PONTIANAK, SP - Sultan Pontianak, Syarif Melvin Alkadri, menginisiasi kegiatan coffee morning yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat di Istana Kadriah Pontianak, Kamis (16/7/2026).
Forum tersebut dirancang menjadi agenda rutin setiap bulan sebagai ruang silaturahmi sekaligus dialog antara tokoh masyarakat, pemerintah, lintas etnis, organisasi kemasyarakatan, hingga pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Anggota DPD RI itu mengatakan, pertemuan rutin tersebut diharapkan menjadi wadah untuk mempererat komunikasi dan membangun kesepahaman dalam menjaga stabilitas sosial di Kota Pontianak.
"Kegiatan ini akan kita laksanakan setiap bulan. Tujuannya untuk mempererat silaturahmi, memperkuat hubungan dengan pemerintah, tokoh lintas etnis, pimpinan ormas, serta pimpinan BEM mahasiswa agar situasi Kota Pontianak tetap aman dan kondusif. Melalui forum ini kita juga bisa berdiskusi dan membawa aspirasi masyarakat untuk disampaikan di tingkat pusat," ujar Syarif Melvin.
Dalam kesempatan itu, Syarif Melvin juga menyoroti persoalan pemadaman listrik yang sempat dikeluhkan masyarakat Kalimantan Barat. Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh penjelasan mengenai penyebab gangguan listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
"Kami ingin mendengar secara langsung apa penyebab pemadaman yang cukup sering terjadi dan mengapa durasinya cukup lama. Ini merupakan keluhan yang banyak disampaikan masyarakat," katanya.
Menanggapi hal tersebut, pihak PLN menjelaskan bahwa gangguan pasokan listrik dipicu kendala pada sistem pembangkit di Bengkayang. Karena sistem kelistrikan Kalimantan Barat telah terintegrasi, gangguan pada salah satu pembangkit berdampak pada wilayah lainnya.
PLN menyebutkan proses perbaikan memerlukan waktu karena menyangkut keandalan sistem. Selain itu, perusahaan terus mengupayakan penambahan sumber pembangkit listrik agar pasokan semakin andal dan risiko pemadaman dapat diminimalkan. Pemeliharaan sistem telah rampung pada 11 Juli 2026 dan saat ini kondisi kelistrikan di Kalimantan Barat telah kembali normal.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I, menyambut baik inisiatif Sultan Pontianak tersebut. Menurutnya, dialog yang menghadirkan berbagai elemen masyarakat merupakan modal penting dalam memperkuat kerukunan dan membangun kepercayaan publik.
"Forum seperti ini sangat positif karena mempertemukan pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan generasi muda dalam suasana yang cair dan penuh kekeluargaan. Komunikasi yang terbuka akan melahirkan solusi yang lebih bijaksana dibandingkan membangun prasangka," ujar Muhajirin.
Ia menambahkan, menjaga keamanan dan kondusivitas daerah bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
"Silaturahmi yang terus dirawat akan memperkuat persaudaraan. Ketika ruang dialog dibuka, setiap persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan saling memahami. Semangat seperti inilah yang perlu terus dipelihara agar Kalimantan Barat tetap menjadi daerah yang rukun, damai, dan harmonis," tutur Muhajirin Yanis yang didampingi Kabid Penaiszawa H. Rohadi, M.Si.
Dalam kesempatan itu, Kakanwil Kemenag Kalbar didaulat oleh pihak Istana Kadriah untuk memimpin pembacaan doa. Tampak ratusan hadirin mengaminkan doa tersebut dengan penuh khidmat. (*)