PONTIANAK, SP - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) V pada Jumat (17/7/2026) di Kota Pontianak. Sang petahana, Ermin Elviani hampir dipastikan akan kembali memimpin partai berlambang bintang mercy tersebut untuk periode 2026–2031.
Meskipun agenda pemilihan Ketua DPD belum diketuk palu secara resmi, kepastian terpilihnya kembali Ermin Elviani menguat setelah dirinya menjadi satu-satunya kandidat yang berhak maju dalam pemilihan karena mengantongi dukungan penuh.
Kepada Suara Pemred, Ketua DPD Demokrat Kalbar, Ermin Elviani mengungkapkan bahwa menjelang digelarnya musda, ada perubahan peta calon kandidat yang akan bertarung dalam pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar.
Menjelang pelaksanaan Musda, terjadi perubahan konstelasi politik yang cukup dinamis di internal partai. Ketua DPD Demokrat Kalbar, Ermin Elviani mengungkapkan bahwa dari tiga nama yang sempat mendaftar, hanya dua orang yang mengembalikan berkas pendaftaran. Namun pada detik-detik terakhir, bursa pencalonan mengerucut ke satu nama tunggal.
“Yang daftar tiga orang, kembalikan berkas dua orang. Jadi yang bertarung dua orang saja awalnya,” ujar Ermin Elviani kepada Suara Pemred, Kamis (16/7/2026).
Salah satu kandidat kuat yang merupakan figur nasional, Herzaky Mahendra Putra, memutuskan mundur dari bursa pencalonan di menit-menit akhir. Sementara kandidat lainnya, Suryadman Gidot, dikabarkan tidak berhasil mengamankan syarat dukungan minimal organisasi.
“Pak Herzaky sempat mendaftar, tapi belakangan mundur. Adapun Pak Gidot kabarnya tidak memiliki dukungan. Semua dukungan berbalik ke saya. Tapi kita tunggulah kepastiannya besok, ketuk palunya kan besok,” ungkap Ermin.
Ermin menduga mundurnya Herzaky disebabkan oleh besarnya tanggung jawab yang bersangkutan di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Padahal, Ermin sendiri sebelumnya berada di barisan pendukung Herzaky demi menjaga kondusivitas partai.
“Pak Herzaky tiba-tiba pada hari penutupan tidak mengembalikan berkas pendaftaran. Beliau kemudian meminta saya untuk maju dan memberikan dukungannya. Akhirnya saya mendaftar demi partai, dan hari ini dukungan dari pemilik suara sudah full ke saya,” jelas Ermin.
Musda ke V DPD Demokrat Kalbar menjadi momentum penting bagi kader Demokrat se-Kalbar untuk mengevaluasi kerja organisasi, menyusun program strategis, serta memilih kepengurusan DPD periode mendatang.
Seluruh tahapan penjaringan bakal calon ketua telah dibuka sejak 3 Juni 2026 hingga 9 Juli 2026. Hingga batas akhir pendaftaran, hanya Herzaky Mahendra Putra dan Suryadman Gidot yang sempat mengambil formulir, sebelum akhirnya peta dukungan berubah dan Ermin Elviani resmi mendaftarkan diri.
Ketua Steering Committee (SC) Musda Demokrat Kalbar, Andi Aswad saat itu mengungkapkan, hingga menjelang hari akhir pendaftaran, baru dua kader yang resmi mengambil formulir pendaftaran. Sementara sang petahana, Ermin Elviani, belum mengambil berkas.
"Yang sudah mengambil formulir adalah Bapak Herzaky Mahendra Putra dan Bapak Suryadman Gidot," jelas Andi Aswad, Kamis (9/7/2026).
Andi Aswad memastikan seluruh proses penjaringan calon ketua DPD dilakukan secara terbuka sesuai aturan organisasi.
Sesuai aturan partai, untuk menjadi calon ketua, setiap kandidat yang mendaftar wajib mengantongi dukungan minimal 20 persen dari total pemilik suara sah. Adapun pemilik suara sah terdiri dari 14 DPC kabupaten/kota, satu suara gabungan organisasi sayap, satu suara DPD, dan unsur DPP.
Andi menambahkan, Musda mendatang agendanya tidak sekadar memilih ketua DPD, tetapi juga menjadi forum konsolidasi merumuskan program kerja lima tahun ke depan serta menetapkan target politik partai di Kalbar untuk Pemilu 2029.
Tiga Kekuatan
Jelang gelaran Musda, bursa pemilihan Ketua DPD Demokrat Kalbar sudah menghangat di ruang publik. Sebelum masa pendaftaran bakal calon resmi dibuka, desas-desus mengenai figur-figur potensial yang berminat memimpin partai berlambang bintang mercy ini sudah ramai diperbincangkan.
Ketertarikan publik semakin memuncak setelah beredarnya sebuah materi visual di media sosial bertajuk “Tiga Kader, Tiga Kekuatan”. Gambar tersebut menampilkan tiga sosok kader terbaik Demokrat yang dinilai memiliki kapasitas, rekam jejak, dan keunggulan masing-masing dalam membangun partai, yakni Herzaky Mahendra Putra, Suryadman Gidot, dan Ermin Elviani.
Materi visual yang viral tersebut membedah ketiga figur tersebut dengan latar belakang kekuatan yang sangat berbeda dan saling melengkapi.
Herzaky digambarkan sebagai representasi kader muda strategis yang memiliki jam terbang tinggi di kancah politik nasional.Saat ini dia menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) sekaligus Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat.
Dia juga dikenal sebagai salah satu figur yang sangat dekat dengan Ketua Umum Partai Demokrat dan pernah dipercaya sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Sementara Suryadman Gidot, digambarkan sebagai tokoh senior di Partai Demokrat Kalbar dengan pengalaman panjang di pemerintahan, termasuk pernah menjabat sebagai Bupati Bengkayang selama dua periode.
Gidot juga adalah mantan Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar. Di bawah nakhoda kepemimpinannya, Demokrat Kalbar bertransformasi menjadi salah satu kekuatan politik utama yang diperhitungkan.
Adapun Ermin Elviani ditampilkan sebagai figur sentral yang menjaga stabilitas roda organisasi saat ini. Dia merupakan petahana yang saat ini masih aktif memimpin DPD Partai Demokrat Kalbar sekaligus mengemban amanah sebagai anggota DPRD Provinsi Kalbar.
Ermin juga dinilai sebagai representasi kuat dari kepemimpinan perempuan yang membawa misi keberlanjutan organisasi serta memperkokoh keterwakilan perempuan dalam panggung politik Kalbar. (tim)
Target Rebut Kembali Kejayaan
Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar, Ermin Elviani, menegaskan komitmen kuatnya untuk membawa partai berlambang bintang mercy tersebut merebut kembali masa-masa kejayaannya di Kalbar.
Menatap agenda politik ke depan, Ermin mencanangkan target ekspansif di seluruh lini, mulai dari parlemen daerah, kursi kepala daerah, hingga keterwakilan di tingkat nasional (DPR RI).
Ermin menekankan bahwa target yang diusung bukan sekadar tentang eksistensi, melainkan tentang memperbesar ruang perjuangan bagi kepentingan masyarakat Kalbar melalui kebijakan publik.
Fokus utama yang digarisbawahi oleh Ermin Elviani adalah mengembalikan kursi-kursi legislatif Partai Demokrat yang sempat hilang pada pemilu sebelumnya. Target konkretnya adalah mendudukkan kembali kader-kader terbaik di unsur pimpinan dewan.
"Target kita bukan sekadar mempertahankan apa yang telah diraih, tetapi merebut kembali kejayaan yang pernah kita miliki. Kita ingin mengembalikan kursi-kursi Partai Demokrat yang pernah hilang," tegas Ermin.
Ermin menambahkan, kekuatan di legislatif berkorelasi langsung dengan kemampuan partai dalam mengawal aspirasi rakyat.
"Kita ingin kembali menjadi unsur pimpinan di DPRD Provinsi maupun DPRD kabupaten/kota. Karena semakin kuat representasi kita di lembaga legislatif, semakin besar pula kewenangan dan ruang perjuangan kita untuk menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat," imbuhnya.
Di sektor eksekutif, Ermin mengapresiasi capaian kader yang saat ini menjabat sebagai kepala daerah di Kalbar, seperti Bupati Sekadau, Aron, dan Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi. Namun, ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut harus dilipatgandakan pada pilkada-pilkada mendatang.
“Ke depan, kita harus bekerja lebih keras agar semakin banyak kader Demokrat yang dipercaya rakyat menjadi bupati, wali kota, bahkan InsyaAllah kembali menghadirkan kader terbaik Demokrat sebagai Wakil Gubernur Kalbar,” ujarnya.
Untuk tingkat nasional, Ermin menetapkan target yang jelas berupa pengembalian keterwakilan Partai Demokrat dari daerah pemilihan Kalbar ke Senayan.
"Pada Pemilu mendatang, kita harus mampu mengembalikan keterwakilan Partai Demokrat di DPR RI. Minimal satu kursi dari Daerah Pemilihan Kalbar I dan satu kursi dari Daerah Pemilihan Kalbar II, dan itu harus menjadi tujuan yang kita perjuangkan bersama," ujarnya optimistis.
Demikian pula di tingkat kabupaten dan kota. Demokrat harus meningkatkan jumlah kursi DPRD, memperbanyak unsur pimpinan dewan di 14 kabupaten dan kota, serta memperkuat struktur partai hingga ke tingkat ranting agar kemenangan benar-benar dibangun dari bawah.
Ermin meyakini target ini sangat realistis untuk dicapai, terlebih dengan adanya stimulus positif dari kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di tingkat nasional.
Di bawah kepemimpinan AHY, Partai Demokrat terus menunjukkan kerja nyata, berada di pemerintahan, dan semakin dipercaya rakyat.
“Saya yakin target besar tersebut bukan sesuatu yang mustahil. Kita memiliki fondasi organisasi yang semakin kuat, kader-kader yang militan, serta kepemimpinan nasional yang mampu membangkitkan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
“Semangat, keteladanan, dan capaian beliau (Ketua DPP) harus menjadi energi bagi kita untuk bekerja lebih keras di Kalbar," tutup Ermin. (tim)