Ponticity post author Kiwi 08 Juli 2026

Ukir Sejarah, PBSI UPGRI Pontianak Jadi Satu-satunya Prodi Unggul se-Kalimantan

Photo of Ukir Sejarah, PBSI UPGRI Pontianak Jadi Satu-satunya Prodi Unggul se-Kalimantan Program Studi PBSI UPGRI Pontianak resmi meraih Akreditasi Unggul dari LAMDIK, menjadi satu-satunya Prodi PBSI di perguruan tinggi swasta se-Kalimantan yang menyandang predikat tertinggi.

PONTIANAK, SP - Universitas PGRI Pontianak (UPGRI Pontianak) kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) resmi meraih status Terakreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), predikat tertinggi dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

Prestasi tersebut menjadi tonggak penting bagi dunia pendidikan tinggi di Kalimantan Barat. Berdasarkan data LAMDIK, BAN-PT, dan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) per Juli 2026, Prodi PBSI UPGRI Pontianak tercatat sebagai satu-satunya Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di perguruan tinggi swasta se-Pulau Kalimantan yang berhasil meraih status Unggul.

Tak hanya itu, dari sekitar 22 Program Studi PBSI di perguruan tinggi swasta se-Kalimantan, hanya UPGRI Pontianak yang mampu mencapai peringkat akreditasi tertinggi tersebut. Bahkan di Kalimantan Barat sendiri, dari lima Prodi PBSI yang ada, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta, hanya UPGRI Pontianak yang berhasil menyandang predikat Unggul.

Rektor UPGRI Pontianak, Muhamad Firdaus, mengungkapkan rasa syukur atas capaian bersejarah tersebut. Menurutnya, akreditasi Unggul merupakan buah dari kerja keras seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu secara berkelanjutan.

“Alhamdulillah, capaian akreditasi Unggul ini adalah buah kerja keras seluruh sivitas akademika. Ini bukan sekadar predikat, melainkan bukti nyata bahwa mutu pendidikan di UPGRI Pontianak telah diakui secara nasional dan mampu bersaing, bahkan mengungguli perguruan tinggi negeri sekalipun. Ini sejalan dengan visi kami yakni mendidik dan menginspirasi,” ujarnya.

Firdaus menegaskan, status Unggul menjadi jaminan kualitas bagi masyarakat, khususnya calon mahasiswa dan orang tua yang ingin memperoleh pendidikan tinggi berkualitas di Kalimantan Barat.

“Orang tua dan calon mahasiswa tidak perlu ragu. Kualitas lulusan, kurikulum, dosen, dan fasilitas kami telah teruji melalui standar akreditasi tertinggi,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan yang membawahi Program Studi PBSI, Dedi Irwan, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut diraih melalui pembenahan mutu secara sistematis yang berorientasi pada kebutuhan masa depan.

Menurut doktor lulusan University of Leicester, Inggris, itu, pengembangan kurikulum dilakukan berbasis Outcome-Based Education (OBE) dengan menghadirkan keunggulan yang tidak banyak dimiliki perguruan tinggi lain, yakni konsentrasi Linguistik Forensik.

“Kami tidak sekadar mengejar predikat. Yang kami bangun adalah ekosistem pembelajaran yang bermutu dan relevan dengan zaman. Kurikulum prodi ini berbasis Outcome-Based Education (OBE), dengan keunggulan khas di bidang Linguistik Forensik, yaitu bidang yang mengkaji bahasa sebagai alat bukti dalam proses hukum. Ini keunggulan yang langka, bahkan di tingkat nasional,” jelasnya.

Selain itu, pembelajaran di Prodi PBSI juga telah mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), linguistik digital, produksi konten edukatif digital, storytelling, hingga program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Dengan pendekatan tersebut, lulusan tidak hanya dipersiapkan menjadi guru profesional, tetapi juga memiliki peluang karier sebagai peneliti, ahli linguistik forensik, jurnalis, content creator, hingga entrepreneur di bidang pendidikan.

“Lulusan kami disiapkan bukan hanya menjadi guru profesional, tetapi juga peneliti, ahli linguistik forensik, content creator, jurnalis, hingga edupreneur. Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga membangun peradaban, mengungkap fakta, dan menginspirasi perubahan,” tambah Dedi.

Ketua Program Studi PBSI, M. Thamimi, mengatakan capaian akreditasi Unggul menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan para mitra yang telah berkontribusi dalam proses peningkatan mutu hingga memperoleh pengakuan nasional tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra yang telah berjuang bersama. Status Unggul ini kami dedikasikan untuk masyarakat Kalimantan Barat,” ungkapnya.

Ke depan, Prodi PBSI akan terus memperkuat pembelajaran berbasis proyek, praktik lapangan (PLP I dan II), micro teaching, serta memperluas kemitraan dengan sekolah, dunia usaha, dan industri kreatif.

Program studi dengan beban pembelajaran 144 SKS yang ditempuh selama delapan semester itu juga didukung berbagai fasilitas modern, mulai dari studio podcast, laboratorium micro teaching, laboratorium bahasa, smart classroom, perpustakaan digital hingga sistem e-learning yang menunjang proses pembelajaran berbasis teknologi.

Seiring capaian tersebut, UPGRI Pontianak juga membuka penerimaan mahasiswa baru bagi calon mahasiswa yang ingin bergabung di Program Studi PBSI. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi SPMB UPGRI Pontianak, sementara informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui layanan WhatsApp PMB maupun media sosial resmi Program Studi PBSI UPGRI Pontianak.

Predikat Unggul yang diraih Prodi PBSI semakin mengukuhkan posisi UPGRI Pontianak sebagai salah satu perguruan tinggi swasta dengan kualitas pendidikan terbaik di Kalimantan Barat, sekaligus menunjukkan bahwa kampus daerah mampu bersaing di tingkat nasional melalui inovasi, penguatan mutu, dan pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan.(din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda