SANGGAU, SP — Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau menggelar kegiatan Sosialisasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) rawan bencana Kabupaten/Kota (per jenis bencana) di Desa Sosok Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau, belum lama ini.
Kegiatan Sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja BPBD tahun anggaran 2026 dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, aparat TNI, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa-BPBD) Sanggau, Didit Richardi melalui Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan Bencana BPBD Kabupaten Sanggau. Kristian Hendro mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang langkah-langkah mitigasi, kesiapsiagaan, dan tindakan cepat dalam menghadapi potensi bencana, seperti banjir, tanah longsor, maupun kebakaran hutan dan lahan.
"Nah di sini pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengurangi risiko bencana," ucap Hendro.
Hendro mengungkapkan, BPBD sebagai salah satu perangkat Daerah di Kabupaten Sanggau berkewajiban untuk menyusum rencana kebijakan di bidang ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat dalam urusan kebencanaan melalui program penanggulangan bencana.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi Komunukasi Edukasi (KIE) Rawan Bencana akan membentuk pengembanhan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana untuk mendukung terwujudnya visi dan misi Kabupaten Sanggau
"Oleh karena itu kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga seluruh lapisan masyarakat. Dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan, kita dapat meminimalkan dampak yang ditimbulkan,” ujarnya.
Hendro mengajakan masyarakat untuk mengenali potensi bencana di sekitar mereka dan menyusun rencana sederhana penanggulangan di tingkat keluarga maupun lingkungan.
“Kami siap bersinergi bersama TNI-Polri dan masyarakat. Dengan latihan dan sosialisasi seperti ini, koordinasi di lapangan akan lebih cepat dan efektif saat bencana terjadi,” kata Kasi Pencegahan Bencana BPBD Kabupaten Sanggau.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut Hendro. Maka pelaksanaan kegiatan sosialisasi itu salah satu upaya Pemerintah dalam bentuk penyadartahuan dan pengetahuan tentang ancaman dan resiko bencana di Kabupaten Sanggau untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam urusan bencana kepada masyarakat. Seluruh warga negara serta aparatur dengan peningkatan, pengetahuan, keterampilan, kesadaran, kepedulian, kemampuan dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana
"Saya berharap kepada para perangkat Desa, Kecamatan dan masyarakat untuk selalu mendukung program penanggulangan bencana secara bersinergi lintas sektor dan multi pihak. Agar proses penyelenggaraan penanggulangan bencana berjalan secara berkala dan berjalan lancar," bebernya.
"Saya berharap Camat selaku ketua satgas penanggulangan bencana Kecamatan agar memfasilitaso kepala desa untuk mendukung progra. Ini dan melakukan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) melalui program kegiatan ini," tambah Hendro Kristian Kasi Pencegahan Bencana BPBD Kabupaten Sanggau.
Melalui kegiatan Sosialisasi rawan bencana Kabupaten/Kota (per jenis bencana) Rawan Bencana Tahun 2026 ini, BPBD Kabupaten Sanggau berharap terwujudnya masyarakat yang lebih tanggap, mandiri, dan tangguh menghadapi bencana. (Dit)