PONTIANAK, SP - Pertamina memastikan pasokan elpiji 3 kilogram di Kota Pontianak tetap aman, meski dalam beberapa hari terakhir muncul antrean di sejumlah pangkalan.
Meningkatnya permintaan menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta libur akhir pekan ditengarai sebagai faktor utama terjadinya antrean.
Untuk menjawab kebutuhan masyarakat, Pertamina menyiapkan langkah antisipasi berupa ekstra dropping atau penambahan pasokan.
Muhammad Fadlan Ariska, Sales Branch Manager (SBM) Kalbar V Gas PT Patra Niaga Kalimantan menjelaskan, fenomena antrean yang sempat terlihat di beberapa titik bukan berarti terjadi kelangkaan.
Menurutnya, distribusi elpiji berjalan normal, hanya saja terjadi lonjakan permintaan di waktu yang bersamaan.
"Bahkan pada Jumat lalu, meskipun bertepatan dengan libur nasional Maulid Nabi, Pertamina tetap melakukan penyaluran dengan ekstra dropping sebesar 50 persen dari alokasi harian,” ujarnya, Senin (8/9/2025).
Fadlan menambahkan, peningkatan konsumsi masyarakat menjelang hari besar keagamaan memang biasa terjadi. Pertamina pun sudah mengantisipasi dengan menyalurkan tambahan pasokan.
Ia juga menegaskan koordinasi terus dilakukan dengan Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan.
“Kita sudah bertemu dan berkoordinasi agar bisa sama-sama memonitor. Yang paling kita khawatirkan adalah distribusi tidak tepat sasaran, karena ada oknum yang membeli untuk dijual kembali. Elpiji 3 kilogram ini jelas peruntukannya untuk rumah tangga, UMKM, petani, dan nelayan. Namun terkadang ada panic buying, baik dari konsumen maupun pengecer,” jelasnya.
Fadlan memastikan setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti. Misalnya di wilayah Pontianak Utara, ketika ada laporan Pertamina segera mengarahkan agen untuk menambah suplai.
“Proses penyaluran ini memang bertahap, dari SPBE ke agen lalu ke pangkalan. Semua laporan yang masuk langsung kita penuhi,” katanya.
Menurutnya, kondisi di lapangan sebenarnya tidak menunjukkan kelangkaan. Ada beberapa wilayah di Kota Pontianak yang penyalurannya berjalan normal tanpa antrean. Hal ini membuktikan pasokan tetap terkendali, hanya saja distribusi harus dipantau lebih ketat.
Untuk mencegah penyelewengan, Pertamina menerapkan sistem digitalisasi melalui aplikasi MyPertamina. Setiap pembeli diwajibkan menunjukkan KTP, yang kemudian tercatat secara digital.
“Dengan sistem ini, kalau ada warga membeli berulang di pangkalan berbeda akan langsung terlihat. Ini upaya kita agar distribusi benar-benar tepat sasaran,” ungkapnya.
Ia memastikan, apabila dibutuhkan tambahan, pihaknya siap kembali melakukan ekstra dropping dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah. Pertamina bersama pemerintah daerah terus berupaya menjaga kelancaran distribusi elpiji 3 kilogram.
“Kalau nanti diperlukan, kita akan lakukan ekstra dropping tambahan. Kita berkomitmen stok tetap tersedia dan masyarakat tidak perlu khawatir,” tandasnya.
Langkah Pertamina ini diharapkan bisa menenangkan masyarakat sekaligus memastikan distribusi elpiji 3 kilogram tetap merata.
Dengan kerja sama pemerintah daerah, agen, hingga pengawasan digital, pasokan elpiji dipastikan tetap aman, terutama bagi masyarakat kecil yang paling membutuhkan. (din)