KETAPANG, SP - Kreasi Muhammadiyah Ketapang kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan melalui pelatihan yang mengangkat pentingnya growth mindset sebagai fondasi membangun sekolah inklusif.
Dalam pelatihan yang dilaksanakan baru-baru ini, peserta didorong untuk mengubah cara pandang terhadap potensi anak didik melalui pendekatan deep learning.
Dengan growth mindset, guru diajak untuk yakin bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda dan unik. Pendekatan ini menekankan bahwa ketidakmampuan bukanlah sesuatu yang tetap, melainkan proses yang belum selesai.
“Jika anak belum bisa matematika, bukan berarti dia tidak bisa. Mungkin dia hanya belum bisa,” tegas salah satu fasilitator pelatihan.
Melalui pola pikir yang mendalam dan reflektif, para guru mulai menyadari pentingnya menemani anak dalam proses belajar mereka, memberikan dorongan, serta menciptakan ruang aman untuk terus mencoba.
Hal ini menjadi dasar kuat dalam mewujudkan sekolah yang inklusif—sekolah yang menerima keberagaman kemampuan, latar belakang, dan cara belajar setiap anak.
Semangat ini sejalan dengan visi Kreasi Muhammadiyah Ketapang untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga tumbuh kembang karakter dan kemanusiaan anak.
Dengan kolaborasi dan semangat perubahan, para guru dipersiapkan untuk menjadi agen transformasi di sekolah masing-masing.
“Melalui deep learning dan growth mindset, kita belajar memandang anak bukan dari kekurangannya, tetapi dari potensi yang bisa dikembangkan. Sekolah inklusif bukan lagi impian, tapi bisa jadi kenyataan jika kita semua mau bergerak bersama,” tutup salah satu narasumber. (*)