KETAPANG, SP - Bupati Ketapang menghadiri Ritual Adat Menjangkap Buah di Dusun Setipayan, Desa Penyarang, Kecamatan Jelai Hulu, Sabtu (4/7/2026). Kehadiran tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan warisan budaya sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Ritual Menjangkap Buah merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Dayak Jelai Sekayoq yang digelar setiap musim buah. Tradisi ini menjadi momen berkumpulnya masyarakat bersama para perantau yang pulang ke kampung halaman untuk mempererat silaturahmi dan mengikuti rangkaian ritual adat.
Prosesi berlangsung khidmat dengan diiringi alunan musik tradisional Senggayong sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil alam yang melimpah. Selain menandai musim panen, tradisi tersebut juga mengandung nilai pelestarian alam, penghormatan terhadap leluhur, serta pentingnya menjaga tembawang sebagai kawasan warisan budaya dan penyangga lingkungan.
Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Menjangkap Buah. Ia juga menyampaikan bahwa sejak menjabat sebagai Sekretaris Daerah pada 2023, dirinya telah mendorong agar tradisi tersebut diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.
“Bagi kami, budaya lokal merupakan identitas yang harus dijaga sekaligus menjadi kekuatan dalam mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Selain menghadiri ritual adat, Pemerintah Kabupaten Ketapang melalui Dinas Kesehatan juga menghadirkan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, pengobatan, hingga pembagian vitamin kepada warga Desa Penyarang dan desa-desa sekitar.
Bupati juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk berdialog dengan masyarakat dan para perantau guna menyerap berbagai aspirasi, khususnya terkait peningkatan infrastruktur jalan menuju Desa Penyarang.
Ia menegaskan, pembangunan konektivitas wilayah tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah guna memperlancar mobilitas masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mendukung pengembangan potensi wisata budaya di Kecamatan Jelai Hulu.
Menurutnya, pembangunan harus berjalan selaras dengan pelestarian budaya dan kearifan lokal sehingga kemajuan daerah tidak menghilangkan identitas masyarakat yang telah diwariskan secara turun-temurun. (Teo/*)