PONTIANAK, SP - Relawan Kemanusiaan, anggota Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP), Anton Kribo ditusuk saat menertibkan parkir di Seroja, sehingga dedikasinya tuai simpati warga.
Aksi kemanusiaan yang selama ini dilakukan Anton Kribo, sebagai anggota FRKP, mendapat ujian berat.
Pria yang dikenal aktif membantu berbagai kegiatan sosial itu menjadi korban penusukan saat menertibkan parkir di kawasan Pasar Seroja, Pontianak, Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 17.15 WIB.
Akibat kejadian tersebut, Anton mengalami sejumlah luka sabetan senjata tajam di kedua tangan dan leher.
Setelah mendapatkan pertolongan medis di RS Bhayangkara Pontianak, ia kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada Ketua FRKP, Bruder Stephanus Paiman OFMCap, di Sekretariat FRKP Jalan Purnama.
Menceritakan kronologi kejadian, Anton mengatakan peristiwa bermula saat dirinya mengatur parkir kendaraan di kawasan parkir oplet Pasar Seroja.
Menurutnya, dua kendaraan yang hendak parkir di lokasi itu diusir oleh seorang pria berinisial Aan.
"Awalnya ada satu mobil yang parkir, tetapi diusir oleh Aan. Biasanya kalau ada mobil parkir saya mendapat uang parkir sekitar Rp3.000. Ketika mobil kedua juga diusir, saya marah dan sempat menamparnya.
Dia kemudian lari mengambil pisau dan menyerang saya. Saya berusaha menghindar, tetapi kedua tangan dan leher saya terkena sabetan. Pisau itu akhirnya berhasil saya rebut," ujar Anton.
Anton mengatakan situasi kemudian berhasil dilerai anggota kepolisian yang berada di lokasi. Polisi mengamankan pisau yang digunakan pelaku serta membawa dirinya ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan.
Usai menjalani perawatan, Anton membuat laporan resmi ke Polresta Pontianak. Ia juga menjalani visum sebagai bagian dari proses hukum.
Menurut Anton, dirinya sempat mempertanyakan barang bukti yang dicatat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), karena hanya pisau yang disebutkan, sementara satu kantong minuman keras yang menurutnya juga diamankan belum tercantum. Penyidik, kata Anton, menyampaikan bahwa keterangan tersebut akan dilengkapi.
FRKP Minta Kasus Diproses Sesuai Hukum
Kuasa hukum FRKP, Alfons Girsang, SH., yang ditunjuk mendampingi Anton menyatakan peristiwa tersebut diduga merupakan tindak pidana penganiayaan berat dan berharap proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Saya siap mendampingi Anton sebagai sesama anggota FRKP. Kami berharap proses hukum dapat berjalan secara profesional sehingga memberikan rasa keadilan bagi korban," ujarnya.
Sementara itu, Ketua FRKP, Bruder Stephanus Paiman OFMCap, mengaku sedih dan prihatin atas musibah yang dialami salah satu relawan senior organisasinya tersebut.
Menurut Bruder Paiman, Anton telah bergabung bersama FRKP sejak organisasi itu berdiri pada tahun 2005 dan dikenal sebagai sosok yang sederhana, setia kawan, serta selalu hadir dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.
"Anton adalah orang yang baik dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Sejak bergabung dengan FRKP pada 2005, ia selalu siap membantu dalam penanganan banjir, pandemi Covid-19, kebakaran, hingga kegiatan investigasi di lapangan. Bahkan tidak jarang ia meninggalkan pekerjaannya sebagai tukang sol sepatu demi membantu masyarakat yang membutuhkan," ungkapnya.
Bruder Paiman berharap aparat penegak hukum memproses perkara tersebut sesuai aturan yang berlaku sehingga korban memperoleh keadilan.
Akibat penyerangan itu, Anton mengalami luka cukup serius, yakni delapan jahitan di tangan kanan, empat jahitan di tangan kiri, dan enam jahitan di bagian leher. Luka-luka tersebut terjadi saat ia berusaha merebut pisau dari tangan pelaku untuk menyelamatkan diri.
Dedikasi Anton Tuai Apresiasi Warga
Peristiwa yang menimpa Anton juga memunculkan banyak dukungan dari masyarakat. Sejumlah warga yang mengenalnya memberikan komentar positif atas dedikasi Anton selama menjadi relawan kemanusiaan.
"Anton dengan segala keterbatasannya dari dulu selalu aktif berbuat untuk sesama melalui Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak. Sosok seperti ini patut dihargai," tulis salah seorang warga.
Warga lainnya menyebut kesederhanaan Anton menjadi teladan.
"Kesederhanaan Anton yang mampu terus berbuat untuk sesama sangat menginspirasi. Tidak banyak orang yang memiliki kepedulian seperti dirinya."
Komentar lain juga datang dari rekan-rekan yang mengenalnya selama bertahun-tahun.
"Luar biasa Pak Anton Kribo. Orang seperti beliau memiliki loyalitas yang sangat tinggi terhadap kegiatan sosial dan kemanusiaan. Semoga cepat pulih dan kembali beraktivitas membantu masyarakat," tulis seorang warga.
Dukungan dan doa terus mengalir untuk Anton Kribo agar segera pulih dari luka yang dideritanya dan dapat kembali menjalankan aktivitas sosial yang selama ini menjadi bagian dari pengabdiannya kepada masyarakat. (mul)