Ponticity post authorKiwi 08 Juni 2026

Tingkatkan Literasi Melalui Edukasi Ground Penetrating Radar, MAN 1 Pontianak Gandeng Prodi Geofisika FMIPA Untan

Photo of Tingkatkan Literasi Melalui Edukasi Ground Penetrating Radar, MAN 1 Pontianak Gandeng Prodi Geofisika FMIPA Untan

PONTIANAK, SP - Sebanyak 38 siswa kelas XI MAN 1 Pontianak mengikuti kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh dosen Program Studi Geofisika FMIPA Universitas Tanjungpura.

Kegiatan bertema “Peningkatan Literasi Geofisika melalui Edukasi Metode Ground Penetrating Radar (GPR) Bagi Siswa MAN 1 Pontianak” ini bertujuan memperkenalkan ilmu geofisika dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pengalaman belajar yang interaktif, aplikatif, dan berbasis praktik lapangan.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MAN 1 Pontianak, Luqmanul Hakim, M.Pd., Jumat 5 Juni 2026.

Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi antara MAN 1 Pontianak dan Program Studi Geofisika FMIPA Universitas Tanjungpura.

Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat bermanfaat untuk memperluas wawasan siswa mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus mendorong tumbuhnya minat generasi muda terhadap bidang sains dan riset.

“Pembelajaran abad ke-21 menuntut peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melihat bagaimana ilmu pengetahuan diterapkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan nyata di masyarakat. Kegiatan ini menjadi jembatan yang menghubungkan dunia pendidikan menengah dengan dunia akademik dan penelitian,” ujarnya.

Sambutan dari pihak Geofisika Universitas Tanjungpura disampaikan oleh Kepala Laboratorium Geofisika, Dr. Joko Sampurno, M.Si., yang menjelaskan bahwa geofisika memiliki peran penting dalam memahami fenomena alam, mitigasi bencana, eksplorasi sumber daya alam, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada berbagai teknologi yang digunakan oleh para geofisikawan dalam penelitian dan pemantauan kondisi bumi.

Dalam sesi utama, tim dosen memberikan pemaparan mengenai metode Ground Penetrating Radar (GPR), yaitu teknologi pencitraan bawah permukaan tanah yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik untuk mendeteksi objek maupun struktur yang berada di bawah permukaan tanpa harus melakukan penggalian. Teknologi ini banyak digunakan dalam bidang geologi, arkeologi, teknik sipil, hingga investigasi lingkungan.

Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada aspek teknis penggunaan GPR, tetapi juga mengaitkannya dengan konsep-konsep fisika yang dipelajari siswa di kelas. Dengan pendekatan tersebut, peserta dapat memahami keterkaitan antara teori ilmiah dan implementasinya dalam dunia profesional.

Pendekatan pembelajaran kontekstual ini dinilai efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah yang menjadi kompetensi penting di era revolusi industri 4.0 dan masyarakat 5.0.
Selain sesi pemaparan, para siswa juga berkesempatan menyaksikan demonstrasi penggunaan alat GPR secara langsung.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait cara kerja alat, akurasi data yang dihasilkan, serta peluang pengembangan karier di bidang geofisika. Interaksi yang berlangsung menunjukkan tingginya minat siswa terhadap sains terapan dan teknologi modern.

Secara akademik, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan literasi sains di kalangan pelajar. Literasi sains tidak hanya mencakup penguasaan konsep, tetapi juga kemampuan memahami metode ilmiah, menginterpretasikan data, serta mengambil keputusan berdasarkan bukti ilmiah.

Melalui pengenalan teknologi GPR, siswa diajak untuk melihat bagaimana ilmu pengetahuan berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan dan kebencanaan yang dihadapi masyarakat.

Kepala MAN 1 Pontianak, Sholihin Hz., S.Ag., M.Pd.I, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara madrasah dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta membuka wawasan peserta didik terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi siswa untuk menekuni bidang-bidang sains yang memiliki kontribusi besar bagi kemajuan bangsa.

Madrasah harus mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik, berkarakter, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ungkapnya.

Melalui kegiatan PKM ini, MAN 1 Pontianak kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan berorientasi pada penguatan kompetensi abad ke-21.

Kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal dunia riset sejak dini, sehingga tumbuh budaya ilmiah yang kuat di lingkungan madrasah. (mul)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda