SINGKAWANG,SP - Seorang ibu rumah tangga berinisial H, mengaku merasa dirugikan atas tudingan penyekapan kepada MH yang merupakan kenalan suaminya berinisial HAS.
Pasalnya, tudingan tersebut di posting di media sosial dan menjadi viral. Kemudian, H dilaporkan oleh suaminya HAS melalui kuasa hukumnya yang menyebabkan terjadinya penggrebekkan dirumah orang tua H, sehingga menghebohkan warga sekitar.
"Saya selaku pendamping H, menyampaikan apa yang dirasakan oleh H sangat dirugikan atas tudingan tersebut," kata pendamping H, Charlie Nobel, Minggu (30/5).
Menurutnya, bukan hanya dituding penyekapan, kliennya juga dituding telah melakukan pengancaman dan pemaksaan kepada MH.
"Tudingan itu semua saya tegaskan tidak benar, karena MH nya sendiri yang mau ikut dengan H guna menyelesaikan masalah antara MH dengan HAS. Artinya, tidak ada samasekali unsur paksaan dan dia (MH) memang mau ikut sendiri," ujarnya.
Bahkan saat penyampaian klarifikasi di Mapolres Singkawang pun sudah disampaikan seperti diatas.
"Sabtu (29/5) sore kemarin, klien saya (H) sudah diambil keterangan sebagai saksi, bahkan MH selaku saksi (korban) dalam perkara dugaan penyekapan ini juga mengatakan kalau dia tidak merasa di sekap atau di paksa. Memang murni ingin ikut dengan H karena berpikir bisa mengamankan atau membantu dirinya dalam permasalahan yang dihadapinya," ungkapnya.
Sementara MH selaku saksi dalam perkara dugaan penyekapan juga mengatakan jika tudingan penyekapan itu tidak benar.
"Saya iikut mereka karena kemauan saya sendiri dan mereka membawa saya ke rumah ibu kandung H di Jalan RA Kartini Gang Patora, Kelurahan Sekip Lama, Singkawang Tengah," katanya.
Selama mengikuti mereka, tidak ada satupun hal yang membuat dirinya tidak enak.
"Aman-aman saja, tidak seperti yang dituduhkan di media sosial," ujarnya.
Dan hal itu pun sudah disampaikannya ke Mapolres Singkawang sewaktu pemeriksaan pada Sabtu (29/5) kemarin. (rud)