Ponticity post author elgiants 28 Juli 2026

Pertamina Tambah 176 KL BBM dan Perpanjang Operasional SPBU, Urai Kepadatan di Pontianak dan Kubu Raya

Photo of Pertamina Tambah 176 KL BBM dan Perpanjang Operasional SPBU, Urai Kepadatan di Pontianak dan Kubu Raya

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bergerak cepat memperkuat pasokan dan pelayanan guna mengurai antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Perusahaan memastikan stok BBM dalam kondisi aman serta distribusi terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berbagai langkah mitigasi langsung dilakukan, mulai dari penambahan pasokan hingga memperpanjang jam operasional sejumlah SPBU agar kapasitas pelayanan meningkat dan antrean kendaraan dapat berangsur berkurang.

Sebagai bagian dari upaya percepatan pelayanan, Pertamina memperpanjang operasional beberapa SPBU hingga tengah malam. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mempercepat penyaluran BBM kepada masyarakat, terutama di SPBU yang mengalami lonjakan permintaan.

Selain itu, Pertamina menyalurkan tambahan pasokan BBM sebanyak 176 kiloliter secara bertahap sejak Senin malam (27/7/2026). Pasokan tambahan diprioritaskan ke SPBU yang mengalami kepadatan kendaraan dan peningkatan konsumsi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk respons cepat Pertamina dalam menjaga kelancaran distribusi energi kepada masyarakat.

“Pertamina bergerak cepat melakukan berbagai langkah mitigasi dengan menambah pasokan dan memperpanjang jam operasional sejumlah SPBU. Sebanyak 176 kiloliter BBM disalurkan dengan prioritas pada titik-titik yang mengalami peningkatan permintaan. Kami memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan terus memantau perkembangan di lapangan,” ujarnya pada Selasa (28/7/2026).

Menurut Edi, selain memperkuat distribusi, Pertamina juga meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan pelayanan di lapangan berjalan tertib dan aman.

Perusahaan telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum untuk membantu pengamanan sekaligus mengatur arus kendaraan di sejumlah SPBU yang mengalami kepadatan.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pengisian BBM sekaligus mengurangi antrean yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Tim kami terus memantau penyaluran dan kondisi SPBU secara langsung. Pertamina terus memastikan distribusi BBM berjalan dan mengimbau masyarakat untuk membeli sesuai kebutuhan agar pelayanan dapat berlangsung lebih tertib dan merata,” tambah Edi.

Pertamina menegaskan akan terus memperkuat distribusi BBM hingga kondisi pelayanan di seluruh SPBU kembali normal. Evaluasi dilakukan secara berkala dengan memantau perkembangan kebutuhan di lapangan sehingga penambahan pasokan dapat disesuaikan apabila diperlukan.

Perusahaan juga memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum akan terus dilakukan guna mempercepat pemulihan pelayanan di wilayah Pontianak dan Kubu Raya.

Bagi masyarakat yang memerlukan informasi mengenai produk maupun layanan Pertamina, atau ingin menyampaikan pengaduan, dapat menghubungi Pertamina Call Center 135, mengirimkan email ke [email protected], atau melalui akun media sosial resmi @pertamina135.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta PT Pertamina Patra Niaga segera menormalkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Pontianak.

Menurutnya, kondisi tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi memengaruhi kelancaran mobilitas maupun roda perekonomian apabila tidak segera diatasi.

"Saya meminta Pertamina bergerak cepat agar distribusi BBM kembali normal. Masyarakat tidak boleh terus menunggu dalam antrean panjang hanya untuk mendapatkan bahan bakar," ujar Edi.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Pontianak menghormati penjelasan Pertamina mengenai kendala distribusi akibat kapal pengangkut BBM harus menunggu air pasang Sungai Kapuas. Namun, pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas dan kondisi tersebut perlu diantisipasi agar tidak terus berulang.

"Apapun kendalanya, masyarakat tidak boleh menjadi pihak yang menanggung dampaknya terlalu lama. Distribusi harus segera dipulihkan dan langkah antisipasi perlu disiapkan agar kejadian serupa tidak terulang," tegasnya.

Edi juga meminta Pertamina menambah pasokan ke SPBU yang terdampak serta menyampaikan informasi secara terbuka mengenai perkembangan distribusi dan estimasi waktu normalisasi.

"Kepastian informasi sangat penting agar masyarakat tetap tenang dan tidak terjadi kepanikan yang justru memperpanjang antrean di SPBU," pungkasnya. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda