PONTIANAK, SP - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, sebagai lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Forum permusyawaratan tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia itu akan berlangsung pada 27–30 Agustus 2026.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Gabungan Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU yang digelar di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026), dan dipimpin langsung oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.
KH Miftachul Akhyar menjelaskan, penetapan Pondok Pesantren Tambakberas sebagai tuan rumah merupakan hasil musyawarah serta survei yang dilakukan Tim Khusus PBNU terhadap sejumlah calon lokasi.
"Lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 telah ditentukan oleh forum, yakni di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Keputusan ini juga merupakan hasil musyawarah dan survei yang telah dilakukan tim khusus PBNU," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) mengatakan, proses penentuan lokasi dilakukan secara objektif melalui survei terhadap sembilan pondok pesantren di lima provinsi pada 4–5 Juli 2026.
"Sejumlah lokasi yang menjadi calon muktamar telah disurvei, mulai dari Pondok Pesantren Lirboyo, beberapa pesantren di Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, DKI Jakarta, hingga Cirebon. Setelah mempertimbangkan seluruh aspek, diputuskan Muktamar ke-35 NU digelar di Ponpes Tambakberas Jombang," katanya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PBNU H. Amin Said Husni menjelaskan, pembentukan Tim Survei Lokasi Muktamar merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, pada 20-22 Juni 2026.
Tim tersebut melakukan peninjauan ke sejumlah pondok pesantren di Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Barat, termasuk Pondok Pesantren Tambakberas yang akhirnya dipilih sebagai lokasi pelaksanaan muktamar.
Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, selain menetapkan lokasi, rapat gabungan juga memastikan jadwal pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada 27–30 Agustus 2026.
"Selain menetapkan lokasi muktamar, rapat juga memutuskan pelaksanaan muktamar digelar pada 27 sampai 30 Agustus 2026," ujarnya.
Gus Ipul mengajak seluruh jajaran NU di tingkat wilayah dan cabang untuk memusatkan perhatian pada persiapan muktamar serta tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya, khususnya yang beredar di media sosial.
"Berikutnya yang juga penting, saya mengajak cabang dan wilayah fokus pada persiapan muktamar. Jangan mudah terbawa berita hoaks. Yang di media sosial itu tidak semuanya benar. Bahkan ada yang fitnah," tegasnya.
Dalam rapat tersebut, PBNU juga menyepakati kebijakan khusus bagi Pengurus Wilayah NU (PWNU) dan Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Tanah Papua sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi organisasi di wilayah tersebut.
Rapat gabungan dihadiri jajaran pengurus inti PBNU, di antaranya Rais Aam, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Wakil Rais Aam, Katib Aam, Sekjen PBNU, Bendahara Umum, serta para pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah lainnya.
Sementara itu, Ketua PWNU Kalimantan Barat (Kalbar), Prof. Dr. KH. Syarif, MA, menyambut baik keputusan PBNU yang menetapkan Pondok Pesantren Tambakberas sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan hasil mekanisme organisasi yang harus didukung seluruh warga Nahdliyin.
"Kami menyambut baik keputusan PBNU dan siap mendukung penuh suksesnya penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang. Ini adalah keputusan organisasi yang lahir melalui musyawarah dan pertimbangan yang matang, sehingga menjadi kewajiban kita bersama untuk mengawal dan menyukseskannya," ujar Prof. KH. Syarif.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dan warga Nahdlatul Ulama di Kalimantan Barat menjaga soliditas organisasi serta mengedepankan persatuan menjelang pelaksanaan muktamar.
"Muktamar merupakan forum tertinggi organisasi yang akan menentukan arah perjalanan NU ke depan. Karena itu, mari kita menjaga ukhuwah, memperkuat konsolidasi, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Insyaallah PWNU Kalbar siap berpartisipasi dan memberikan kontribusi terbaik demi suksesnya Muktamar ke-35 NU," pungkasnya.
Jika diinginkan, kutipan Ketua PWNU Kalbar dapat disesuaikan dengan pernyataan resmi beliau agar lebih akurat untuk kepentingan pemberitaan. (mul)