SINTANG, SP - Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia sudah memilih Kabupaten Sintang sebagai daerah pengembangan bawang putih.Syarat lahan harus 800 Meter di atas permukaan laut (MdPL) rencananya akan ditanami sebanyak lima varietas bawang putih dari Cina, dan dua varietas bawang putih dari India.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Kartiyus menyampaikan informasi tersebut saat menyampaikan arahan dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Aksi Pembangunan dan Pengelolaan Kawasan Perbatasan di Kabupaten Sintang di Aula Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah Kabupaten Sintang, Selasa (28/4).
Sekda Kartiyus mengungkapkan, Pemerintah KabupatenSintang saat ini sedang menyiapkan diri untuk menyambut program pengembangan bawang putih di Kabupaten Sintang.
“Kita senang dan menyambut program tersebut, meskipun ada syarat teknis, yakni lahannya harus 800 Meter di Atas Permukaan Laut. Sehingga kami perlu melakukan survei ke beberapa lokasi yang memenuhi syarat tersebut. Termasuk kawasan perbatasan, akan kita cek lokasi yang cocok. Target Kementan itu 5.000 hektar di Kabupaten Sintang,” bebernya.
Sekda Kartiyus menyebut lahan di perbukitan seperti di Desa Mungguk Gelumbang sampai Desa Nanga Bayan bisa menjadi pilihan untuk perkebunan lima varietas bawang putih dari Cina, dan dua varietas bawang putih dari India yang akan ditanam di Kabupaten Sintang. Apalagi jenis tanah apapun bisa ditanami bawang putih, asalkan ketinggiannya 800 MdPL. Dia juga mengimbau para kepala desa menginformasikan kepadanya jika lahan diatas bukit yang memenuhi syarat.
Selama ini terang Sekda Kartiyus,Indonesia selalu impor bawang putihdari Cina. Apalagi saat ini lahan di pulau Jawa sudah tidak ada, sehingga pemerintah bergerak mengarah ke Kalimantan sebagai lokasi pengembangan bawang putih.
“Pabrik pupuknya akan disiapkan Kementan. Kadar yang ada pada pupuk tersebut akan menyesuaikan dengan tanah di Kalimantan. Kementan sudah menyiapkan jenis bawang putih yang bisa ditanam di lahan yang 200-300 MdPL. Target Kementan RI itu, tingkat produktivitas bawang putih di Kalbar nanti 1 hektar cukup menghasilkan 3 ton bawang putih saja. Kalau di Cina itu, 1 hektar bisa menghasilkan 12 ton. 3 ton itu nanti yang 30 persen dijual, 70 persen untuk bibit lagi,” jelas Kartiyus.(rls)