Potret post author Kiwi 28 Oktober 2026

Dari Prestasi Nasional SMKN 7 Pontianak hingga Ratusan Edukasi Setahun, Astra Motor Kalbar Menyalakan Semangat Cari Aman Jaga Nyawa di Jalan Raya

Photo of Dari Prestasi Nasional SMKN 7 Pontianak hingga Ratusan Edukasi Setahun, Astra Motor Kalbar Menyalakan Semangat Cari Aman Jaga Nyawa di Jalan Raya

PONTIANAK, SP - Keselamatan berkendara tidak selalu dimulai dari jalan raya. Ada kalanya, ia tumbuh dari ruang kelas, percakapan sederhana antara guru dan murid, latihan menyampaikan pesan kepada teman sebaya, hingga keberanian anak-anak muda mengingatkan orang di sekitarnya bahwa setiap perjalanan memiliki risiko yang harus dipahami dan diantisipasi.

Dari ruang-ruang pembelajaran seperti itulah kesadaran berlalu lintas perlahan dibangun. Bukan hanya agar seseorang mampu mengendarai sepeda motor, melainkan juga agar memahami bahwa keselamatan merupakan kebutuhan, tanggung jawab, dan kebiasaan yang harus dibawa ke mana pun perjalanan mengarah.

Semangat tersebut tergambar dalam kiprah SMK Negeri 7 Pontianak yang berhasil mengharumkan nama Kalimantan Barat di tingkat nasional. Melalui ajang Cari Aman Academy 2026 yang diselenggarakan PT Astra Honda Motor (AHM), sekolah ini berhasil meraih Juara 3 Best SR Creative Activity Award.

Prestasi itu menjadi lebih dari sekadar pencapaian dalam sebuah kompetisi. Di balik penghargaan tersebut, terdapat proses pembelajaran, kerja sama, kreativitas, serta upaya menanamkan budaya keselamatan berkendara di kalangan generasi muda. Sebuah proses yang memperlihatkan bahwa pesan keselamatan akan lebih mudah diterima ketika disampaikan dengan cara yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Bagi Astra Motor Kalimantan Barat, pencapaian SMKN 7 Pontianak sekaligus menjadi pengingat bahwa edukasi keselamatan berkendara tidak cukup dilakukan sekali, kemudian dianggap selesai. Kesadaran harus terus dipupuk, diulang, dan diperluas agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya melindungi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Bawa Nama Kalbar ke Tingkat Nasional

Cari Aman Academy 2026 berlangsung pada 6–8 Oktober 2026 di Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, Semarang. Kegiatan ini mempertemukan 570 siswa dan guru dari 38 sekolah mitra binaan Astra Honda dari berbagai daerah di Indonesia.

Di tengah peserta yang datang dengan kemampuan dan kreativitas masing-masing, perwakilan SMKN 7 Pontianak berusaha menunjukkan bahwa edukasi keselamatan berkendara dapat disampaikan secara menarik, komunikatif, dan relevan dengan kehidupan anak muda.

Tiga unsur menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut, yakni pengetahuan atau knowledge, keterampilan atau skill, serta kreativitas atau creativity. Ketiganya menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya mengetahui aturan, tetapi juga mampu menerapkannya dan menyampaikan kembali pesan keselamatan kepada lingkungan sekitarnya.

SMKN 7 Pontianak mengirimkan Anisa dan Aida sebagai Agent, Widyo Handoyo sebagai Task Force, serta Febri Andrian, instruktur Safety Riding Astra Motor Kalbar, yang mendampingi proses persiapan mereka.

Peran masing-masing menjadi bagian dari satu rangkaian kerja. Pengetahuan perlu diterjemahkan menjadi tindakan, tindakan harus dibiasakan, sementara pesan yang sudah dipahami perlu dikomunikasikan dengan cara yang mudah diterima oleh orang lain.

Di sinilah kreativitas memperoleh tempat penting. Sebab, berbicara mengenai keselamatan berkendara tidak selalu harus dimulai dengan daftar larangan atau penjelasan panjang mengenai peraturan. Pesan yang sama dapat disampaikan melalui pendekatan yang lebih akrab, bahasa yang sederhana, serta aktivitas yang membuat peserta merasa terlibat.

Bagi kalangan pelajar, pendekatan seperti itu memiliki arti tersendiri. Teman sebaya sering kali menjadi lingkungan terdekat dalam membentuk kebiasaan, termasuk kebiasaan ketika menggunakan sepeda motor. Ketika pesan keselamatan datang dari sesama pelajar, ajakan tersebut dapat terasa lebih dekat dengan pengalaman mereka sehari-hari.

Anisa, Aida, dan Widyo Handoyo pun tidak hanya membawa nama sekolah dalam kompetisi tersebut. Mereka turut membawa harapan bahwa generasi muda dapat mengambil peran sebagai penyampai pesan keselamatan, bukan semata-mata sebagai penerima edukasi.

Penghargaan Juara 3 Best SR Creative Activity Award menjadi buah dari proses tersebut. Capaian itu sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas dalam menyampaikan pesan keselamatan memiliki ruang untuk berkembang, bahkan dapat menjadi salah satu kekuatan yang membedakan sebuah tim di antara peserta dari berbagai daerah.

Prestasi dari Pembelajaran Terpadu

Setiap prestasi memiliki cerita yang tidak seluruhnya terlihat ketika nama pemenang diumumkan. Ada proses memahami materi, membangun kekompakan, menyesuaikan gagasan, serta mempersiapkan diri menghadapi penilaian. Dalam kegiatan edukasi keselamatan berkendara, proses tersebut menjadi penting karena peserta dituntut memahami pesan yang mereka bawa sebelum menyampaikannya kepada orang lain.

Pendampingan yang dilakukan Febri Andrian menjadi bagian dari upaya mempersiapkan perwakilan SMKN 7 Pontianak. Sebagai instruktur Safety Riding Astra Motor Kalbar, ia membantu peserta memahami bahwa keselamatan bukan hanya persoalan keterampilan mengendarai sepeda motor, melainkan juga cara berpikir dan mengambil keputusan ketika berada di jalan.

Seseorang mungkin telah mampu mengendalikan kendaraan dengan baik. Namun, kemampuan itu tetap perlu disertai pemahaman terhadap kondisi lalu lintas, kepatuhan terhadap aturan, penggunaan perlengkapan berkendara yang sesuai, serta kesadaran untuk tidak mengambil risiko yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Pemahaman inilah yang perlu dibangun sejak usia sekolah. Masa pelajar merupakan periode ketika kebiasaan mulai terbentuk dan pengaruh lingkungan pergaulan begitu kuat. Karena itu, edukasi keselamatan berkendara menjadi kesempatan untuk menanamkan prinsip kehati-hatian sebelum kebiasaan yang keliru berkembang menjadi perilaku sehari-hari.

Febri mengatakan, proses persiapan tidak hanya diarahkan pada kemampuan peserta mengikuti kompetisi, tetapi juga pada bagaimana mereka memahami dan menyampaikan pesan keselamatan.

“Selama proses persiapan, kami berusaha membangun pemahaman bahwa keselamatan berkendara bukan hanya soal kemampuan mengendarai sepeda motor, tetapi juga bagaimana menyampaikan pesan yang bisa mengubah kebiasaan. Pencapaian ini menjadi pengalaman berharga bagi Anisa, Aida, dan Widyo Handoyo untuk terus berkembang dan mengajak lebih banyak teman sebaya agar selalu mengutamakan keselamatan di jalan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa ukuran keberhasilan edukasi tidak berhenti pada kemampuan peserta menjawab pertanyaan atau menampilkan kreativitas di hadapan juri. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana pengetahuan itu dapat dibawa pulang, diterapkan, dan dibagikan kepada lingkungan terdekat.

Pengalaman mengikuti kegiatan tingkat nasional juga membuka kesempatan bagi para peserta untuk melihat bagaimana sekolah lain mengembangkan pendekatan edukasi keselamatan. Pertemuan dengan peserta dari berbagai daerah memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan dan pengalaman, sehingga pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui materi, tetapi juga melalui interaksi.

Bagi SMKN 7 Pontianak, penghargaan tersebut dapat menjadi modal untuk memperkuat kegiatan keselamatan berkendara di lingkungan sekolah. Prestasi akan semakin bermakna ketika tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat, melainkan mendorong lebih banyak siswa untuk terlibat dan menjadikan keselamatan sebagai bagian dari budaya sekolah.

Dari Sekolah, Pesan Keselamatan Menjangkau Masyarakat

Apa yang dilakukan di lingkungan sekolah merupakan salah satu bagian dari upaya yang lebih luas. Di Kalimantan Barat, Astra Motor Kalbar juga menjalankan edukasi Safety Riding bagi berbagai kelompok masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan prinsip berkendara aman kepada orang-orang dengan latar belakang, usia, dan aktivitas yang berbeda.

Edukasi keselamatan berkendara menyentuh banyak sisi kehidupan. Pelajar yang mulai mengenal sepeda motor, komunitas yang menggunakan kendaraan untuk beraktivitas bersama, pekerja yang menempuh perjalanan setiap hari, hingga masyarakat umum yang menjadikan sepeda motor sebagai sarana mobilitas memiliki kebutuhan pemahaman yang sama: bagaimana melakukan perjalanan dengan aman dan bertanggung jawab.

Di wilayah yang aktivitas masyarakatnya tersebar di berbagai kawasan, sepeda motor memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas. Kendaraan roda dua digunakan untuk berangkat bekerja, bersekolah, menjalankan usaha, mengunjungi keluarga, maupun memenuhi berbagai kebutuhan harian.

Namun, semakin sering kendaraan digunakan, semakin penting pula pemahaman mengenai risiko di jalan. Kondisi jalan, cuaca, kepadatan lalu lintas, perilaku pengguna jalan lain, dan keputusan pengendara dapat memengaruhi keselamatan selama perjalanan.

Karena itu, edukasi tidak cukup hanya mengingatkan masyarakat agar berhati-hati. Pemahaman perlu dibangun melalui penjelasan yang tepat, contoh perilaku yang baik, serta pengulangan pesan yang membuat prinsip keselamatan semakin mudah diingat.

Astra Motor Kalbar secara rutin menyelenggarakan kegiatan edukasi Safety Riding dengan frekuensi yang disebut mencapai sekitar 15 kali dalam sebulan. Jika ritme tersebut dapat dipertahankan sepanjang tahun, kegiatan ini berpotensi menjangkau masyarakat melalui ratusan sesi edukasi. Jumlah dan capaian tahunan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan data pelaksanaan resmi.

Rutinitas tersebut memperlihatkan bahwa edukasi keselamatan membutuhkan kesinambungan. Satu kegiatan dapat menjadi awal bagi peserta untuk mengenal prinsip berkendara aman, tetapi penguatan melalui kegiatan lain diperlukan agar pemahaman tersebut tidak mudah dilupakan.

Dalam setiap kesempatan, pesan yang dibawa pada dasarnya sederhana: keselamatan tidak seharusnya dipertaruhkan hanya karena terburu-buru, merasa sudah mahir, atau menganggap perjalanan dekat tidak memiliki risiko.

Perjalanan yang singkat sekalipun tetap membutuhkan kesiapan. Kondisi kendaraan perlu diperhatikan, perlengkapan berkendara harus digunakan dengan benar, dan pengendara harus mampu mengendalikan diri ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.

Kesadaran seperti inilah yang ingin dibangun melalui kegiatan Safety Riding. Bukan untuk menimbulkan ketakutan ketika masyarakat menggunakan sepeda motor, melainkan agar mereka memahami risiko secara lebih baik dan memiliki kebiasaan yang membantu mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Menanamkan Kebiasaan, Bukan Sekadar Menyampaikan Aturan

Edukasi keselamatan berkendara memiliki tantangan tersendiri. Masyarakat mungkin sudah sering mendengar imbauan untuk menggunakan helm, mematuhi rambu, menjaga jarak aman, dan tidak menggunakan telepon genggam ketika berkendara. Akan tetapi, mengetahui sebuah aturan tidak selalu berarti seseorang akan menjalankannya secara konsisten.

Di antara pengetahuan dan tindakan, ada kebiasaan yang harus dibentuk. Kebiasaan itu tumbuh dari pemahaman, contoh yang baik, kedisiplinan, dan kesediaan untuk mengutamakan keselamatan meskipun tidak sedang diawasi orang lain.

Seseorang, misalnya, mungkin memahami pentingnya helm. Namun, kesadaran yang sesungguhnya terlihat ketika ia tetap mengenakan helm dengan benar meskipun hanya berkendara dalam jarak dekat. Begitu pula dengan kepatuhan terhadap rambu dan batas kecepatan, yang seharusnya menjadi bagian dari perilaku sehari-hari, bukan sekadar dilakukan ketika ada petugas.

Di sinilah edukasi berulang menemukan relevansinya. Pesan keselamatan perlu hadir dalam beragam situasi agar masyarakat tidak hanya mengingatnya sebagai materi sosialisasi, tetapi menjadikannya pertimbangan ketika mengambil keputusan di jalan.

Kegiatan edukasi juga memberi ruang bagi peserta untuk bertanya, memahami contoh kasus, dan menilai kembali kebiasaan yang selama ini dianggap biasa. Melalui proses tersebut, keselamatan dapat dipahami sebagai tanggung jawab bersama yang melibatkan pengendara, penumpang, keluarga, lembaga pendidikan, komunitas, dan seluruh pengguna jalan.

Astra Motor Kalbar memandang edukasi Safety Riding sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran tersebut. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin menjadi salah satu jalan untuk mendekatkan pesan keselamatan kepada masyarakat dengan pendekatan yang sesuai kebutuhan peserta.

Kepala Wilayah Astra Motor Kalbar, Thamsir Sutrisno, menekankan pentingnya edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran keselamatan semakin kuat di tengah masyarakat.

“Bagi kami, edukasi Safety Riding bukan sekadar menyampaikan aturan berkendara, tetapi juga membangun kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kami terus berupaya menjangkau berbagai kalangan melalui kegiatan edukasi yang dilaksanakan secara rutin. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya berkendara dengan aman dan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan dalam setiap perjalanan,” demikian pernyataan yang dapat digunakan setelah dikonfirmasi dan disetujui narasumber.

Pesan tersebut menempatkan edukasi sebagai bagian dari upaya jangka panjang. Hasilnya tidak selalu dapat diukur hanya dari banyaknya peserta yang hadir atau jumlah kegiatan yang terlaksana. Perubahan cara pandang dan kebiasaan juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.

Ketika seorang pelajar mulai mengingatkan temannya untuk mengenakan helm dengan benar, ketika orang tua memberikan contoh tertib berlalu lintas kepada anak, atau ketika anggota komunitas saling mengingatkan agar tidak berkendara secara berisiko, pesan keselamatan telah bergerak keluar dari ruang edukasi menuju kehidupan sehari-hari.

Perubahan kecil seperti itu mungkin tidak selalu terlihat sebagai sebuah pencapaian besar. Namun, kebiasaan baik yang dilakukan berulang dapat menjadi fondasi bagi budaya keselamatan yang lebih kuat.

Menggerakkan Generasi Muda Menjadi Pelopor

Generasi muda memiliki posisi strategis dalam penyebaran pesan keselamatan. Mereka bukan hanya kelompok yang perlu mendapatkan edukasi, tetapi juga dapat menjadi penggerak yang membawa pesan tersebut ke lingkungan pergaulan, keluarga, dan komunitas.

Keterlibatan pelajar dalam Cari Aman Academy 2026 memperlihatkan potensi tersebut. Melalui peran sebagai Agent dan Task Force, para peserta belajar bahwa menyampaikan pesan keselamatan memerlukan pemahaman, keterampilan komunikasi, dan kreativitas.

Mereka juga memiliki kesempatan untuk memahami bahwa perilaku berkendara bukan semata-mata urusan pribadi. Keputusan seorang pengendara dapat memengaruhi keselamatan penumpang, pengguna jalan lain, dan orang-orang yang berada di sekitarnya.

Ketika generasi muda memahami hal tersebut, mereka dapat menjadi bagian dari perubahan. Ajakan untuk berkendara dengan aman tidak lagi dipandang sebagai pesan formal yang datang dari luar, tetapi sebagai kepedulian yang tumbuh di antara sesama.

Peran pelopor keselamatan juga tidak harus diwujudkan melalui kegiatan besar. Kebiasaan sederhana, seperti memastikan helm terpasang dengan benar, tidak memaksakan diri ketika lelah, menjaga jarak aman, dan menghormati hak pengguna jalan lain, merupakan bentuk nyata penerapan nilai keselamatan.

Dari sekolah, kebiasaan itu dapat dibawa ke rumah. Dari rumah, ia dapat tumbuh dalam lingkungan pertemanan. Selanjutnya, pesan yang sama dapat menjangkau masyarakat melalui berbagai kegiatan dan interaksi sehari-hari.

Bagi Astra Motor Kalbar, keterlibatan sekolah seperti SMKN 7 Pontianak menjadi salah satu contoh bagaimana edukasi dapat memberi ruang bagi generasi muda untuk berperan aktif. Prestasi nasional yang diraih para peserta sekaligus menjadi dorongan agar kegiatan serupa terus dikembangkan dan semakin banyak pelajar mendapatkan kesempatan untuk belajar tentang keselamatan berkendara.

Marketing Manager Astra Motor Kalbar, Chrystian David, mengapresiasi pencapaian SMKN 7 Pontianak yang berhasil membawa pulang penghargaan dari ajang nasional tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi pencapaian SMKN 7 Pontianak yang berhasil meraih Juara 3 Best SR Creative Activity Award di tingkat nasional. Ini menjadi kebanggaan bagi Kalimantan Barat sekaligus motivasi bagi kami untuk terus mendukung generasi muda agar berani berkreasi dan menjadi pelopor keselamatan berkendara,” ujarnya.

Apresiasi itu juga menjadi pengakuan terhadap kerja sama yang terbangun antara sekolah, peserta, dan pendamping. Keselamatan berkendara membutuhkan keterlibatan banyak pihak karena pembentukan kebiasaan tidak dapat dibebankan kepada satu lembaga saja.

Sekolah dapat menyediakan ruang pembelajaran, keluarga memberikan contoh dalam keseharian, komunitas membangun kebiasaan saling mengingatkan, sedangkan pihak yang memiliki kompetensi di bidang Safety Riding dapat membantu memperkuat pemahaman melalui edukasi yang tepat.

Jika seluruh unsur tersebut bergerak bersama, pesan keselamatan berpeluang menjangkau lebih banyak orang dan bertahan lebih lama dalam kehidupan sehari-hari.

#Cari_Aman sebagai Bagian dari Perjalanan

Pada akhirnya, semangat #Cari_Aman tidak berhenti pada slogan. Nilai tersebut memperoleh makna ketika diterapkan dalam keputusan sederhana yang diambil setiap kali seseorang hendak memulai perjalanan.

Memastikan kondisi tubuh cukup fit, memeriksa kendaraan, menggunakan perlengkapan keselamatan, mematuhi rambu, serta mengendalikan kecepatan merupakan bagian dari kesiapan yang perlu dibangun. Demikian pula kesediaan untuk tidak memaksakan diri ketika lelah atau menghindari tindakan yang dapat membahayakan pengguna jalan lain.

Keselamatan juga menuntut kesabaran. Di tengah aktivitas yang padat, keinginan untuk segera sampai ke tujuan terkadang membuat orang mengabaikan hal-hal mendasar. Padahal, sampai ke tempat tujuan dengan selamat jauh lebih penting daripada tiba beberapa menit lebih cepat dengan mengambil risiko yang tidak perlu.

Kesadaran seperti itu perlu terus dihidupkan melalui edukasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Bukan hanya melalui kegiatan formal, tetapi juga melalui teladan, komunikasi, dan kebiasaan saling mengingatkan.

Prestasi SMKN 7 Pontianak di Cari Aman Academy 2026 menjadi salah satu potret dari upaya tersebut. Penghargaan di tingkat nasional memperlihatkan bahwa pelajar daerah memiliki kemampuan untuk berkompetisi sekaligus mengembangkan kreativitas dalam menyampaikan pesan yang menyangkut kepentingan banyak orang.

Sementara itu, kegiatan edukasi Safety Riding yang dijalankan Astra Motor Kalbar menunjukkan pentingnya menjaga kesinambungan penyampaian pesan keselamatan kepada berbagai kalangan. Prestasi dan edukasi rutin tersebut berada dalam satu benang merah: membangun kesadaran bahwa keselamatan tidak cukup hanya diketahui, tetapi harus dipraktikkan dan dibagikan.

Sebab, keberhasilan sebuah edukasi pada akhirnya tidak hanya terlihat dari penghargaan yang dibawa pulang atau banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan. Ukuran yang lebih bermakna adalah ketika pesan itu tumbuh menjadi kebiasaan, ketika seseorang memilih untuk lebih berhati-hati, dan ketika kepedulian terhadap keselamatan menjadi bagian dari cara masyarakat menjalani perjalanan.

Dari ruang pembelajaran di sekolah hingga kegiatan edukasi di tengah masyarakat, semangat #Cari_Aman terus menemukan jalannya. Harapannya, semakin banyak generasi muda dan masyarakat Kalimantan Barat yang tidak hanya memahami arti keselamatan berkendara, tetapi juga bersedia menjadi bagian dari gerakan untuk mewujudkannya.

Karena di setiap perjalanan, ada tujuan yang ingin dicapai dan orang-orang yang menanti kepulangan. Menjaga keselamatan berarti menjaga kesempatan untuk kembali, bertemu keluarga, melanjutkan pekerjaan, serta menjalani hari esok dengan lebih baik.

Dan perjalanan yang baik bukanlah perjalanan yang sekadar cepat sampai, melainkan perjalanan yang membawa setiap orang tiba dengan selamat. (mul)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda