Ponticity post author Kiwi 27 Oktober 2026

Diawali dengan Ritual Adat Pemasangan Pamabakng, ADG 5 Hadirkan 50 Artis Dayak: Bidik Panggung Nasional hingga Mancanegara

Photo of Diawali dengan Ritual Adat Pemasangan Pamabakng, ADG 5 Hadirkan 50 Artis Dayak: Bidik Panggung Nasional hingga Mancanegara

PONTIANAK, SP - Berangkat dari panggung budaya di Kalimantan Barat (KALBAR) , Artis Dayak Generation (ADG) terus berupaya membuka jalan bagi talenta-talenta muda Dayak untuk menapaki panggung yang lebih luas.

Memasuki penyelenggaraan kelima, ADG menghadirkan 50 artis Dayak dari berbagai daerah di Kalimantan Barat dalam Final Show and Concert ADG 5 yang berlangsung pada 27-31 Oktober 2026 di Rumah Radakng, Kota Pontianak.

Tak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan bernyanyi, ADG 5 diharapkan menjadi ruang pembinaan dan pengembangan bakat generasi muda sekaligus memperkuat eksistensi seni budaya Dayak di tengah perkembangan industri musik dan hiburan.

Menjelang pelaksanaan acara, ritual adat pemasangan Pamabakng digelar di Rumah Radakng, Senin (26/10/2026). Ritual tradisional masyarakat Dayak Kanayatn ini menjadi bagian penting dari persiapan kegiatan, sekaligus bentuk penghormatan terhadap adat dan tradisi leluhur.

Pemasangan Pamabakng dimaknai sebagai pagar adat secara spiritual, disertai doa dan permohonan perlindungan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Ritual tersebut juga menegaskan bahwa pengembangan kreativitas generasi muda perlu berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak, Yohanes Nenes, mengatakan ritual tersebut merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan ADG 5 sekaligus upaya menjaga kelestarian adat Dayak di Kalimantan Barat.

Ia berharap seluruh rangkaian Final Show and Concert ADG 5 dapat berlangsung dengan baik, serta menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mengembangkan, dan melestarikan seni budaya Dayak.

Di sisi lain, Founder ADG, Aan Andreas, M.Pd., yang dikenal dengan nama Aand Bagget, menyebut penyelenggaraan tahun ini memiliki sejumlah keistimewaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama dari sisi jumlah artis yang dilibatkan dan peningkatan peserta final.

“Yang paling utama, tahun ini untuk pertama kalinya di Kalimantan Barat kita menghadirkan 50 artis Dayak terbaik yang akan memeriahkan Artis Dayak Generation kelima,” ujar Aan saat diwawancarai di Rumah Radakng, Senin (26/10/2026).

Menurut Aan, keterlibatan puluhan artis Dayak tersebut menjadi salah satu upaya memperluas ruang ekspresi sekaligus mempertemukan talenta-talenta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.

Dari peserta yang mengikuti proses seleksi, semula terdapat 17 peserta yang dijadwalkan tampil di babak final. Namun, dua peserta berhalangan hadir karena sedang menjalani ujian, sehingga 15 finalis akan bersaing menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Jumlah finalis tersebut juga meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang melibatkan 10 peserta. Peningkatan ini diharapkan menjadi penanda berkembangnya minat generasi muda terhadap seni tarik suara sekaligus tumbuhnya kepercayaan terhadap ADG sebagai wadah pengembangan bakat.

Aan menegaskan, ADG tidak semestinya berhenti sebagai kompetisi tahunan. Lebih dari itu, ajang ini diharapkan mampu memberikan ruang pembinaan agar para peserta dapat meningkatkan kualitas vokal, penampilan, kepercayaan diri, dan kesiapan menghadapi persaingan di industri musik.

“Harapan kami, ke depannya ADG semakin hebat dan bisa menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat mereka, terutama di bidang seni atau tarik suara,” katanya.

Ia juga berharap artis-artis Dayak memiliki standar kualitas yang membanggakan dan mampu memperluas jangkauan karier, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional hingga mancanegara.

“Agar ke depannya artis-artis Dayak mempunyai standar yang patut kita banggakan. Tidak hanya menjadi artis daerah, tetapi juga bisa membawa nama Dayak lebih luas, bukan hanya di Kalimantan Barat, kalau bisa di Indonesia bahkan sampai mancanegara. Kenapa tidak?” ungkapnya.

Bagi Aan, potensi tersebut perlu terus didorong melalui kesempatan tampil, pembinaan yang berkelanjutan, serta keberanian generasi muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan publik yang lebih luas.

Pemilihan Rumah Radakng sebagai lokasi penyelenggaraan juga memiliki makna tersendiri. Rumah panjang yang menjadi salah satu ikon budaya Dayak di Kota Pontianak ini merepresentasikan nilai kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong dalam kehidupan masyarakat Dayak.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat ADG dalam mempertemukan talenta dari berbagai daerah dalam satu panggung. Melalui seni musik dan tarik suara, generasi muda tidak hanya diberi kesempatan mengembangkan potensi diri, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan identitas budaya kepada masyarakat luas.

Dengan menghadirkan 50 artis Dayak dan 15 finalis, ADG 5 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem seni lokal sekaligus membuka peluang bagi lahirnya penyanyi-penyanyi Dayak yang mampu bersaing di industri hiburan.

Dari Rumah Radakng, harapan itu kembali dirajut: agar suara dan karya generasi muda Dayak tidak hanya bergema di panggung sendiri, tetapi juga menjangkau panggung nasional, bahkan dunia, tanpa kehilangan akar budaya yang menjadi identitas mereka. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda