Ponticity post author Kiwi 27 Oktober 2026

UPGRI Pontianak Perkuat Kerja Sama Internasional Lewat Kuliah Tamu di UiTM Sarawak

Photo of UPGRI Pontianak Perkuat Kerja Sama Internasional Lewat Kuliah Tamu di UiTM Sarawak Universitas PGRI Pontianak memperkuat kerja sama internasional melalui kuliah tamu Dekan FPOK Rusdi di UiTM Sarawak, Malaysia, dengan materi kebijakan dan pengembangan olahraga disabilitas di Indonesia.

PONTIANAK, SP - Universitas PGRI Pontianak terus memperluas kerja sama internasional melalui kegiatan akademik bersama perguruan tinggi luar negeri. Kali ini, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) mengambil bagian melalui kuliah tamu atau visiting lecturer di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Sarawak, Malaysia.

Dekan FPOK Universitas PGRI Pontianak, Rusdi, hadir sebagai dosen tamu dalam kegiatan yang mengangkat tema Inclusive Sports in Indonesia: Policies, Programs, Practices and the Development of Disability Sports pada Jumat (23/10/2026).

Kuliah tamu tersebut diikuti mahasiswa Fakulti Sains Sukan dan Rekreasi UiTM Sarawak. Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah dosen, di antaranya Mohd Asmadzy Ahmad Basra dari UiTM Sarawak, serta Ketua Program Studi Magister Olahraga Universitas PGRI Pontianak, Nevi Hardika, yang mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting.

Rektor Universitas PGRI Pontianak, Muhamad Firdaus menyambut baik berlanjutnya kerja sama internasional yang dilakukan kampus melalui berbagai kegiatan akademik.

Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri menjadi salah satu langkah untuk memperluas wawasan akademik, memperkuat jejaring internasional, serta meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan Universitas PGRI Pontianak.

Firdaus menegaskan, pihaknya berkomitmen membawa Universitas PGRI Pontianak menghasilkan lulusan yang unggul dan memiliki daya saing global.

Melalui keterlibatan dosen dalam kegiatan akademik internasional, universitas juga berupaya memperluas pertukaran pengetahuan dan pengalaman sekaligus memperkenalkan kontribusi akademisi kampus kepada komunitas pendidikan di tingkat internasional.

Partisipasi Rusdi sebagai dosen tamu di UiTM Sarawak menjadi salah satu bentuk keterlibatan tersebut, sekaligus membuka ruang bagi penguatan hubungan akademik antara kedua perguruan tinggi.

Dalam pemaparannya, Rusdi membahas kebijakan, regulasi, serta perkembangan olahraga bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Materi tersebut mencakup kerangka hukum yang menjadi landasan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan penyelenggaraan olahraga nasional.

Ia menjelaskan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan olahraga yang inklusif.

Menurutnya, pengembangan olahraga disabilitas tidak hanya berkaitan dengan kesempatan berpartisipasi dalam kompetisi, tetapi juga menyangkut pemenuhan hak, aksesibilitas fasilitas, dukungan pendanaan, serta penerimaan masyarakat terhadap atlet penyandang disabilitas.

Rusdi turut menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam pengembangan olahraga disabilitas di Indonesia, mulai dari keterbatasan fasilitas dan pendanaan hingga stigma sosial serta kesempatan yang belum merata.

Melalui materi tersebut, mahasiswa dan akademisi diharapkan memperoleh pemahaman lebih luas mengenai kebijakan dan praktik olahraga inklusif, sekaligus melihat berbagai tantangan yang perlu diatasi untuk mendorong perkembangan olahraga disabilitas.

Kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi Universitas PGRI Pontianak dan UiTM Sarawak, khususnya dalam bidang pendidikan olahraga dan pengembangan olahraga inklusif.

Ke depan, Universitas PGRI Pontianak terus mendorong kerja sama internasional sebagai bagian dari pengembangan tridarma perguruan tinggi, terutama dalam memperluas kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.(din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda