Ponticity post authorelgiants 17 Mei 2026

Daud Yordan: Ambil Ilmunya, Pulang Bangun Daerah! PT DIB Kirim 89 Pemuda Kalbar Belajar Teknologi Aluminium ke Cina

Photo of Daud Yordan: Ambil Ilmunya, Pulang Bangun Daerah! PT DIB Kirim 89 Pemuda Kalbar Belajar Teknologi Aluminium ke Cina

PONTIANAK, SP – Sebanyak 89 pemuda terbaik Tanah Air, termasuk 14 putra-putri asli Kayong Utara, diberangkatkan ke Holingol, Cina, melalui program pengembangan sumber daya manusia yang diinisiasi PT Dharma Inti Bersama (DIB).

Mereka akan mempelajari teknologi pengolahan aluminium sebagai bekal untuk mendukung pengembangan industri di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Kabupaten Kayong Utara.

Di antara wajah-wajah muda yang bersiap memasuki ruang keberangkatan, tersimpan kisah perjuangan panjang yang tidak terlihat di permukaan. Ada proses belajar yang melelahkan, tekanan seleksi, hingga harapan besar keluarga yang dipikul di pundak masing-masing peserta.

Salah satu peserta, Yusril Damara, alumnus Politeknik Negeri Pontianak, mengaku momen keberangkatan itu menjadi titik penting dalam hidupnya. Selama empat bulan terakhir, ia mengikuti pelatihan Bahasa Mandarin melalui kolaborasi Universitas Tanjungpura dan Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama.

"Saya tentu sangat senang sekali. Perjuangan dan usaha saya selama empat bulan ini akhirnya terbayarkan," ungkapnya, Kamis (14/5/2026).

Bagi Yusril, kesempatan belajar ke Cina bukan hanya tentang pengembangan karier pribadi. Ada keinginan yang lebih besar, yaitu melihat Kayong Utara tumbuh menjadi daerah industri yang maju.

"Saya ingin membangun daerah asal saya, Kayong Utara. Saya berharap daerah kita bisa semakin maju dengan adanya smelter ini," tekadnya.

Semangat serupa juga terpancar dari Zainir Oktaviani, sarjana Fisika Murni Fakultas MIPA yang menjadi salah satu peserta perempuan dalam rombongan tersebut. Sebagai anak pertama di keluarga, Zainir merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi contoh bagi adik-adiknya.

"Saya ingin menjadi inspirasi bagi adik-adik saya karena saya anak pertama. Dukungan penuh dari orang tua sejak kecil hingga sekarang adalah kekuatan terbesar saya," kata Zainir menjabarkan alasannya bertahan dalam ketatnya seleksi.

Impian yang dibawanya sederhana, namun penuh makna. Ia ingin membuktikan bahwa pemuda-pemudi daerah mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan industri modern di tanah kelahirannya sendiri.

"Saya ingin menjadikan Kayong Utara lebih maju, berkembang pesat, hingga suatu saat nanti bisa menjadi kota yang maju seperti Pontianak ini," katanya.

Perwakilan manajemen PT Dharma Inti Bersama (DIB), Rasnius Pasaribu, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud investasi jangka panjang perusahaan untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang kompeten.

“Teknologi yang dipelajari para peserta di Cina nantinya akan diterapkan secara langsung dalam operasional industri hilirisasi aluminium di KIPP,” katanya.

Program pengiriman pemuda ke Tiongkok ini dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah juga.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kayong Utara, A. Azahari, menilai pengalaman belajar langsung di pusat industri dunia akan membentuk karakter dan daya saing generasi muda Kalimantan Barat.

"Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Mengapa harus Cina? Secara historis, di sanalah peradaban Lembah Sungai Kuning menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan tertua di dunia," ujar Azahari di hadapan para peserta.

Menurutnya, ilmu teknis saja tidak cukup. Para peserta juga diharapkan menyerap budaya kerja disiplin dan etos kerja tinggi selama berada di luar negeri.

"Cina itu etos kerjanya tinggi, disiplinnya luar biasa, dan mereka tetap mengedepankan adab serta sopan santun. Hal-hal positif itulah yang harus anak-anak kita serap di sana," ujarnya.

Dukungan juga datang dari Anggota DPD RI perwakilan Kalimantan Barat, Daud Yordan. Ia menilai kesempatan yang diterima para peserta merupakan peluang langka yang patut dimanfaatkan sebaik mungkin.

"Hari ini, jujur saja, mencari pekerjaan secara itu sulit. Tapi adik-adik ini luar biasa, pulang dari sana informasinya akan langsung dipekerjakan sesuai keahlian masing-masing. Ini kesempatan yang tidak datang dua kali," tutur Daud hangat.

Sebagai putra daerah, Daud mengaku bangga melihat banyak wajah yang dikenalnya ikut dalam rombongan keberangkatan tersebut. Ia pun menitipkan pesan agar seluruh peserta kembali untuk membangun daerah asal mereka.

"Menuntut ilmu boleh setinggi-tingginya, ambil ilmunya sebanyak-banyaknya. Tugas kalian adalah kembali dan membangun daerah kita, Kalimantan Barat," tegas Daud Yordan diiringi tepuk tangan.

Di balik seremoni pelepasan yang berlangsung khidmat, terselip suasana emosional yang sulit disembunyikan. Sejumlah orang tua tampak setia mendampingi anak-anak mereka hingga menjelang keberangkatan. Ada yang sibuk memberi nasihat terakhir, ada pula yang hanya memandangi dalam diam dengan mata berkaca-kaca.

Momen itu menjadi pengingat bahwa perjalanan para pemuda ini bukan hanya milik pribadi mereka, tetapi juga perjalanan harapan keluarga dan masa depan daerah.

Menutup sambutannya, A. Azahari menyampaikan pesan sederhana namun menyentuh bagi seluruh peserta yang akan hidup jauh dari keluarga selama beberapa bulan ke depan.

"Pesan terakhir saya, walaupun nanti kalian berada di negeri orang, jangan pernah lupa untuk menelpon ibu kalian. Karena doa ibulah yang akan senantiasa mengantarkan dan mengiringi langkah kalian menuju kesuksesan," ucap Azhari. (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda