PONTIANAK,SP – Persaingan perebutan medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Kalimantan Barat Tahun 2026 mulai bergulir. Cabang olahraga (cabor) Triathlon menjadi salah satu yang mengawali rangkaian pertandingan melalui nomor Aquathlon yang mulai diperlombakan Senin (2/11/2026).
Pertandingan Aquathlon dipusatkan di Kolam Renang Kompleks Stadion Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Pontianak. Selanjutnya, Selasa (3/11/2026), persaingan berlanjut pada nomor Duathlon yang mengambil lokasi di kawasan jalan lingkar Stadion SSA.
Dimulainya pertandingan ini menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan Porprov XIV Kalbar 2026 yang mempertandingkan 53 cabang olahraga.
Kehadiran Triathlon turut menambah semarak pesta olahraga terbesar di Kalimantan Barat tersebut, sekaligus menjadi ruang bagi atlet kabupaten/kota untuk menunjukkan kemampuan terbaik setelah menjalani berbagai tahapan persiapan.
Ketua Umum KONI Kalbar, Daud Yordan, menyampaikan bahwa pelaksanaan pertandingan setiap cabang olahraga merupakan bagian penting dari upaya membangun prestasi olahraga daerah. Porprov tidak sekadar menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga wadah pembinaan, evaluasi, dan penjaringan atlet potensial yang dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi pada level lebih tinggi.
"Porprov ini menjadi momentum bagi seluruh atlet untuk menunjukkan hasil pembinaan yang selama ini dilakukan di daerah masing-masing. Kami berharap seluruh pertandingan dapat berlangsung dengan baik, menjunjung tinggi sportivitas, serta melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya bisa membawa nama Kalimantan Barat pada berbagai kejuaraan tingkat nasional."
Sementara itu, Ketua PB Porprov XIV Kalbar 2026, H. Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga, mengatakan bahwa pelaksanaan pertandingan Triathlon menjadi bagian dari rangkaian kompetisi yang telah dipersiapkan panitia bersama masing-masing pengurus provinsi cabang olahraga.
Menurutnya, koordinasi antara panitia besar, panitia pelaksana, dan pengurus cabang olahraga menjadi faktor penting agar seluruh pertandingan dapat berjalan sesuai jadwal, dengan tetap memperhatikan kesiapan lokasi, perangkat pertandingan, serta kebutuhan atlet.
"Kami berharap seluruh cabang olahraga yang mulai dipertandingkan dapat berjalan sesuai jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan. Panitia terus berkoordinasi dengan masing-masing pengurus cabang olahraga agar pelaksanaan Porprov XIV Kalbar 2026 berlangsung tertib, lancar, dan memberikan pengalaman pertandingan yang baik bagi seluruh atlet."
Ketua Pengprov Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kalbar, Jarot Sutrisno, menjelaskan bahwa pada Porprov XIV Kalbar 2026, cabor Triathlon mempertandingkan dua nomor, yakni Aquathlon dan Duathlon.
Nomor Aquathlon yang berlangsung pada 2 November menggabungkan dua disiplin olahraga, yaitu renang dan lari. Sementara Duathlon yang dijadwalkan 3 November memadukan kemampuan atlet dalam berlari dan bersepeda.
Kedua nomor tersebut menuntut kemampuan fisik, daya tahan, kecepatan, serta pengaturan strategi yang baik dari setiap atlet. Karena itu, pertandingan Triathlon tidak hanya menguji kekuatan fisik, tetapi juga konsistensi dan kemampuan atlet menjaga performa sepanjang perlombaan.
"Kami berharap melalui Porprov ini, para atlet dapat memperlihatkan kemampuan terbaiknya. Ajang ini juga menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan pembinaan Triathlon di kabupaten/kota, sekaligus mengukur potensi atlet yang dapat dipersiapkan untuk menghadapi kejuaraan pada tingkat yang lebih tinggi," katanya.
Jarot menambahkan, keikutsertaan atlet dari berbagai daerah di Kalimantan Barat diharapkan semakin memperluas pembinaan olahraga Triathlon. Dengan adanya kompetisi yang terukur, para atlet memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing.
Bergulirnya pertandingan Triathlon menjadi penanda bahwa kemeriahan Porprov XIV Kalbar 2026 tidak hanya berlangsung di satu arena, melainkan bergerak di berbagai lokasi pertandingan sesuai karakteristik masing-masing cabang olahraga.
Di balik persaingan mengejar prestasi dan medali, Porprov juga menjadi panggung pembuktian hasil pembinaan olahraga di daerah, sekaligus momentum mempererat persaudaraan antaratlet dan kontingen kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. (*)