PONTIANAK, SP - Bentuk kepedulian terhadap anggotanya kembali ditunjukkan Ketua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP), Bruder Stephanus Paiman OFMCap dan jajaran pengurus lainnya.
Pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 13.45 WIB, Bruder Steph mendatangi langsung kediaman Anton Kribo di kawasan Saigon, Gang Swadiri, yang berada di tepi Sungai Kapuas, untuk menyerahkan bantuan sembako sekaligus bantuan biaya pengobatan.
Dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat dan didampingi Mas Tomo, Bruder Steph disambut Anton bersama istri dan anak-anaknya di rumah.
Meski masih dalam masa pemulihan akibat luka yang dijahit, Anton mengaku sempat memaksakan diri bekerja pada pagi harinya.
"Tadi pagi saya sempat pergi kerja di kawasan Seroja. Tapi karena luka yang dijahit masih terasa nyut-nyutan, akhirnya saya pulang. Susah, Bang. Kalau tidak kerja, kami di rumah tidak bisa makan," ungkap Anton.
Mendengar hal tersebut, Bruder Steph langsung memberikan semangat sekaligus menyerahkan bantuan yang telah dipersiapkannya.
"Pas sekali saya kepikiran tentang kamu, Ton. Makanya saya bawa sedikit sembako berupa beras, mi instan, minyak goreng, gula, kopi, dan telur. Ada juga sedikit uang untuk kebutuhan belanja. Mudah-mudahan bisa membantu selama kamu beristirahat di rumah," ujarnya sambil tersenyum.
Rasa haru pun disampaikan istri Anton yang mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan FRKP.
"Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Steph atas perhatian yang luar biasa. Mulai semalam beliau sudah membantu biaya pengobatan suami saya. Tadi pagi sebenarnya sudah saya larang bekerja, tetapi beliau tetap memaksakan diri pergi ke pasar," ucapnya dengan suara lirih.
Dalam kesempatan tersebut, Bruder Steph juga berpesan agar Anton memprioritaskan proses penyembuhan dan tidak memikirkan pekerjaan terlebih dahulu.
"Istirahat dulu, Ton. Jangan dulu pikirkan kerja. Yang penting segera sembuh dan ikuti semua anjuran dokter maupun pihak rumah sakit. Kalau obatnya habis, segera kabari saya," pesannya.
Ia juga memastikan bahwa FRKP akan terus memberikan pendampingan apabila diperlukan, termasuk dalam proses hukum yang sedang berjalan.
"Kalau nanti ada panggilan dari penyidik kepolisian, segera hubungi Pak Alfon Girsang. Saya sudah berbicara dengan beliau dan beliau siap mendampingi Anton," tambahnya.
Sebelum rombongan berpamitan, Anton masih sempat mengantar Bruder Steph dan Tomo hingga ke teras rumahnya yang menghadap langsung ke Sungai Kapuas.
Dengan mata berkaca-kaca, Anton kembali menyampaikan rasa terima kasihnya.
"Terima kasih banyak, Bang Bruder, atas perhatian, bantuan, dan semua sarannya. Saya benar-benar merasa tidak sendiri menghadapi keadaan ini," katanya.
Saat dimintai tanggapan oleh awak media, Bruder Stephanus Paiman OFMCap menegaskan bahwa perhatian yang diberikan kepada Anton merupakan bentuk solidaritas kepada sesama anggota yang selama ini telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.
"Sudah sewajarnya kami memberikan perhatian kepada Anton. Selain merupakan anggota lama yang loyal, beliau juga telah mengabdikan dirinya dalam berbagai kegiatan kemanusiaan bersama FRKP,” paparnya.
Bruder Steph menjelaskan, bahwa Anton selalu hadir dalam penanganan bencana banjir, membantu masyarakat saat pandemi COVID-19, turun ke lokasi kebakaran, bahkan ikut dalam tim investigasi ketika menangani berbagai kasus.
“Setiap ada kegiatan di Sekretariat Purnama, beliau selalu mengambil bagian mengatur lalu lintas, parkir, menyiapkan lokasi kegiatan hingga membersihkan sampah setelah acara selesai,” kata Bruder Steph.
“Jadi sangat wajar apabila saat beliau mengalami musibah seperti ini, kami sebagai keluarga besar forum hadir untuk mendampingi, memberikan semangat, serta membantu meringankan beban yang dihadapi Anton dan keluarganya," tuturnya.
Ia menambahkan bahwa bantuan yang diserahkan berupa paket sembako, bantuan biaya pengobatan, serta uang saku agar Anton dapat fokus menjalani masa pemulihan.
"Tadi saya mengantar Sembako, membantu biaya pengobatan, sekaligus memberikan sedikit uang saku untuk Anton. Tadi pagi dia masih memaksakan diri bekerja, tetapi akhirnya pulang karena luka yang dijahit masih terasa sakit,” sambung Bruder Steph.
“Dia bilang, kalau tidak bekerja, keluarga tidak bisa makan. Karena itulah saya berharap dengan bantuan ini Anton bisa lebih tenang beristirahat di rumah sampai benar-benar pulih," pungkasnya. (aep)