Ponticity post author Kiwi 06 Agustus 2026

DWP Kalbar Bekali Perempuan Strategi Bisnis Kuliner Berbasis Digital

Photo of DWP Kalbar Bekali Perempuan Strategi Bisnis Kuliner Berbasis Digital DWP Kalbar bersama Kesbangpol Kalbar menggelar Seminar Perempuan Kreatif untuk membekali perempuan keterampilan kuliner, pengemasan produk, dan pemasaran digital guna memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

PONTIANAK, SP – Perempuan kini tidak lagi dipandang hanya sebagai pendamping dalam rumah tangga. Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, perempuan justru memiliki peluang besar menjadi motor penggerak ekonomi keluarga melalui kreativitas, inovasi, dan kemampuan memanfaatkan teknologi.

Semangat itu menjadi pesan utama dalam Seminar Perempuan Kreatif bertema “Snap, Cook & Earn: Strategi Visual Kuliner Perempuan Kreatif Menuju Ketahanan Ekonomi” yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Kegiatan yang diikuti para anggota organisasi perempuan tersebut tidak hanya mengajarkan keterampilan membuat produk kuliner, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan mengemas produk secara menarik hingga memasarkan hasil usaha melalui platform digital.

Ketua DWP Provinsi Kalbar, Windy Prihastari, mengatakan pelatihan tersebut dirancang agar perempuan mampu mengikuti perubahan zaman, di mana keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan membangun citra produk melalui media digital.

“Hari ini kita belajar membuat kue, packaging-nya menarik hingga promosi melalui media sosial,” ujar Windy.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan mengikuti seluruh proses produksi, mulai dari menyiapkan bahan, membuat adonan, mencetak, mengoles hingga memanggang kue.

Namun proses tidak berhenti setelah produk selesai dibuat. Peserta kemudian diarahkan menyusun konsep kemasan yang menarik sekaligus belajar memotret dan merekam video produk agar layak dipasarkan melalui media sosial.

Menariknya, setiap kelompok juga ditantang mempromosikan hasil produksinya secara langsung melalui media sosial. DWP Kalbar bahkan menyiapkan hadiah bagi kelompok terbaik dengan salah satu indikator penilaian berasal dari kreativitas promosi digital.

Menurut Windy, di era media sosial, tampilan produk menjadi faktor penting yang menentukan minat konsumen sebelum mereka memutuskan membeli.

“Yang dilihat pertama pasti tampilannya. Packaging harus menarik dan lain-lain. Itu yang harus dipahami,” katanya.

Ia menjelaskan, seluruh materi yang diberikan dalam seminar sengaja disusun secara praktis agar bisa langsung diterapkan peserta ketika membangun usaha rumahan.

Mulai dari teknik produksi, desain kemasan, fotografi produk, pembuatan video promosi hingga strategi pemasaran digital menjadi satu rangkaian yang saling melengkapi.

“Kita sudah menyiapkan narasumber sampai kawan-kawan yang bisa mengajarkan bagaimana cara pengambilan foto dan video tersebut,” jelasnya.

Windy menilai perkembangan teknologi telah membuka peluang usaha yang jauh lebih luas bagi perempuan. Kini, seseorang tidak harus memiliki toko fisik untuk menjangkau konsumen.

Dengan memanfaatkan media sosial dan platform digital, produk rumahan dapat dipasarkan ke berbagai daerah dengan biaya promosi yang relatif lebih murah.

“Sebagai perempuan penting bagi kita memanfaatkan teknologi. Zaman sudah sangat berubah. Sebagai perempuan harus melihat teknologi, termasuk untuk memasarkan produk,” tuturnya.

Menurutnya, ketika usaha mulai berkembang, perempuan juga dapat berkontribusi menciptakan lapangan pekerjaan dengan melibatkan orang lain dalam proses produksi maupun pemasaran.

“Tidak harus kita yang melakukan sendiri. Kita bisa menyerap tenaga kerja yang lain sebagai fungsi dalam koordinatornya,” tambah Windy.

Sementara itu, Sekretaris Badan Kesbangpol Kalbar, Siti Nurhidayati, menegaskan pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga.

Ia berharap organisasi perempuan mampu mengambil peran lebih besar, tidak hanya dalam kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi penggerak literasi digital, kewirausahaan, dan ekonomi kreatif.

“Kesbangpol Kalbar ingin mendorong agar organisasi wanita tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi menjadi motor penggerak literasi digital dan kemandirian ekonomi,” katanya.

Siti juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan telepon genggam hanya sebagai sarana hiburan semata. Menurutnya, perangkat digital dapat menjadi alat produktif yang mampu menghasilkan nilai ekonomi apabila dimanfaatkan secara tepat.

“Jangan biarkan gadget canggih kita hanya dipakai untuk scrolling media sosial tanpa arah atau sekadar melihat pencapaian orang lain. Mari kita balik perannya. Jadikan gadget di tangan ibu-ibu sebagai mesin pencetak peluang,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempelajari teknik pengambilan foto produk, pencahayaan, penyusunan konten promosi hingga strategi memperluas pasar melalui berbagai platform digital.

“Pelajari teknik pencahayaan dan sudut pengambilan gambar kuliner sederhana, pelajari cara menyusun kalimat promosi yang memikat, dan manfaatkan platform digital untuk memperluas jaringan pemasaran produk kuliner keluarga,” pesannya.

Siti optimistis, apabila kemampuan digital dipadukan dengan kreativitas perempuan dalam mengolah produk kuliner, akan lahir lebih banyak pelaku usaha baru yang mampu memperkuat ekonomi keluarga sekaligus membuka lapangan pekerjaan di Kalimantan Barat.

“Kesbangpol Provinsi Kalbar akan terus berkomitmen mendukung ruang-ruang kreasi, kolaborasi, dan pemberdayaan seperti ini demi terwujudnya Kalimantan Barat yang sejahtera, kondusif, dan berkemajuan,” pungkasnya.(din)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda