Info Anda post author Kiwi 23 Oktober 2026

Gas Tipis Menyusuri Pinyuh hingga Tanjung Api, Bruder Stephanus: FRKP West BorneoVespa Lovers Rawat Persaudaraan dan Kepedulian Alam Kemanusiaan

Photo of Gas Tipis Menyusuri Pinyuh hingga Tanjung Api, Bruder Stephanus: FRKP West BorneoVespa Lovers Rawat Persaudaraan dan Kepedulian Alam Kemanusiaan

PONTIANAK, SP - Tak semua perjalanan harus diburu waktu, apalagi dipenuhi agenda resmi.
Ada kalanya, perjalanan sederhana dengan sepeda motor justru menjadi ruang untuk melepaskan penat, menyegarkan pikiran, sekaligus merawat persaudaraan yang selama ini tumbuh di tengah kesibukan masing-masing.

Semangat itulah yang mewarnai kegiatan riding atau perjalanan bersama Forum Relawan Kemanusiaan Pontiaak (FRKP) West Borneo Vespa Lovers dari Pontianak menuju kawasan Tanjung Api, Kabupaten Sambas.
Perjalanan yang dijadwalkan berlangsung hingga Minggu siang itu bukanlah sebuah kegiatan seremonial, melainkan ajang refreshing dengan mengusung semangat kebersamaan.

Rombongan menempuh perjalanan melalui dua jalur. Sebagian peserta bergerak dari Pontianak menuju Pinyuh, kemudian melanjutkan perjalanan ke Anjungan untuk bermalam di Parangek. Keesokan harinya, perjalanan diteruskan menuju Tanjung Api.

Sementara peserta lainnya memilih jalur Mempawah dan langsung melanjutkan perjalanan menuju kawasan Tanjung Api. Kedua rombongan nantinya menikmati kebersamaan sebelum kembali ke Pontianak pada Minggu siang.

Bagi Bruder Stephanus Paiman OFMCap, Penasehat FRKP West Borneo Vespa Lovers, perjalanan semacam ini memiliki makna lebih dari sekadar menempuh jarak dan menikmati suasana jalanan. Di balik deru mesin dan roda yang terus berputar, ada kesempatan untuk kembali menyapa, berbagi cerita, serta mempererat ikatan persaudaraan.

“Setelah cukup suntuk dengan aktivitas masing-masing, kita perlu penyegaran dengan gas tipis. Semoga setelah pulang nanti sudah lebih fresh untuk kembali beraktivitas,” ungkap Bruder Stephanus.

Ungkapan gas tipis itu menjadi gambaran sederhana tentang cara menikmati perjalanan tanpa harus terburu-buru. Tidak ada tuntutan untuk mengejar target tertentu, tidak pula agenda resmi yang membebani. Yang terpenting adalah kebersamaan, keselamatan selama perjalanan, dan kesempatan menikmati suasana di luar rutinitas sehari-hari.

Di tengah kehidupan yang kerap dipenuhi pekerjaan dan tanggung jawab, jeda seperti ini menjadi ruang untuk memulihkan semangat.
Perjalanan bersama membuka kesempatan bagi setiap peserta untuk saling mendengarkan, bercengkerama, dan memperkuat rasa kekeluargaan yang mungkin jarang terjalin di tengah kesibukan.

Bagi Anggota FRKP West Borneo Vespa Lovers, perjalanan bukan semata-mata soal kendaraan atau destinasi. Ada nilai persahabatan yang tumbuh sepanjang jalan, pengalaman yang dibagikan, serta rasa saling menjaga yang menjadi bagian dari perjalanan itu sendiri.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang selama ini dibangun Bruder Stephanus dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Sosok yang dikenal aktif dalam pelayanan dan kepedulian terhadap sesama itu memandang persaudaraan sebagai sesuatu yang perlu dirawat melalui tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata.

Melalui kepemimpinannya di FRKP West Borneo Vespa Lovers, persaudaraan menjadi jembatan untuk memperluas kepedulian. Kebersamaan tidak berhenti pada lingkaran komunitas, tetapi diharapkan ikut menumbuhkan semangat membantu sesama dan menjaga kelestarian alam.

Bagi Bruder Stephanus, kepedulian terhadap sesama dan alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia terhadap seluruh ciptaan Tuhan.
Nilai kemanusiaan itu dapat diwujudkan melalui berbagai cara, mulai dari membantu mereka yang membutuhkan hingga membangun kebiasaan sederhana untuk menghargai lingkungan.

Karena itu, perjalanan menuju Tanjung Api kali ini bukan hanya tentang beranjak sejenak dari rutinitas.
Ada pesan sederhana yang ingin dibawa pulang: persaudaraan perlu dijaga, tubuh dan pikiran membutuhkan penyegaran, dan semangat berbuat baik harus tetap hidup dalam aktivitas sehari-hari.

Rencananya, rombongan kembali ke Pontianak pada Minggu siang. Setelah perjalanan usai, masing-masing peserta akan kembali menjalani kesibukannya. Namun, diharapkan ada energi baru, pikiran yang lebih segar, serta ikatan persaudaraan yang semakin erat.

Sebab, terkadang perjalanan yang paling bermakna bukanlah perjalanan yang paling jauh atau paling mewah, melainkan perjalanan yang memberi kesempatan untuk berhenti sejenak, tertawa bersama, saling menguatkan, dan kembali melangkah dengan hati yang lebih lapang.

Dari Pontianak menuju Pinyuh, singgah di Parangek, hingga bertemu di Tanjung Api, semangat gas tipis menjadi pengingat bahwa merawat diri dan merawat persaudaraan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama dan alam semesta.

Gas tipis, persaudaraan tetap kencang, dan semangat kemanusiaan terus berjalan. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda