BENGKAYANG,SP– Sebanyak 86 sekolah menengah pertama (SMP/MTs) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mengikuti pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Tahun 2026 yang digelar secara bertahap mulai 6 hingga 16 April 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono, mengatakan pelaksanaan TKA tahun ini melibatkan 4.392 siswa kelas akhir dari berbagai satuan pendidikan di daerah tersebut.
“Sebanyak 86 sekolah jenjang SMP berpartisipasi, dengan mayoritas telah siap melaksanakan ujian berbasis teknologi. Ini menunjukkan kesiapan satuan pendidikan dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan,” ujarnya di Bengkayang, Selasa (7/4).
Ia menjelaskan, dari total sekolah peserta, sebanyak 84 sekolah melaksanakan ujian secara mandiri, sementara satu sekolah menumpang di sekolah lain yang memiliki fasilitas lebih memadai.
Dari sisi moda pelaksanaan, sebanyak 75 sekolah telah menggunakan sistem daring (online) penuh, sedangkan 10 sekolah lainnya menggunakan semi-online menyesuaikan kondisi jaringan dan infrastruktur di wilayah masing-masing.
Menurut Heru, pelaksanaan TKA dibagi dalam empat gelombang, yakni 6–7 April, 8–9 April, 13–14 April, serta 15–16 April 2026. Pembagian ini dilakukan untuk memastikan kelancaran teknis serta menjaga stabilitas sistem selama ujian berlangsung.
Untuk menjaga integritas pelaksanaan, pengawasan dilakukan secara silang antar sekolah dengan melibatkan 112 guru pengawas yang disebar di berbagai titik lokasi ujian.
“Pengawasan silang ini penting untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan objektif, transparan, dan akuntabel,” katanya.
Setelah jenjang SMP, pelaksanaan TKA akan dilanjutkan pada jenjang sekolah dasar (SD/MI) yang dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026, dengan total 264 sekolah dan 5.004 peserta.
Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA di Kabupaten Bengkayang tahun ini melibatkan 9.396 siswa dari jenjang SD dan SMP serta didukung 456 pengawas.
Heru menegaskan bahwa TKA bukan sekadar evaluasi rutin, tetapi menjadi instrumen strategis untuk mengukur capaian akademik siswa secara komprehensif.
“Hasil TKA akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bengkayang, sehingga program yang dirancang benar-benar berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama seluruh satuan pendidikan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan guna mencetak generasi Bengkayang yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.