Mempawah post authorelgiants 01 Februari 2026

Maktab Tuli As-Sami’ dan Yayasan Akar Semesta Setara Goes to SLBN Mempawah

Photo of Maktab Tuli As-Sami’ dan Yayasan Akar Semesta Setara Goes to SLBN Mempawah

Maktab Tuli As-Sami’ dan Yayasan Akar Semesta Setara melaksanakan kegiatan goes to Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Mempawah dalam rangka sosialisasi pencegahan kekerasan serta edukasi kesehatan seksual dan reproduksi bagi peserta didik tuli Jumat, (23/1/26).

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan tausiah dalam bahasa isyarat yang bertujuan memperkuat pemahaman nilai moral dan spiritual peserta. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SLBN Mempawah ini disambut antusias oleh para siswa dan guru. Sosialisasi difokuskan pada pemahaman bentuk-bentuk kekerasan, cara melindungi diri, serta hak atas kesehatan seksual dan reproduksi yang aman dan bermartabat, khususnya bagi teman-teman disabilitas.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Bhakti Arumi Delangga Fakhrul Maulana menegaskan komitmen yayasan dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas.

“Yayasan Bhakti Arumi Delangga dan Yayasan Akar Semesta Setara hadir dan bergerak untuk teman-teman disabilitas agar mereka dapat memperoleh haknya secara utuh, terutama hak atas kesehatan seksual dan reproduksi serta hak pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa edukasi yang inklusif dan ramah disabilitas merupakan langkah penting dalam mencegah kekerasan serta membangun kesadaran diri sejak dini.

Sementara itu, Kepala SLBN Mempawah ,Dewi Triyani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kegiatan edukasi yang dilakukan oleh Yayasan Akar Semesta Setara di SLB Negeri Mempawah. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan dibutuhkan, khususnya bagi anak-anak disabilitas yang memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap kekerasan seksual," ucapnya.

Materi yang disampaikan mudah dipahami, metode penyampaiannya ramah anak, dan sangat membantu anak-anak mengenali bagian tubuh pribadi serta berani mengatakan tidak dan melapor jika terjadi hal yang tidak aman.

Edukasi tentang tubuh, batasan diri, dan keamanan harus diberikan sejak dini, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Selain itu, masyarakat diharapkan tidak menutup mata jika melihat tanda-tanda kekerasan, serta berani melaporkan dan memberikan dukungan kepada korban. Teman-teman disabilitas memiliki hak yang sama untuk hidup aman, dihargai, dan dilindungi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan materi yang disampaikan oleh Zahraini, yang mengangkat tema pencegahan kekerasan seksual.

Dalam penyampaiannya, Zahraini menekankan pentingnya edukasi sejak dini bagi anak-anak disabilitas agar mampu mengenali Batasan tubuh, memahami situasi beresiko, serta berani melaporkan apabila mengalami atau melihat Tindakan kekerasan.

Kemudian, dilanjut dengan tausiah menggunakan bahasa isyarat yang disampaikan oleh teman tuli Faiz yang didampingi Reza sebagai tarjim. Tausiah tersebut menekankan pentingnya pemahaman. (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda