa sivitas akademika Universitas OSO mampu bersaing dengan para peneliti dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset di Indonesia. Tak hanya membawa pulang prestasi, keberhasilan ini juga mempertegas komitmen kampus dalam membangun budaya riset yang inovatif dan berdaya saing.

Rektor Universitas OSO, Yarlina Yacoub, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih kedua dosen tersebut. Menurutnya, prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan Universitas OSO, tetapi juga menunjukkan bahwa akademisi Kalimantan Barat mampu bersaing di forum ilmiah tingkat nasional.

“Prestasi ini merupakan bukti bahwa dosen Universitas OSO memiliki kapasitas, kompetensi, dan semangat yang tinggi dalam mengembangkan riset serta inovasi. Kami sangat mengapresiasi pencapaian ini karena menunjukkan bahwa sivitas akademika Universitas OSO mampu bersaing dengan para peneliti dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset di Indonesia,” ujar Yarlina.

Ia menegaskan, Universitas OSO akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan kompetensi dosen, baik melalui peningkatan kapasitas penelitian, kolaborasi akademik, maupun partisipasi dalam berbagai forum ilmiah nasional dan internasional.

“Kami berkomitmen menjadikan budaya riset sebagai salah satu kekuatan utama Universitas OSO. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi dosen maupun mahasiswa untuk terus berkarya, menghasilkan inovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta pembangunan bangsa,” tambahnya.

Yarlina berharap capaian tersebut dapat menginspirasi seluruh sivitas akademika Universitas OSO agar terus meningkatkan kualitas penelitian, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Prestasi yang diraih Sofi Siti Shofiyah dan Muftiah Yasi Dwi Wahyuni sekaligus menjadi bukti komitmen Universitas OSO dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Perjalanan menuju podium tidak diraih dengan mudah. Sofi dan Muftiah harus melalui serangkaian tahapan seleksi dan pembelajaran yang berlangsung selama beberapa waktu. 

Program diawali dengan Online Shinjitsu Class, kemudian dilanjutkan mini camp intensif selama lima hari yang dipenuhi berbagai tantangan ilmiah atau ninja obstacles, pendampingan langsung dari para Sensei, hingga akhirnya memasuki babak Shinjitsu Tournament.

Pada tahap akhir tersebut, peserta diuji tidak hanya dari sisi penguasaan materi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi ilmiah berbasis bukti, menerima masukan secara terbuka, serta membangun kolaborasi dalam menyelesaikan persoalan penelitian.

Kompetisi ini mempertemukan puluhan peneliti muda dari berbagai perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan kota di Indonesia yang memiliki ketertarikan terhadap pengembangan ilmu genomik dan biomedis.

Melalui pendekatan Shinjitsu, para peserta didorong untuk mengembangkan karakter sebagai ilmuwan yang adaptif, terbuka terhadap kritik, serta mampu menghasilkan solusi berbasis penelitian yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagi tim Universitas OSO, keberhasilan meraih posisi 2nd Runner Up merupakan buah dari kerja sama, dedikasi, dan komitmen selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Selain menghasilkan prestasi, pengalaman tersebut juga memberikan kesempatan bagi para dosen Universitas OSO untuk memperluas jejaring akademik dengan para peneliti dari berbagai institusi serta memperkuat kompetensi di bidang genomik dan penelitian biomedis.

Capaian ini sekaligus menjadi refleksi keseriusan Universitas OSO dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang penelitian dan inovasi. Kampus terus berupaya menciptakan lingkungan akademik yang mendukung dosen maupun mahasiswa untuk aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Prestasi tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika Universitas OSO untuk terus meningkatkan kualitas riset, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Dengan raihan ini, Universitas OSO kembali menunjukkan bahwa perguruan tinggi di Kalimantan Barat memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional, khususnya dalam pengembangan riset-riset strategis di bidang genomik, biomedis, dan sains. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda