Ponticity post authorKiwi 08 Juni 2026

Bebersih MAN 1 Pontianak, Cara Terbaik Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Photo of Bebersih MAN 1 Pontianak, Cara Terbaik Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

PONTIANAK, SP - Komitmen terhadap pelestarian lingkungan hidup tidak hanya diwujudkan melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui aksi nyata di lapangan.

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, MAN 1 Pontianak melaksanakan kegiatan kerja bakti lingkungan pada Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Surat Edaran Nomor 09 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 yang mengagendakan pelaksanaan Kerja Bakti Lingkungan (Korve) dan peluncuran Gerakan Nasional Indonesia ASRI.

Kegiatan yang melibatkan seluruh unsur madrasah tersebut dipimpin langsung oleh Kepala MAN 1 Pontianak, Sholihin HZ., S.Ag., M.Pd.I.

Kehadiran pimpinan madrasah di tengah-tengah peserta menjadi simbol kepemimpinan partisipatif sekaligus penguatan budaya organisasi yang menempatkan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari karakter kelembagaan.

Dalam arahannya, Kepala Madrasah menegaskan bahwa isu lingkungan hidup saat ini telah menjadi persoalan global yang memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk lembaga pendidikan.

Menurutnya, madrasah memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial terhadap keberlangsungan bumi.

“Pendidikan lingkungan tidak cukup diajarkan secara teoritis. Nilai-nilai kepedulian terhadap alam harus dibangun melalui pembiasaan dan keteladanan. Melalui kegiatan seperti ini, peserta didik belajar bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab moral dan bentuk nyata rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia alam yang diberikan,” ujarnya.

Sejak pagi hari para guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan gotong royong yang berlangsung di berbagai titik lingkungan madrasah.

Kegiatan difokuskan pada dua area prioritas, yakni pembersihan saluran drainase di depan madrasah dan penataan kawasan taman serta ruang terbuka hijau.

Pembersihan drainase dilakukan sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi genangan air dan menjaga kelancaran sistem aliran air saat musim hujan.

Sementara itu, penataan taman mencakup pembersihan rumput liar, pemangkasan tanaman, serta perawatan vegetasi yang menjadi bagian dari ekosistem hijau madrasah.

Dari perspektif lingkungan, kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam mendukung terciptanya kawasan pendidikan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.

Lingkungan madrasah yang terawat terbukti berkontribusi terhadap peningkatan kenyamanan belajar, kesehatan warga sekolah, serta kualitas interaksi sosial di lingkungan pendidikan.

Lebih dari sekadar aktivitas kebersihan, kerja bakti ini menjadi wahana pendidikan karakter berbasis pengalaman (experiential learning).

Melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas pemeliharaan lingkungan, peserta didik memperoleh kesempatan untuk menginternalisasi nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kolaborasi, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

Pendekatan semacam ini sejalan dengan paradigma pendidikan modern yang menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter.

Kegiatan ini juga relevan dengan agenda pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan mengenai aksi terhadap perubahan iklim, lingkungan yang berkelanjutan, dan pendidikan berkualitas.

Dengan demikian, langkah sederhana berupa kerja bakti lingkungan sesungguhnya memiliki kontribusi yang lebih luas dalam mendukung pembangunan masyarakat yang sadar lingkungan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa tampak bekerja sama membersihkan sampah, mengangkat endapan tanah di saluran air, mencabut gulma, serta menata kembali area taman.

Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas budaya bangsa tercermin kuat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Pelaksanaan kerja bakti ini sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, yakni “Saatnya Bekerja untuk Iklim.”

Tema tersebut mengandung pesan bahwa upaya menghadapi perubahan iklim tidak dapat ditunda dan memerlukan aksi kolektif dari seluruh elemen masyarakat.

Dalam konteks pendidikan, madrasah memiliki posisi penting sebagai agen perubahan yang menanamkan kesadaran ekologis sejak dini kepada generasi muda.

Di akhir kegiatan, Kepala MAN 1 Pontianak menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kepedulian dan semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungan madrasah.

“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Hari ini satu aksi nyata telah kita lakukan. Mari terus membangun budaya cinta lingkungan dalam setiap aktivitas kita. Satu Action Sudah Dilakukan. Mari Bangun Semangat Cinta Lingkungan. Man(1)tap!” ungkapnya disambut antusias oleh para peserta.

Melalui kegiatan ini, MAN 1 Pontianak kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga berkomitmen membangun budaya lingkungan yang berkelanjutan.

Dukungan terhadap Gerakan Nasional Indonesia ASRI menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kesadaran ekologis untuk menghadapi tantangan masa depan.

Dengan semangat “Saatnya Bekerja untuk Iklim,” MAN 1 Pontianak berharap aksi-aksi sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (mul)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda