Sintang post authorKiwi 12 Mei 2026

Perempuan Dayak Berperan Dalam Sejarah dan Pembangunan Bumi Senentang

Photo of Perempuan Dayak Berperan Dalam Sejarah dan Pembangunan Bumi Senentang Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny menandatangani berita acara Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Perempuan Dayak (P2D) Kabupaten Sintang Periode 2026-2030 di Pendopo Bupati Sintang, Sabtu (9/5).

SINTANG, SP -Perempuan Dayak punya peran yang tidak bisa dipandang sebelah mata dalam sejarah dan pembangunan di Bumi Senentang ini. Sejak dulu perempuan Dayak adalah penjaga lumbung, pendidik pertama dalam keluarga, penenun peradaban dan penjaga nilai adat.

Pengakuan tersebut disampaikan Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny ketika menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Perempuan Dayak (P2D) Kabupaten Sintang Periode 2026-2030 di Pendopo Bupati Sintang, Sabtu (9/5).

Acara tersebut turut diadiriForum Koordinasi Piminan Daerah (Frokopimda), perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD)Pemerintah Kabupaten Sintang, organisasi masyarakat, Ketua DPC P2D Kabupaten Sintang Periode 2026-2030 Hendrika dan jajaran pengurus, Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang, Ketua DPD P2D Provinsi Kalimantan Barat Fransiska Editawaty Soeryamassoeka dan tamu undangan lainnya.

Wakil Bupati Florensius Ronny menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sintang mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus DPC P2D Kabupaten Sintang yang sudah dilantik.

“Amanah ini tidak ringan, mengingat pengurus P2D ini merepresentasi dari Perempuan Dayak Sintang yang cerdas, tangguh berbudaya dan berjiwa membangun,” ucapnya.

Wakil Bupati Florensius Ronny menegaskan, perempuan Dayak punya peran yang tidak bisa dipandang sebelah mata dalam sejarah dan pembangunan di Bumi Senentang. Sejak dulu perempuan Dayak adalah penjaga lumbung, pendidik pertama dalam keluarga, penenun peradaban dan penjaga nilai adat.

“Di ladang mereka bekerja, di rumah mereka mendidik, di masyarakat mereka merajut kerukunan. Karena itu kami menaruh harapan yang besar kepada Perhimpunan Perempuan Dayak Kabupaten Sintang untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada ketua dan pengurus P2D sebelumnya,” ujarnya.

Wakil Bupati Florensius Ronny berpesan agar P2D menjadipelindung dan pelestari budaya tenun ikat Sintang, manik-manik, tarian, bahasa dan nilai-nilai luhur Dayak.

“Jangan sampai punah di tangan generasi kita. Ajarkan ke anak cucu kita, jadikan budaya sebagai kebanggaan bukan sebagai beban. Pemerintah siap mendukung melalui program ekonomi kreatif dan event-event budaya,”pesannya.

Wakil Bupati Florensius Ronny berharap P2D Sintang menjadi penggerak ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Apalagi banyak anggota P2D Kabupaten Sintang merupakan pelaku UMKM tangguh, penenun, perajin, petani, dan pedagang. P2D Sintang harus jadi wadah untuk naik kelas bersama. Bentuk kelompok, akses pelatihan, manfaatkan bantuan dari pemerintah. Perempuan berdaya, keluarga sejahtera, Sintang maju.

“Jadilah penjaga kerukunan dan moral bangsa. Kabupaten Sintang ini rumah besar yang kita banggakan. Dayak, Melayu, Tionghoa, Jawa dan semua komponen suku bangsa hidup berdampingan. Perempuan punya peran sentral yang mendalam di sebuah rumah tangga. Didik anak-anak kita dengan cinta, dengan toleransi dan semangat gotong royong. P2D harus jadi teladan persatuan di tengah keberagaman,” harapnya

Wakil Bupati Florensius Ronny berharap P2D Sintang menjadi garda terdepan melawan narkoba dan pergaulan bebas. Hal ini harus disampaikan, karena saat ini Sintang sedang darurat narkoba. Data dari BNN Sintang tahun 2025 menyebut ada  30 persen pengguna yang direhabilitasi adalah usia 15-25 tahun yang merupakan anak-anak yang merupakan generasi penerus. Narkoba sudah masuk ke kampung dan sekolah. Sehingga menjadi musuh bersama. Untuk itu, Wakil Bupati Florensius Ronny mengimbau kepada P2D Kabupaten Sintang agar menjadikan setiap rumah adalah benteng pertama.

“Ibu-ibu pengurus P2D Sintang, tolong jaga anak-anak kita. Kenali perubahan perilaku anak, jangan kasih ruang untuk narkoba masuk ke meja makan kita. P2D harus berani bicara. Buat program penyuluhan bahaya narkoba sampai ke tingkat dusun. Gandeng BNN, Polres, DAD Sintang. Jangan kita diam. Karena dengan kita diam berarti kita kalah. Waspadai juga pergaulan bebas karena teknologi memudahkan anak kita mengenali siapa saja. Ajarkan anak perempuan kita untuk menjaga diri, menjaga kehormatan. P2D harus jadi tempat curhat yang aman bagi remaja putri,” tutup  Florensius Ronny.(rls)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda