Kubu Raya post author Kiwi 01 Juli 2026

Dialog Kebhinekaan Bertajuk Merawat Persatuan dalam Keberagaman, Sujiwo: Persatuan Fondasi Membangun Daerah

Photo of Dialog Kebhinekaan Bertajuk Merawat Persatuan dalam Keberagaman, Sujiwo: Persatuan Fondasi Membangun Daerah Para pejabat dan kiai foto bersama pada kegiatan Dialog Kebhinekaan bertajuk Merawat Persatuan dalam Keberagaman di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (30/6).

KUBU RAYA,SP - Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat semangat kebhinekaan sebagai fondasi utama dalam membangun daerah dan bangsa. Hal itu disampaikannya saat membuka Dialog Kebhinekaan bertajuk Merawat Persatuan dalam Keberagaman di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (30/6).

Kegiatan yang menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah, KHR. Ach. Azaim Ibrahimy, sebagai narasumber tersebut diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta tamu undangan. Dialog ini digelar sebagai upaya memperkuat persaudaraan, mencegah perpecahan akibat perbedaan, sekaligus menjadikan keberagaman sebagai modal untuk maju bersama.

Dalam sambutannya, Sujiwo mengatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berkomitmen memfasilitasi berbagai kegiatan keagamaan dan kebangsaan sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat persatuan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari doa para ulama, habaib, tokoh agama, dan seluruh masyarakat.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyusun kalender tahunan kegiatan keagamaan, di antaranya peringatan Tahun Baru Islam dan pawai obor menyambut Ramadan, sebagai upaya memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Selain itu, Sujiwo menegaskan bahwa sebagai kepala daerah, dirinya harus menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan agama maupun latar belakang. Karena itu, ia selalu berupaya hadir dalam berbagai kegiatan keagamaan sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman di Kabupaten Kubu Raya.

"Saya selaku bupati harus menjadi orang tua bagi semua umat. Umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, maupun Konghucu semuanya adalah masyarakat yang harus saya layani tanpa membeda-bedakan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kubu Raya, K.H. Zamroni Hasan, mengajak seluruh peserta menjadikan dialog tersebut sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga persatuan dalam keberagaman demi Indonesia yang lebih kuat, berdaulat, dan bermartabat.

Pada kesempatan yang sama, KHR. Ach. Azaim Ibrahimy menyampaikan bahwa semangat kebhinekaan telah dicontohkan Rasulullah SAW saat membangun masyarakat Madinah yang hidup berdampingan dengan berbagai suku dan agama.

Menurutnya, toleransi, sikap saling menghormati, dan kedamaian merupakan modal besar bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Ia juga mengingatkan agar seluruh elemen bangsa menutup ruang bagi kebencian, provokasi, dan perpecahan. Sebaliknya, masyarakat diajak memperkuat toleransi, menjaga persaudaraan, serta menghormati setiap perbedaan sebagai kekuatan bangsa.

Melalui dialog tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta mendorong lahirnya berbagai inisiatif masyarakat dalam merawat kebhinekaan.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menangkal hoaks bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) serta menjaga persatuan di tengah keberagaman. (mar)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda