KETAPANG, SP - Bupati Ketapang Alexander Wilyo SSTP MSi menghadiri Apel Pergeseran Pasukan 300 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Polda Kalimantan Barat (Kalbar) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ketapang digelar di Halaman Mapolres Ketapang, Minggu (25/10).
Tambahan personel tersebut terdiri atas 200 personel Brimob dan 100 personel Direktorat Samapta (Sabhara) Polda Kalbar. Personel ditempatkan di sejumlah wilayah, di antaranya Kendawangan, Matan Hilir Selatan, Manis Mata, Muara Pawan, Tumbang Titi, Nanga Tayap, Marau, Matan Hilir Utara, Sandai, dan Jelai Hulu, serta Markas Komando Polres Ketapang.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polda Kalbar atas dukungan personel dalam upaya penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang.
Bupati Alexander Wilyo berharap penambahan kekuatan ini dapat mengoptimalkan upaya pemadaman, mencegah meluasnya kebakaran, serta memperkuat sinergi antara Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Bupati Alexander Wilyo juga menyoroti kondisi kemarau panjang yang berdampak pada sejumlah wilayah. Selain ancaman kebakaran, kondisi tersebut turut menimbulkan kebutuhan akan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak.
Sebelumnya, Kabupaten Ketapang juga mendapat dukungan personel BKO Brimob dari Polda Bali sebanyak 60 personel dan Polda Kalimantan Timur sebanyak 30 personel. Selain itu, terdapat tambahan delapan personel operator mobil water treatment dari Brimob Polda Kalbar untuk mendukung pelayanan air bersih.
Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap melalui kolaborasi lintas instansi dan dukungan masyarakat, penanganan karhutla dapat berjalan lebih optimal, risiko kebakaran dapat ditekan, serta dampaknya terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.
“Bersama kita jaga Ketapang dari ancaman karhutla,” ucapnya.(rls)