SINGKAWANG, SP - Komisi II DPRD Kota Singkawang melakukan monitoring di SPBUN di Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, sehubungan belum beroperasinya SPBUN tersebut untuk memenuhi kebutuhan nelayan.
"Kunjungan ini dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait fasilitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) yang telah dibangun namun hingga kini belum difungsikan.
"Keberadaan SPBUN yang diharapkan dapat mempermudah akses kebutuhan solar bagi nelayan dan masyarakat, hingga kini belum juga beroperasi. Padahal SPBUN Sedau merupakan salah satu infrastruktur vital yang digadang-gadang untuk mendukung aktivitas maritim dan transportasi air di wilayah pesisir," kata Ketua Komisi II DPRD Singkawang, Harry Wedha S Sugeng, Jumat (22/5).
Kondisi tersebut membuat warga, khususnya para nelayan dan pengguna transportasi air, masih mengalami kesulitan memperoleh BBM untuk kebutuhan sehari-hari.
Mereka harus menempuh jarak lebih jauh dan mengeluarkan biaya lebih besar untuk mengisi BBM.
Sejumlah warga pun mengaku harus membeli BBM dari tempat lain dengan jarak yang cukup jauh serta harga yang lebih tinggi.
"Beberapa nelayan terpaksa membeli solar eceran yang harganya bisa jauh lebih mahal dibanding harga subsidi," ujarnya.
Situasi ini dinilai memberatkan masyarakat karena kebutuhan BBM menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang aktivitas ekonomi dan pekerjaan mereka.
Tingginya harga BBM non-subsidi langsung berdampak pada biaya melaut dan operasional perahu motor, sehingga memangkas margin pendapatan nelayan.
Legislator dari Partai Gerindra Singkawangbini menegaskan, SPBUN tidak boleh menjadi bangunan mangkrak. Maka dari itu, DPRD Singkawang melalui Komisi II akan mendorong instansi terkait untuk segera menyelesaikan kendala teknis dan perizinan yang menjadi penyebab SPBUN yang belum beroperasi tersebut.
"Kami hadir untuk memastikan SPBUN ini benar-benar bisa digunakan masyarakat. Nelayan Sedau butuh kepastian BBM yang dekat, aman, dan terjangkau," tegasnya.
Masyarakat berharap SPBUN yang telah dibangun dapat segera difungsikan agar distribusi BBM menjadi lebih mudah, aman, dan terjangkau.
Selain membantu memenuhi kebutuhan warga, operasional SPBUN juga diharapkan mampu mendukung aktivitas nelayan serta meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah Sedau.
"Dengan sudah beroperasinya SPBUN ini, maka distribusi solar subsidi untuk nelayan diharapkan lebih tertib, mengurangi antrean, serta menekan praktik penimbunan dan penjualan di atas harga eceran tertinggi. DPRD Kota Singkawang berkomitmen mengawal hingga SPBUN Sedau benar-benar melayani masyarakat," pungkasnya. (rud)