PONTIANAK, SP - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I., memberikan sambutan pada acara Buka Puasa Bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Aula Kanwil Kemenag Kalbar, Sabtu (7/03/2026) sore.
Dalam sambutannya, Muhajirin menyampaikan bahwa Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat memiliki hubungan kemitraan yang sangat erat dengan MUI.
Ia mengapresiasi MUI Provinsi Kalimantan Barat yang di tengah berbagai kesibukan tetap dapat bersilaturahmi dalam kegiatan buka puasa bersama.
Menurutnya, Majelis Ulama Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan umat. Para ulama tidak hanya menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menjadi penyejuk di tengah masyarakat ketika suasana mulai memanas akibat perbedaan pandangan.
“Kami merasakan betul bagaimana kehadiran para ulama mampu membantu menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. Beberapa waktu lalu, MUI juga telah memberikan fatwa terhadap paham tarekat tertentu dengan keputusan yang sangat komprehensif dan bijaksana,” ujarnya.
Muhajirin menambahkan bahwa Majelis Ulama merupakan kumpulan orang-orang yang alim dan bijaksana. Oleh karena itu, Kementerian Agama tidak dapat berjalan sendiri tanpa pandangan, nasihat, dan kearifan para ulama.
“Kita bersyukur di Kalimantan Barat hubungan antara Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia berjalan dengan baik. Sinergi ini menjadi kekuatan dalam membimbing umat dan menjaga keharmonisan kehidupan beragama di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Kalimantan Barat, KH. Basri Har, menyampaikan bahwa saat ini umat Islam telah memasuki hari ke-18 bulan Ramadan dengan malam tarawih ke-19.
Bahkan, di beberapa tempat sudah memasuki malam ke-20 karena perbedaan metodologi dalam penentuan awal Ramadan. Namun menurutnya, perbedaan tersebut tidak seharusnya memecah persatuan umat.
“Kita tentu mengambil hikmah dari perbedaan tersebut. Namun saya sering terpikir apakah ada metodologi yang bisa kita sampaikan kepada umat agar perbedaan ini tidak menimbulkan kebingungan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti hal penting dalam menyikapi Ramadan. Semangat umat di masjid dan surau yang biasanya sangat ramai di awal Ramadan, namun mulai berkurang ketika memasuki pertengahan hingga akhir bulan.
“Bagaimana kita mencari metodologi yang tepat agar semangat umat dalam memakmurkan masjid selama Ramadan tetap terjaga hingga akhir,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Kalimantan Barat, Prof. Dr. KH. Wajidi Sayadi, mengingatkan pentingnya kedekatan umat dengan Al-Qur’an selama Ramadan.
“Kita tidak boleh jauh dari Al-Qur’an, apalagi sampai berpisah darinya. Karena pada prinsipnya manusia sering diliputi kelalaian, sehingga Al-Qur’an menjadi pengingat dan penuntun bagi kehidupan kita,” tuturnya.
Kegiatan buka puasa bersama ini turut dihadiri oleh seluruh Pengurus MUI Provinsi Kalimantan Barat serta menjadi momentum mempererat silaturahmi antara ulama dan jajaran Kementerian Agama di Kalimantan Barat. (*)