SANGGAU, SP - Polsek Tayan Hilir menggelar kegiatan Polisi Peduli Pendidikan di MTs Negeri 03 Sanggau, Dusun Pedalaman, Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Senin (26/10/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 09.40 WIB tersebut diikuti sekitar 350 siswa dan siswi sebagai bagian dari upaya kepolisian memperkuat edukasi serta pembinaan generasi muda.
Kegiatan dihadiri Kapolsek Tayan Hilir Iptu Dr. Kusdarwanto, S.H., M.H., Kanit Provam Polsek Tayan Hilir Aiptu Ismed Mulyadi, S.H., Kanit Binmas Polsek Tayan Hilir Aipda Rudy Hamsur, para dewan guru serta ratusan pelajar MTs Negeri 03 Sanggau. Kehadiran personel kepolisian di lingkungan pendidikan tersebut diarahkan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat antara polisi, sekolah dan peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Tayan Hilir memberikan pembinaan mengenai sejumlah persoalan yang berpotensi mengganggu masa depan pelajar. Materi yang disampaikan mencakup bahaya narkotika, larangan penggunaan knalpot brong, kedisiplinan mengikuti kegiatan sekolah, pencegahan balap liar, larangan merokok serta pentingnya menggunakan media sosial secara bijak.
Kapolsek menegaskan bahwa penyalahgunaan narkotika seperti sabu-sabu dan pil ekstasi memiliki dampak serius terhadap kesehatan, pendidikan dan masa depan generasi muda. Para siswa juga diminta tidak mencoba-coba menggunakan narkotika dengan alasan apa pun karena tindakan tersebut dapat menimbulkan ketergantungan sekaligus membawa konsekuensi hukum.
“Adik-adik harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba. Jangan sampai rasa ingin tahu atau ajakan teman justru menghancurkan masa depan. Isi waktu dengan belajar dan kegiatan yang positif, karena masa sekolah adalah kesempatan untuk mempersiapkan diri meraih cita-cita,” ujar Iptu Kusdarwanto di hadapan para siswa.
Selain narkoba, Kapolsek mengingatkan pelajar agar tidak menggunakan knalpot brong serta tidak terlibat balap liar, khususnya di kawasan Jembatan Tayan Hilir. Menurutnya, aksi kebut-kebutan di jalan umum bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Kedisiplinan di lingkungan sekolah turut menjadi perhatian. Para siswa diminta tidak membolos, menaati tata tertib sekolah dan menghormati guru. Kapolsek juga mengingatkan agar pelajar tidak merokok serta mampu menjaga pergaulan agar tidak mudah terpengaruh ajakan yang dapat membawa mereka pada perilaku negatif.
Di tengah perkembangan teknologi, Iptu Kusdarwanto mengajak para pelajar lebih bijak menggunakan media sosial. Ia meminta siswa tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain serta menjadikan media sosial sebagai ruang untuk memperoleh informasi dan mengembangkan hal-hal yang positif.
“Kami ingin kehadiran polisi di sekolah bukan sekadar memberikan larangan, tetapi menjadi ruang dialog dan pembinaan. Polisi harus dekat dengan pelajar, mendengarkan dan memberikan pemahaman agar mereka mampu mengambil keputusan yang benar. Kami ingin guru dan siswa merasa aman dengan kehadiran kami,” kata Kapolsek Tayan Hilir.
Polsek Tayan Hilir berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat silaturahmi, sinergi dan kepercayaan publik sehingga polisi tidak hanya dipandang sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat, pelindung dan pelayan masyarakat. _(Dit)