SINTANG, SP -Kemarin, Minggu (10/5)pagi, sebanyak33 JemaahCalonHaji (JCH) asal Kabupaten Sintangyang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 18 telah tiba diJeddah,Arab Saudi,setelah berangkat dari Embarkasi Batam (BTH), Provinsi Kepulauan Riau.
Sebelumnya 33 JCH Kabupaten Sintang telah menginap semalam di Asrama Haji Pontianak, setelah sehari sebelumnya dilepas oleh Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny di Halaman Kantor Bupati Sintang,Jumat (8/5). Pelepasan JCHKabupaten Sintang menuju Kota Pontianak ditandai dengan penyerahan bendera Merah Putih dan bendera Kabupaten Sintang.
Hadir pada acara tersebut Anggota Forkopimda, Kakan Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sintang H Kholiq, Kakan Kemenag Sintang, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sintang Erni Ronny, Ketua IPHI, 33 JCH Sintang dan keluarga serta tamu undangan.
Wakil Bupati Florensius Ronny menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sintang dan seluruh masyarakat Kabupaten Sintang menyampaikan selamat kepada seluruh JCH yang mendapatkan kesempatan memenuhi panggilan Allah SWT ke Tanah Suci pada tahun ini.
“Kesempatan menunaikan ibadah haji adalah anugerah yang sangat besar, yang patut kita syukuri dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan. Hari ini adalah hari yang penuh haru, penuh syukur dan kebahagiaan. Tidak semua orang mendapatkan panggilan Allah SWT untuk menjadi tamu di Baitullah Mekah Al-Mukaromah dan Madinah Al-Munawarroh. Maka keberangkatan bapak dan ibu sekalian adalah nikmat yang besar yang wajib disyukuri,” ungkapnya.
Wakil Bupati Florensius Ronny mengatakan, sebagaimana Allah berfirman dalam Quran Surah Ibrahim ayat 7, “Barang siapa bersyukur atas nikmat-Ku, maka akan Aku tambahkan nikmat-Ku. Dan jika engkau ingkar atas nikmat-Ku, sesungguhnya azab-Ku amat pedih.” Pada kesempatan ini untuk mengingatkan kembali bahwa perjalanan haji adalah panggilan suci dari Allah SWT, karena itu luruskan niat semata-mata untuk beribadah dan mencari ridho Allah SWT, bukan hanya untuk kemuliaan duniawi atau pujian manusia.
“Ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tapi juga perjalanan spiritual untuk menyempurnakan keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta memperkuat kesabaran dan keikhlasan. Oleh karena itu kami berpesan agar seluruh jemaah menjaga kesehatan, menjaga kekompakan, saling membantu, saling menguatkan, dan menjaga nama baik daerah serta bangsa Indonesia,” ujarnya.
Wakil Bupati Florensius Ronny berpesan agar JCH menampilkan akhlak yang santun, penuh kesabaran, dan tawaduh sebagai cermin umat Islam yang rahmatan lil alamin, dan menaati seluruh aturan serta arahan dari petugas haji.
“Saya mengajak seluruh jemaah untuk memperbanyak talbiyah, zikir, doa, istighfar, serta menjaga lisan dan perilaku selama berada di Tanah Suci. Jagalah kesabaran, karena ibadah haji adalah ibadah yang menguji keikhlasan, kekuatan fisik, dan kebesaran hati,” pesannya.
Wakil Bupati Florensius Ronny berharap seluruh JCH asal Sintang memperoleh haji yang mabrur, yang balasannya tidak lain kecuali surga Allah SWT. Dia juga berpesan agar para JCH menjaga persaudaraan. Sedangkan kepada para petugas haji, Wakil Bupati Florensius Ronnyberpesan agar menjaga amanah besar untuk melayani para tamu Allah dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan tanggung jawab.
“Semoga setiap langkah pelayanan menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT. Semoga Allah mudahkan perjalanan saudara-saudari kami menuju Baitullah.Berikan mereka kesehatan, kekuatan, keselamatan, dan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji. Jadikan mereka haji dan hajjah yang mabrur dan mabruroh. Dan kembalikan mereka ke tanah air dalam keadaan sehat, selamat, serta membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan Kabupaten Sintang tercinta,” tutup Florensius Ronny.
Sedangkan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sintang, H Kholiq membeberkan informasi bahwa sebanyak 33 JCH asal Kabupaten Sintang yang berangkat pada musim haji tahun 2026 ada yang sudah mendaftar sejak 2013 lalu.
H Kholiq menjelaskan bahwa 33 orang ini dinyatakan siap berangkat, karena sudah melalui banyak tahapan seperti mulai mendaftar di tahun 2013, pemeriksaan kesehatan mendapat hasil istithoah, melunasi BPIH, mengikuti bimbingan manasik dan sampai saat sekarang ini di berangkatkan.
“Waktu yang begitu lama menunggu, namun mereka ini tetap sabar sesuai aturan dan antrean. Semoga selalu di berikan kesehatan dan kekuatan untuk melaksanakan ibadah haji ini dengan sempurna dan meraih haji mabrur dan mabrurah,” ucapnya.
H Kholiq mengungkapkan, sebenarnya Kabupaten Sintang mendapatkan kuota 38 orang tahun ini. Namun dalam perjalanan persiapan, hanya 33 orang yang melunasi, sementara 5 orang jemaah tidak melunasi, 2 tidak istithoah, 2 menunda, 1 masa hamil sehingga ikut menunda.
“Dari jatah lansia 5 jemaah, yang dapat melunasi hanya 2 orang jemaah, sementara 3 orang jemaah sudah wafat,” bebernya.
H Kholiqmengungkapkan jumlah JCH asal Kabupaten Sintang sangat sedikit di bandingkan tahun lalu, karena Menteri Haji dan Umroh RI ingin pemerataan, yang daftar duluan akan diberangkatkan duluan. Selain itu, mengubah aturan terdahulu per seribu umat muslim satu daerah 1 jemaah haji, dan sekarang menganut sistem porposional jumlah pendaftar haji seluruh Indonesiadi dibagi pendaftar pada suatu provinsi, dan tidak lagi menganut sistem kuota kabupaten tetapi kuota provinsi.
“Dari jumlah kuota Provinsi Kalbar tahun lalu sebanyak 2.519 jemaah, sekarang menjadi 1.859 jemaah terdiri dari reguler 1.750 orang, lansia 93 orang, PHD 9 orang, KBIHU 7 orang. Sintang mendapat PHD 1 jemaah. Dari 35 calon jemaah haji tersebut, mutasi pemberangkatan ke Kota Pontianak sebanyak 3 orang pasangan suami istri dan satu anak perempuan, dan anaknya infonya pun tak jadi berangkat karena dalam kondisi hamil karena baru menikah,” jelasnya.
H Kholiq menjelaskan bahwa dari 33 JCH tersebut dapat dirinci per kecamatan. Yaitu Kecamatan Dedai 4 jemaah, Tempunak 1 jemaah, Sepauk 1 jemaah, Binjai Hulu 3 jemaah, Kelam Permai 2 jemaah, Sungai Tebelian 3 jemaah, Sintang 18 jemaah, PHD 1 jemaah.
“Dari 33 orang itu, jemaah termuda atas nama Dimas Fajar Pranaya yang berusia 25 tahun, dan jemaah tertua atas nama Suginem Mijo Martodrono yang berusia 80 tahun,” bebernya.
H Kholiq mengatakan, JCH asal Sintang masuk dalam Kelompok Terbang (Kloter) 18 BTH bergabung dengan JCH asal Provinsi Riau,dan masuk dalam Kloter Nusantara. JCH asal Kabupaten Sintang dijadwalkan akan kembali ke tanah air pada tanggal 20 Juni 2026 pukul 15.35. Kemudian, jika tidak ada halangan pada tanggal 22 Juni 2026 tiba kembali di Kabupaten Sintang.
“Kita doakan semoga perjalanan jemaah haji diberikan keselamatan, kelancaran, dan kesehatan. Semoga kembali ketanah air membawa kemabruran dan menjaga pribadi yang membawa kebaikan bagi lingkungan, keluarga dan masyarakat kita semua,”tutup H Kholiq.(rls)