?SUKADANA, SP - Menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif menjadi tantangan krusial di tengah meningkatnya berbagai persoalan dunia pendidikan saat ini. Mulai dari isu perundungan, kekerasan, diskriminasi, hingga ancaman di ruang digital.
?Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kayong Utara. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan setiap anak dapat tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, serta mendukung pengembangan potensi mereka secara optimal.
?"Kami menyambut baik kegiatan ini. Ini merupakan bagian dari upaya bersama kita untuk menciptakan ekosistem sekolah yang kondusif. Tentu kita sadar bahwa ini adalah tanggung jawab bersama," ungkap Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya.
?Hal itu disampaikannya saat membuka Workshop Persiapan Pembentukan Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (Pokja BSAN) Kabupaten Kayong Utara di Mahkota Hotel Sukadana, Selasa (7/7).
?Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut mengapresiasi Program KREASI yang diinisiasi bersama Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah. Selama ini, program tersebut telah menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui: ?Penguatan kapasitas guru dan kepala sekolah, ?Pengembangan ekosistem pendidikan, ?Perlindungan anak.
?Menurut Romi, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas.
?"Sekali lagi terima kasih. Semoga melalui workshop ini lahir komitmen bersama yang kuat, sehingga setiap sekolah dan madrasah di Kabupaten Kayong Utara mampu menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, inklusif, ramah anak, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal," ujarnya.
?"Dengan demikian, kita tidak hanya membangun sekolah yang lebih baik, tetapi juga sedang mempersiapkan generasi Kayong Utara yang cerdas, berkarakter, sehat, dan siap menghadapi masa depan," tambah Romi.
?Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
?Sementara itu, Program Manager Kreasi Kayong Utara, Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Rezky Farnanda, S.Kom., menegaskan bahwa budaya sekolah yang aman dan nyaman merupakan fondasi utama dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas.
?Menurut Rezky, sekolah tidak hanya harus bebas dari kekerasan, tetapi juga wajib menjadi ruang yang inklusif, ramah anak, serta mampu mendukung setiap peserta didik untuk belajar, bertumbuh, dan berkembang.
?"Mewujudkan kondisi tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan komitmen dan kolaborasi lintas sektor," ucap Rezky Farnanda.
?Ia menambahkan, melalui pembentukan Pokja BSAN ini, Tim Kreasi Kayong Utara ingin memperkuat sinergi antara:?Pemerintah daerah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ?Satuan pendidikan, ?Aparat penegak hukum, ?Layanan perlindungan anak, ?Organisasi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
?"Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci agar upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan dapat berjalan secara terkoordinasi, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas di Kabupaten Kayong Utara," pungkasnya. (ble)