Singkawang post author Kiwi 08 Juli 2026

Pendapatan OJOL Singkawang Turun Drastis Selama Pemadaman Bergilir

Photo of Pendapatan OJOL Singkawang Turun Drastis Selama Pemadaman Bergilir Hearing Aliansi Masyarakat Peduli Singkawang bersama PLN UP3 Singkawang di Kantor DPRD Singkawang, Rabu (8/7)

SINGKAWANG, SP - Para pekerja Ojek Online (OJOL) di Kota Singkawang mengaku pendapatannya turun drastis akibat dari pemadaman listrik bergilir yang terjadi beberapa hari ini.

Hal itu disampaikan perwakilan pekerja OJOL Singkawang, Sukri saat hearing bersama PLN UP3 Singkawang di Ruang Rapat Utama DPRD Singkawang, Rabu (8/7).

"Dampaknya sangat kuat, yaitu turunnya pendapatan," kata Sukri.

Karena, ketika mati lampu sinyal pada handphone berkurang, kemudian resto-resto yang bekerjasama dengan OJOL terpaksa tutup akibat listrik padam.

"Selain itu, kita juga rugi di bahan bakar minyak (BBM), karena kita tidak tahu dimana-mana saja lokasi mati lampu, kita sudah jauh-jauh pergi ternyata restonya tutup karena mati lampu," ujarnya.

Sehingga persentase pendapatan OJOL otomatis turun drastis dan penilaian di aplikasi OJOL pun akan turun.

Walaupun listrik hidup kembali akan berpengaruh untuk mendapatkan orderan kembali.

"Turunnya bisa 50 persen, bahkan ada teman kita dalam sehari dikarenakan listrik padam tidak sama sekali mendapatkan orderan," ungkapnya.

Dari permasalahn itu, dia meminta kepada PLN UP3 Singkawang untuk dapat memperhatikan nasib OJOL berupa pemberian kompensasi.

"Kalau kompensasi untuk konsumen listrik sudah jelas, tetapi bagaimana dengan konsumen kami selaku pekerja OJOL Apakah itu berbentuk power bank atau bantuan sosial dan lainnya, karena jujur saja selama pemadaman bergilir terjadi, kami para pekerja OJOL ini sangat kesusahan untuk memenuhi kebutuhan dapur. Jadi bagaimana solusinya agar sama-sama enak," pungkasnya.

Sementara ini belum ada jawaban pasti dari pihak PLN UP3 Singkawang bagaimana solusinya.

"Mereka bilang mau diajukan, dengan kalimat ini, kami kurang percaya. Sementara dari pekerja OJOL sangat berharap kompensasi dari PLN," pungkasnya. (rud)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda