Bengkayang,SP – Pemerintah Kabupaten Bengkayang kembali menorehkan prestasi dalam percepatan transformasi digital. Setelah sebelumnya meraih penghargaan akselerasi Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) terbaik dari Bank Indonesia, kali ini Pemkab Bengkayang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) berhasil meraih Juara 2 ASN Digital Terbaik se-Kalimantan Barat.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen dan kinerja Pemkab Bengkayang dalam mendorong penerapan sistem digital di lingkungan birokrasi dan pelayanan publik. ASN Digital Terbaik diberikan kepada instansi yang dinilai mampu menghadirkan inovasi efektif dalam mendukung ekosistem pemerintahan modern, termasuk optimalisasi program ETPD.
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mengatakan bahwa prestasi beruntun tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun tata kelola keuangan yang transparan dan efisien. Ia menegaskan bahwa transformasi digital akan terus diperluas sebagai strategi penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita akan genjot PAD melalui platform digital dan terus menggaungkan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di seluruh Kabupaten Bengkayang sampai ke tingkat desa,” kata Bupati Sebastianus Darwis.
Ia menambahkan bahwa Pemkab Bengkayang telah menerapkan sistem keuangan daerah berbasis elektronik secara menyeluruh. Salah satunya melalui pemanfaatan Cash Management System (CMS) untuk penyaluran Dana Desa (DD).
“Dana desa kita salurkan melalui CMS, seluruh pembayaran dilakukan secara elektronik,” ujarnya.
Penggunaan CMS dinilai mempercepat proses penyaluran anggaran, meminimalkan risiko kesalahan administrasi, serta mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel.
Kepala Bapenda Bengkayang, Yohanes Atet, menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar mengadopsi transaksi non-tunai secara penuh. Upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati untuk memperkuat implementasi ETPD dan menciptakan ekosistem digital yang terintegrasi.
Atet juga menekankan pentingnya penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) yang diterbitkan Bank Kalbar sebagai instrumen pembayaran belanja kedinasan.
“Diharapkan seluruh ASN dapat melakukan pembayaran melalui sistem elektronik, termasuk penggunaan KKPD oleh Pemerintah Kabupaten Bengkayang ke depannya,” ujar Atet.
Menurutnya, penggunaan KKPD akan meningkatkan akuntabilitas, mempercepat proses belanja pemerintah, serta mendukung transparansi pengelolaan keuangan daerah. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong perluasan transaksi non-tunai untuk menekan risiko kebocoran anggaran.
Dengan diraihnya Juara 2 ASN Digital se-Kalbar, Bapenda Bengkayang menjadi salah satu instansi yang memimpin percepatan digitalisasi di daerah. Pemerintah Kabupaten Bengkayang menargetkan seluruh layanan publik, pembayaran pajak dan retribusi, hingga pengelolaan dana desa dapat sepenuhnya berbasis elektronik sebagai bagian dari upaya mewujudkan smart government.