Ponticity post author elgiants 04 Oktober 2026

CFD Pontianak Kembali Ramai Diserbu Warga, Dua Bulan Ditutup Akibat Asap Karhutla

Photo of CFD Pontianak Kembali Ramai Diserbu Warga, Dua Bulan Ditutup Akibat Asap Karhutla WARGA ANTUSIAS - Setelah hampir dua bulan ditutup akibat kualitas udara, CFD Pontianak kembali dibuka, Minggu (4/10/2026). Warga antusias berolahraga sekaligus berbelanja kebutuhan pokok di pasar murah.

PONTIANAK, AKCAYA - Setelah hampir dua bulan ditutup akibat kualitas udara, kawasan Car Free Day (CFD) Kota Pontianak kembali dibuka, Minggu (4/10). Ribuan warga langsung memadati kawasan tersebut untuk berolahraga dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Tak hanya berolahraga, warga juga menyerbu pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Pontianak di halaman PMI Kota Pontianak. Beras, telur, cabai, sayur-mayur dan sejumlah kebutuhan pangan lainnya dijual dengan harga lebih terjangkau.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan antusiasme masyarakat terlihat sejak CFD kembali dibuka. Menurutnya, kawasan tersebut bukan hanya menjadi ruang olahraga, tetapi juga tempat berkumpul keluarga dan menggerakkan aktivitas pelaku UMKM.

“Hari ini sudah mulai dibuka kembali. Kita lihat masyarakat sangat antusias,” kata Edi.

Ia mengatakan pembukaan CFD dilakukan setelah kondisi kualitas udara membaik. Namun, pemerintah tetap akan memantau kondisi udara sebelum memastikan pelaksanaan CFD pada pekan-pekan berikutnya.

“Kita tetap melihat perkembangan kualitas udara. Itu menjadi salah satu faktor penting,” ujarnya.

Edi berharap kualitas udara terus membaik sehingga aktivitas masyarakat, termasuk olahraga dan kegiatan ekonomi di kawasan CFD, dapat kembali berjalan normal.

Menurut dia, kembalinya CFD juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali aktivitas UMKM yang sempat terdampak selama penutupan.

Pasar Murah Diserbu Warga

Pasar murah yang digelar bersamaan dengan pembukaan CFD menjadi salah satu daya tarik bagi warga. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Pemkot Pontianak dengan Bank Indonesia, BUMD, serta sejumlah pelaku usaha ritel.

Edi mengatakan pasar murah menjadi salah satu langkah pemerintah menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus membantu distribusi komoditas kepada masyarakat.

“Yang pertama kita bantu distribusinya, kemudian kita bantu menstabilkan harga ketika terjadi lonjakan di pasar-pasar,” katanya.

Pasar murah tersebut telah digelar selama dua pekan dan menyasar enam kecamatan di Kota Pontianak. Kegiatan serupa akan kembali digelar di sejumlah lokasi dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan perkembangan harga komoditas.

Antusiasme warga terlihat dari ramainya antrean di sejumlah lapak. Kebutuhan seperti beras, telur, cabai dan sayuran menjadi komoditas yang banyak diburu.

Asih (46), warga Pontianak Kota, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah. Menurutnya, selisih harga bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga.

“Lumayan membantu, terutama untuk beras, telur dan kebutuhan dapur. Kalau harganya lebih murah, selisihnya bisa dipakai untuk membeli kebutuhan lain,” ujarnya.

Sementara Dwi (39), warga Pontianak Tenggara, awalnya datang untuk berolahraga di CFD. Ia kemudian mampir ke pasar murah dan membeli sayur-mayur serta cabai.

“Senang ada kegiatan seperti ini. Sayur dan cabai hampir setiap hari dibutuhkan. Kalau harganya lebih terjangkau tentu sangat membantu,” katanya. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda