Ponticity post author Kiwi 22 September 2026

Penyaluran Bantuan Pangan di Pontianak Timur Dipantau Anggota Komisi IV DPR RI, Pemprov Kalbar Apresiasi Peran Bulog Wilayah

Photo of Penyaluran Bantuan Pangan di Pontianak Timur Dipantau Anggota Komisi IV DPR RI, Pemprov Kalbar Apresiasi Peran Bulog Wilayah

PONTIANAK, SP - Perum BULOG Kantor Wilayah Kalimantan Barat bersama Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. Daniel Johan, S.E., M.M., melakukan monitoring penyaluran Bantuan Pangan di Kantor Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Senin (21/9/2026).

Pemantauan dilakukan untuk memastikan bantuan pangan diterima masyarakat yang berhak dan proses distribusinya berjalan sesuai ketentuan.

Dalam kegiatan tersebut, Daniel Johan mengikuti peninjauan melalui Zoom Meeting sekaligus menyampaikan sambutan.

Sementara itu, Perum BULOG Kanwil Kalbar melakukan pemantauan langsung terhadap proses penyaluran kepada penerima manfaat untuk memastikan distribusi berlangsung tertib dan lancar.

Pemantauan juga dilakukan untuk memastikan komoditas beras yang disalurkan tersedia dengan kualitas sesuai ketentuan dan dapat diterima masyarakat sesuai alokasi yang telah ditetapkan.

Daniel Johan dalam sambutannya menekankan pentingnya memastikan program bantuan pangan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat yang menjadi sasaran.

Menurutnya, pengawasan di lapangan diperlukan agar bantuan yang telah dialokasikan dapat tersalurkan dengan baik dan tidak berhenti hanya pada proses penyediaan komoditas.

“Yang paling penting adalah memastikan bantuan pangan ini betul-betul sampai kepada masyarakat yang berhak menerima. Karena itu, proses penyaluran perlu terus dikawal dan diawasi agar berjalan sesuai dengan ketentuan,” ujar Daniel Johan dalam sambutannya secara daring.

Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi antara BULOG, pemerintah daerah dan legislatif diperlukan untuk mendukung kelancaran program bantuan pangan.

“Program seperti ini membutuhkan sinergi. BULOG memastikan ketersediaan dan penyaluran beras, pemerintah daerah membantu dari sisi pelaksanaan di wilayah, sementara fungsi pengawasan juga perlu dijalankan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

BULOG Pastikan Ketersediaan Beras

Pimpinan Wilayah Perum BULOG Kanwil Kalbar, Rasiwan, mengatakan program bantuan pangan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat Kalimantan Barat, terutama di tengah kondisi yang berdampak terhadap kebutuhan pangan masyarakat.

“Untuk bantuan pangan ini di Kalimantan Barat khusus bulan ini alokasi penerimanya 475 ribu, untuk Kota Pontianak penerima bantuan ini sebanyak 42 ribu penerima, atau sekitar 16 ribu 2 ratus 48 ton di tiga lokasi se Kalimantan Barat,” ujar Rasiwan.

Menurut Rasiwan, penyaluran bantuan pangan menjadi salah satu bagian dari upaya memastikan masyarakat yang masuk dalam sasaran program memperoleh dukungan pemenuhan kebutuhan pangan.

Proses distribusi juga perlu terus dipantau agar bantuan yang telah dialokasikan dapat diterima penerima manfaat sesuai data dan ketentuan.

“BULOG akan terus memastikan ketersediaan beras untuk program bantuan pangan, sehingga proses penyaluran dapat berjalan sesuai alokasi dan kebutuhan yang telah ditetapkan,” kata Rasiwan.

Ia menambahkan, monitoring di tingkat kelurahan menjadi penting untuk mengetahui kondisi pelaksanaan di lapangan sekaligus mengantisipasi apabila terdapat kendala dalam proses distribusi.

“Dengan monitoring langsung seperti ini, kita bisa melihat bagaimana proses penyaluran berjalan dan memastikan bantuan diterima oleh masyarakat sesuai dengan data penerima manfaat,” ujarnya.

Dukung Sinergi BULOG dan Legislatif

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat, Manto, yang turut menghadiri penyaluran bantuan pangan tersebut, mengapresiasi kolaborasi antara BULOG dan legislatif dalam memperluas jangkauan bantuan pangan di Kalimantan Barat.

“Kami mengapresiasi langkah Bulog bersama Anggota DPR RI Daniel Johan dan Adrianus Asia Sidot. Mereka mengucurkan dana pokirnya ke Kalbar untuk kegiatan bantuan pangan sehingga bisa mencapai lebih dari 20 persen warga Kalbar terjangkau bantuan,” ujar Manto.

Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, khususnya pada Dinas Ketahanan Pangan, membuat kolaborasi dengan BULOG dan legislatif menjadi penting dalam pelaksanaan program bantuan pangan.

Menurut Manto, sinergi antarlembaga diperlukan agar dukungan terhadap masyarakat dapat menjangkau kelompok yang membutuhkan.

“Dengan keterbatasan anggaran yang ada, kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan. Bantuan yang disalurkan harus dipastikan tepat sasaran sehingga masyarakat yang membutuhkan benar-benar mendapatkan manfaat,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, distribusi bantuan juga perlu dibarengi dengan pengawasan untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat sesuai sasaran.

Penyaluran Dipantau hingga Tingkat Kelurahan

Pemantauan penyaluran di Kelurahan Dalam Bugis menjadi bagian dari upaya memastikan program berjalan secara tertib dan transparan.

BULOG Kanwil Kalbar terus mendukung kelancaran distribusi melalui penyediaan komoditas beras serta memastikan proses penyaluran hingga sampai kepada penerima manfaat.

Kehadiran unsur pemerintah daerah dan legislatif dalam monitoring tersebut juga menjadi bagian dari pengawasan bersama terhadap pelaksanaan program bantuan pangan.

Melalui pemantauan di tingkat kelurahan, kondisi distribusi dapat diketahui secara langsung, termasuk memastikan tidak terdapat kendala yang menghambat masyarakat dalam menerima bantuan.

Program bantuan pangan juga diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan pokok masyarakat, tetapi turut mendukung ketahanan pangan dan menjaga daya beli masyarakat.

33,2 Juta Penerima Manfaat Secara Nasional

Secara nasional, BULOG pada September 2026 menyatakan siap mempercepat penyaluran bantuan pangan beras kepada 33,2 juta penerima manfaat untuk mendukung ketahanan pangan dan menjaga daya beli masyarakat.

Pelaksanaan program tersebut membutuhkan koordinasi antara BULOG, pemerintah daerah, pemerintah di tingkat wilayah serta unsur legislatif agar proses distribusi dapat berjalan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.

Untuk Kalimantan Barat, pelaksanaan penyaluran di berbagai wilayah terus dilakukan dengan memperhatikan ketersediaan komoditas, data penerima manfaat dan mekanisme distribusi yang berlaku.

Monitoring di Kelurahan Dalam Bugis menjadi salah satu bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut di lapangan.

Dengan monitoring dan koordinasi lintas lembaga, pelaksanaan Bantuan Pangan di Kalimantan Barat diharapkan dapat berlangsung tertib, transparan dan tepat sasaran sehingga manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

BULOG Kanwil Kalbar juga menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan dan kualitas beras selama program berlangsung, sekaligus mendukung kelancaran distribusi hingga bantuan diterima masyarakat penerima manfaat. Beras tersedia, bantuan tersalurkan, dan masyarakat yang berhak menerima manfaatnya. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda