Ponticity post author Kiwi 26 Oktober 2026

IHF Trophy Thailand, Timnas Handball Indonesia Raih Perak dan Perunggu, Zulfydar Apresiasi Perjuangan Atlet

Photo of IHF Trophy Thailand, Timnas Handball Indonesia Raih Perak dan Perunggu, Zulfydar Apresiasi Perjuangan Atlet Tim Youth dan Junior putra Indonesia meraih medali perunggu dan perak di IHF Trophy Thailand 2026. Ketua Umum PB ABTI Zulfydar Zaidar berharap tim Women’s melanjutkan prestasi.

PONTIANAK, SP – Tim nasional bola tangan atau handball putra Indonesia mencatatkan hasil positif pada ajang IHF Trophy yang berlangsung di Chonburi, Thailand, 21–25 Oktober 2026. Tim Youth meraih medali perunggu, sedangkan tim Junior membawa pulang medali perak.

Ketua Umum Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI), Zulfydar Zaidar Mochtar, mengapresiasi perjuangan para atlet yang telah membawa pulang medali dari kejuaraan tersebut.

“Kami menghargai perjuangan para atlet yang tampil di IHF Trophy. Tim Youth menyuguhkan medali perunggu, sedangkan tim Junior meraih medali perak,” ujar Zulfydar Zaidar di Bangkok, Senin (26/10/2026).

Pada pertandingan perebutan medali perunggu, tim Youth Indonesia tampil meyakinkan dengan mengalahkan Filipina dengan skor telak 48-18.

Sementara itu, tim Junior putra harus puas meraih medali perak setelah kalah dari Thailand dengan skor 31-37 pada pertandingan final. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim Indonesia untuk memperbaiki kekurangan, terutama ketika menghadapi pertandingan penentuan gelar juara.

Zulfydar menilai, keberhasilan meraih medali perak dan perunggu patut diapresiasi. Namun, hasil tersebut juga perlu menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat pembinaan bola tangan di Indonesia.

Menurutnya, pencapaian tim nasional di Thailand diharapkan dapat memotivasi seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) ABTI untuk semakin serius mengembangkan atlet di daerah masing-masing.

“Hasil medali perak bagi tim Junior selain menjadi catatan bagi pemain, juga bagi semua Pengprov ABTI dari seluruh Tanah Air. Semua hasil yang diraih tim nasional di Thailand dapat menggugah semua Pengprov untuk membina atletnya di masa mendatang,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembinaan yang berkesinambungan diperlukan untuk memperluas potensi atlet sekaligus memperkuat daya saing Indonesia dalam menghadapi persaingan bola tangan di tingkat internasional.

Selain kemampuan teknis dan strategi permainan, kesiapan mental dinilai menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian, khususnya ketika tim menghadapi pertandingan final.

Zulfydar mengatakan, kekalahan tim Junior dari Thailand harus menjadi bahan pembelajaran bagi pemain maupun pelatih. Evaluasi diperlukan agar tim dapat menemukan solusi untuk meningkatkan performa ketika menghadapi lawan-lawan kuat.

“Bila mampu meningkatkan mental tanding saat bermain di final, niscaya hasil yang diharapkan dapat terpenuhi untuk tampil juara,” tambahnya.

Keberhasilan tim Youth dan Junior putra meraih medali di Thailand diharapkan menjadi motivasi bagi tim Women’s Indonesia yang akan tampil pada ajang IHF Nations Trophy Asia Zona I-B di Chonburi, Thailand, 27–31 Oktober 2026.

Zulfydar berharap tim putri mampu memanfaatkan momentum tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaik dan bersaing memperebutkan gelar juara.

“Kami berharap tim Women’s yang juga tampil di IHF Nations Trophy Asia Zona I-B bisa keluar sebagai juara. Karena saat tim Junior tampil tahun lalu, mereka sudah mengalahkan tim kuat Vietnam dan tuan rumah Thailand,” paparnya.

Meski demikian, ia menyadari perjuangan tim Indonesia tidak akan mudah. Thailand dan Vietnam diperkirakan menjadi lawan tangguh yang harus dihadapi dalam persaingan menuju gelar juara.

Pengalaman tim Junior putra yang gagal meraih emas setelah kalah dari Thailand menjadi pengingat bahwa kesiapan teknis, strategi, dan mental bertanding harus berjalan beriringan.

Menurut Zulfydar, solusi atas tantangan tersebut perlu ditemukan melalui kerja sama pelatih dan pemain. Kematangan dalam membaca permainan serta kemampuan menjaga fokus ketika menghadapi tekanan akan menjadi bagian penting dalam menentukan hasil pertandingan.

PB ABTI berharap capaian tim putra di IHF Trophy dapat menjadi pemacu semangat bagi tim Women’s untuk tampil maksimal. Pada saat yang sama, prestasi tersebut diharapkan mendorong penguatan pembinaan bola tangan secara berkelanjutan di seluruh Indonesia.(din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda