KUBU RAYA, SP - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat saat ini melakukan pengaturan beban secara sementara pada sejumlah lokasi seiring berlangsungnya pemeliharaan rutin Serious Inspection pada mesin pembangkit PLTU Bengkayang. Pemeliharaan ini dilakukan untuk menjaga keandalan, keselamatan, dan kinerja pembangkit dalam jangka panjang.
Pengaturan beban terutama dilakukan pada periode beban puncak, sekitar pukul 17.00 hingga 22.00 WIB, dengan pola pemadaman bergilir. Pada lokasi yang terdampak, durasi pemadaman diupayakan sekitar dua jam, menyesuaikan kondisi sistem kelistrikan saat itu.
Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, menjelaskan bahwa Serious Inspection merupakan pemeliharaan berkala yang dilakukan setelah unit pembangkit mencapai periode operasi tertentu.
Secara sederhana, Serious Inspection dapat diibaratkan sebagai pemeriksaan menyeluruh atau “servis besar” pada mesin pembangkit. Dalam proses ini, sejumlah bagian utama mesin diperiksa secara lebih mendalam, dibersihkan, diperbaiki, maupun dilakukan penggantian komponen apabila diperlukan. Tujuannya untuk memastikan mesin tetap dalam kondisi prima, aman dioperasikan, serta mampu menjaga keandalan pasokan listrik dalam jangka panjang.
“Pemeliharaan ini dilaksanakan sesuai standar operasional pembangkit pada kisaran 24.000 hingga 32.000 jam operasi atau sekitar tiga hingga lima tahun sekali. Langkah ini penting agar pembangkit tetap aman, andal, dan optimal dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat,” ujar Mukhlis.
Menurutnya, proses Serious Inspection diperkirakan membutuhkan waktu beberapa minggu ke depan. Namun, PLN terus mengoptimalkan seluruh sumber daya agar pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan, keandalan peralatan, dan keselamatan.
“PLN memahami listrik sangat penting bagi aktivitas masyarakat. Karena itu, seluruh tim terus bekerja maksimal agar proses pemeliharaan dapat segera diselesaikan dan kondisi sistem kembali normal secepatnya,” jelasnya, Jumat (23/10/2026).
Selama proses pemeliharaan berlangsung, PLN juga terus mengoptimalkan pola operasi pembangkit dan melakukan pengamanan sistem untuk meminimalkan lokasi terdampak maupun durasi pemadaman. PLN turut mengajak masyarakat menggunakan listrik secara bijak, khususnya pada periode beban puncak pukul 17.00 hingga 22.00 WIB.
“Menunda penggunaan peralatan listrik berdaya besar yang tidak mendesak pada waktu beban puncak dapat membantu menjaga keseimbangan sistem dan mengurangi potensi pengaturan beban yang lebih luas. Dukungan masyarakat sangat berarti bagi kami selama proses pemeliharaan ini berlangsung,” ungkap Mukhlis.
PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan serta mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan masyarakat.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Terima kasih atas kesabaran dan pengertian masyarakat. Kami terus bekerja agar proses pemeliharaan dapat segera diselesaikan sehingga sistem kelistrikan Kalimantan Barat kembali normal dan keandalan pasokan listrik ke depan semakin terjaga,” tutup Mukhlis.
Untuk informasi dan layanan kelistrikan, pelanggan dapat mengakses aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123. (*)