SUKADANA, SP - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dimulai Sabtu (1/8). Menjelang pembukaan, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara memastikan seluruh persiapan telah dimatangkan, mulai dari akomodasi kafilah, venue perlombaan, rekayasa lalu lintas, hingga pengamanan untuk menyukseskan ajang keagamaan terbesar di Kalimantan Barat tersebut.
Pelaksanaan MTQ yang berlangsung hingga 9 Agustus 2026 dipusatkan di kawasan Pelataran Sail Karimata, Sukadana.
Ribuan peserta, official, dan tamu undangan dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat dijadwalkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan seluruh tamu dan peserta mendapatkan pelayanan terbaik selama berada di Kabupaten Kayong Utara.
“Kita ingin memastikan seluruh fasilitas benar-benar siap sehingga para tamu dapat beristirahat dengan nyaman dan fokus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” ujar Romi, Jumat (30/7).
Selain kesiapan fasilitas, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada kebersihan lingkungan dan keramahan masyarakat sebagai bagian dari pelayanan kepada para tamu.
“Keramahan masyarakat, kebersihan lingkungan, serta kesiapan akomodasi akan menjadi wajah Kabupaten Kayong Utara di mata para peserta dan tamu undangan,” katanya.
Romi berharap MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan seni baca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan, syiar Islam, sekaligus memperkenalkan potensi wisata dan ekonomi daerah.
“Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah merupakan peluang besar untuk memperkenalkan Kabupaten Kayong Utara kepada masyarakat luas. Mari kita tunjukkan bahwa Kayong Utara tidak hanya religius, tetapi juga indah, aman, nyaman, dan layak menjadi destinasi wisata,” ujarnya.
Skema Pengaturan Lalu Lintas
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan MTQ, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara juga mematangkan skema rekayasa lalu lintas. Hal itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas yang dipimpin Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari.
Dalam rapat tersebut, Dinas Perhubungan memaparkan skema pengaturan lalu lintas di sekitar venue utama dan sejumlah titik strategis guna mengantisipasi meningkatnya arus kendaraan selama penyelenggaraan MTQ.
Rekayasa lalu lintas disiapkan agar mobilitas masyarakat, kafilah, serta tamu undangan tetap berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Rapat ini menjadi penting, karena ketika lalu lintas ini bermasalah, maka ini juga akan membuat masalah acara kita secara keseluruhan,” tegas Amru Chanwari.
Menurutnya, rancangan rekayasa lalu lintas harus mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
“Rancangan rekayasa lalu lintas ini harus dapat mengakomodir kepentingan semua yang terlibat dalam pelaksanaan dan juga kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Indikator Kesuksesan MTQ
Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Kalimantan Barat, Andi Musa, menegaskan keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak hanya diukur dari kelancaran pelaksanaan maupun prestasi para kafilah.
Menurutnya, terdapat lima indikator keberhasilan MTQ, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ukhuwah Islamiah, sukses pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta sukses syiar Islam.
“Sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ukhuwah Islamiah dengan menyambut tamu secara ramah, sukses pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan sukses syiar Islam. Semoga semuanya dapat kita wujudkan,” ujarnya.
Gubernur Ajak Masyarakat Sukseskan MTQ
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, turut mengajak masyarakat untuk memeriahkan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Sukadana.
Ia berharap masyarakat hadir memberikan dukungan kepada seluruh kafilah sekaligus menyukseskan pelaksanaan MTQ.
“Silakan masyarakat datang dan meramaikan pelaksanaan MTQ ke-34 tingkat Kalbar di Sukadana,” ajaknya.
Polres Pastikan Kesiapan Pengamanan
Di sektor keamanan, Polres Kayong Utara juga telah memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung dengan memeriksa 39 kendaraan dinas roda dua.
“Kendaraan ini akan digunakan untuk patroli, pengawalan, pengamanan lokasi kegiatan, hingga pelayanan kepada masyarakat selama MTQ berlangsung,” kata Wakapolres Kayong Utara Kompol Denny Satria.
Dia juga mengatakan kendaraan dinas merupakan sarana pendukung utama pelaksanaan tugas kepolisian sehingga harus selalu berada dalam kondisi prima.
"Setiap personel yang memegang kendaraan dinas wajib melakukan perawatan secara rutin, melengkapi seluruh perlengkapan kendaraan sesuai ketentuan, serta memastikan kendaraan selalu siap digunakan," tegasnya.
Dengan kesiapan akomodasi, infrastruktur, rekayasa lalu lintas, pengamanan, hingga dukungan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara optimistis penyelenggaraan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dapat berlangsung aman, tertib, lancar, sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, ekonomi, dan citra daerah.
Aksi Drumband Meriahkan Pembukaan MTQ
Persiapan seremoni pembukaan juga terus dimatangkan. Salah satunya dilakukan oleh grup drumband SMKN 1 Sukadana yang telah berlatih secara intensif untuk menampilkan atraksi khusus pada pembukaan resmi MTQ yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Agustus 2026.
“Penampilan ini akan berbeda dari even sebelumnya karena sudah kami persiapkan untuk even skala provinsi. Mengingat banyak tamu dari luar kabupaten yang hadir,” kata Pelatih Drumband SMKN 1 Sukadana, Syahbandi. (ble/din/mar)