Tatkala Kemanunggalan TNI-Rakyat Wujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahahan Pangan Nasional
KETAPANG, SP - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) menjadi salah satu program yang membuktikan bakti Tentara Nasional Indonesia, khusus TNI Angkatan Darat (AD), dalam upaya pemerataan pembangunan menuju masyarakatan Indonesia yang sejahreta lahir dan batin.
Untuk itu, TMMD, selalu digelar dengan tiga hingga empat rangkaian kegiatan setiap tahunnya. Menjadikan TMMD, yang dikerjakan secara keroyokan oleh semua stakeholder, sebagai sarana terbaik mengangkat derajat kehidupan masyarakat desa.
Pada Tahun Anggaran 2026 ini, Komando Distrik Militer (Kodim) 1203/Ketapang, sebagai bagian dari komando teritorial Komando Resort Militer (Korem) 121/Alambhana Wanawai (Abw) dan Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura (Tpr), menjadi salah satu pelaksana TMMD.
Bertajuk TMMD Reguler (Reg) ke-127 Kodim 1203/Ktp, kegiatan ini mengangkat tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”.
Kegiatan ini terpusat di Desa Selangkut Raya, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dengan mengandalkan dua sasaran, yaitu fisik dan nonfisik.
Dua sasaran ini dilakukan dengan kerjasama, gotong royong, dan kerja bakti, untuk mewujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat dalam upaya membangun desa dan mengangkat derajat kehidupan masyarakat.
Kegiatan fisik fokus pada pengerjaan empat sasaran utama,yaitu penyediaan sumber air bersih dengan pipanisasi sumber air hingga ke rumah masyarakat. Kemudian pembangunan kembali Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pemanfaatan Demplot Pertanian sebagai bagian dari program ketahanan pangan lewat Optimalisasi Lahan (Oplah), dan pembangunan Jembatan, serta gorong-gorong.

Di antara keempat kegiatan tersebut, Satgas TMMD Reg ke-127 Kodim 1203/Ketapang juga melakukan berbagai aksi pembangunan lainnya. Di antaranya adalah pembersihan aliran sungai, pemberian bibit ternak, mendampingi petani dalam berbagai aktivitas pertanian, dan masih banyak kegiatan lainnya dalam upaya mendekatkan diri dengan rakyat, terutama menjadikan manfaat kehadiran Satgas TMMD Reg ke-127 Kodim 1203/Ktp di lokasi.
Sementara untuk kegiatan nonfisik, digelar berbagai pendampingan masyarakat berupa sosialisasi dan penyuluhan. Di antaranya adalah
Penyuluhan Posyandu Stunting, dan Posbindu PTM, Penyuluhan Strategi, Teknologi Pertanian dan Hama, Penyuluhan Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, dan Cinta Tanah Air. Penyuluhan Werving Penerimaan Anggota TNI, Penyuluhan Hukum, Kamtibmas, dan Narkoba, serta Judi Online.
Berbagai kegiatan nonfisik, juga digelar, sehinga tidak hanya sasaran fisik saja, namun pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), juga menjadi perhatian Satgas TMMD. Diharapkan, dengan berbagai kegiatan ini bisa meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap berbagai persoalan.
"Tekad kami, TMMD Reg ke-127 Kodim 1205/Stg, tidak hanya dapat terus mempercepat pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga pada gilirannya akan memperkokoh Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, yang merupakan landasan utama bagi terwujudnya ketahanan masyarakat yang semakin tangguh," kata Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Reg ke-127 Kodim 1203/Ketapang, Letnan Kolonel (Letkol) Inf Zulkarnaen Galib, SH.
Perwira Dua Melati di pundak yang juga merupakan Komandan Kodim (Dandim) 1203/Ketapang ini menyatakan, seluruh pengerjaan sasaran fisik sudah sesuai dengan perencanaan awal yang dilakukan pihaknya.
Di mana, sebelum melaksanakan TMMD Reg ke-127, jajaran Kodim 1203/Ketapang sudah melakukan riset dan koordinasi dengan berbagai pihak, terutama adalah Pemkab Ketapang, sebagai leading sector pelaksanaan kegiatan.
“Desa Selangkut Raya, termasuk salah satu desa dengan potensi pertanian yang sangat besar di wilayah Kabupaten Ketapang. Potensi ini akan semakin meningkat tatkala ditunjang dengan pembangunan infrastruktur, yaitu akses jalan di sekitar Demplot Pertanian,” tuturnya.
Memasuki akhir dari pelaksanaan, pembangunan semua sasaran fisik pun hampir dipastikan bisa selesai tepat waktu. Adanya kerja sama, gotong-royong, dan kerja bakti yang dilakukan semua elemen masyarakat, menjadikan pengerjaan bisa segera dinikmati oleh masyarakat.
“Adanya pembangunan menambah kesejahteraan masyarakat semakin sempurna, karena berbagai infrastruktur kehidupan masyarakat terus berkembang. Apabila akses transportasi semakin bagus, maka akan mempermudah mobilisasi masyarakat.
Petani mudah membawa hasil panen, anak-anak sekolah nyaman dan aman pergi ke sekolah, dan berbagai aktivitas kehidupan semakin mudah dilakukan. Tentunya ini sangat didambakan oleh masyarakat Desa Purun Kecil,” tuturnya.
Letkol Inf Zulkarnaen Galib, SH., adalah abituren Akademi Militer (Akmil) Tahun 2005 dengan sebutan Wiradharma, juga menyatakan bahwa TMMD adalah salah satu program unggulan TNI yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan di daerah terpencil, sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
TMMD ke-127 di Wilayah Ketapang, Provinsi Kalbar, menjadi contoh sukses dalam mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan berbasis pada kolaborasi antara TNI dan warga desa.
Letkol Inf Zulkarnaen Galib, SH., memiliki visi yang jelas: bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Warisan Abadi Sang Prajurit
Untuk itu, ia selalu menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang efektif antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Salah satu ciri khas kepemimpinan Letkol Inf Zulkarnaen Galib, SH., adalah pendekatan kolaboratif yang ia terapkan dalam pelaksanaan TMMD.
Bekerja sama dengan tiga Kepala Desa sekaligus, yaitu Kades Tanjung Maju, Masprianto Izin, Kades Harapan Baru, Sasli Haryono, dan Kades Selangkut Raya, Domianus Silen, serta Kapten Inf Andri Fitri sebagai koordinator lapangan, ia memastikan bahwa setiap langkah program TMMD disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Hal ini memperlihatkan bahwa TNI tidak hanya berperan sebagai pihak yang mengimplementasikan pembangunan, tetapi juga sebagai mitra yang mendengarkan aspirasi warga.
“Keberhasilan TMMD ke-127 di Ketapang tidak terlepas dari sinergi yang baik antara TNI, pemerintah, dan masyarakat. Kami berusaha untuk memastikan bahwa apa yang kami kerjakan benar-benar bermanfaat dan sesuai dengan harapan warga,” ujar Letkol Inf Zulkarnaen Galib, S.H.
Di bawah kepemimpinannya, TMMD ke-127 berhasil menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur penting di Desa Selangkut Raya, seperti peningkatan jalan desa, pembangunan jembatan, dan fasilitas umum lainnya.

Selain itu, ia juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan dan program ekonomi kreatif yang melibatkan warga setempat.
Bagi Letkol Inf Zulkarnaen Galib, S.H., , membangun infrastruktur bukan hanya soal menciptakan fasilitas fisik, tetapi juga menciptakan peluang yang akan membantu masyarakat mengembangkan diri secara ekonomi dan sosial.
Salah satu langkah besar yang dilakukan adalah pengembangan usaha mikro dan pelatihan bagi warga agar mereka bisa lebih mandiri dalam mengelola potensi desa.
Setiap program besar pasti dihadapkan pada tantangan, dan Letkol Inf Zulkarnaen Galib, S.H., tidak terkecuali. Dalam perjalanan TMMD ke-127 ini, ia dan tim Satgas harus menghadapi medan yang tidak mudah, cuaca yang sering berubah-ubah, dan kebutuhan untuk menjaga komunikasi yang lancar di tengah keterbatasan.
Namun, dengan kepemimpinan yang tegas, penuh perhatian, dan tidak kenal lelah, beliau berhasil memotivasi seluruh pihak yang terlibat untuk menyelesaikan tugas dengan baik. Kesuksesan TMMD di Ketapang tidak hanya tercermin dari proyek yang selesai tepat waktu, tetapi juga dari dampak jangka panjangnya terhadap masyarakat.
Pembangunan yang dilakukan di bawah kepemimpinan Letkol Inf Zulkarnaen Galib, S.H., membuka jalan bagi peningkatan kualitas hidup warga, memperkuat semangat gotong royong, dan menciptakan ikatan yang lebih erat antara TNI dan masyarakat.
“Kami berharap program ini tidak hanya berhenti pada TMMD ke-124, tetapi bisa menjadi titik awal bagi masyarakat untuk terus berkembang dan mandiri,” tambah Letkol Inf Zulkarnaen Galib, S.H., .
Dengan pendekatan yang berbasis pada kemitraan dan pembangunan berkelanjutan, Letkol Inf Zulkarnaen Galib, S.H., berhasil menunjukkan bahwa kepemimpinan yang baik dapat menciptakan perubahan positif yang jauh melampaui batas waktu dan ruang.
Letkol Inf Zulkarnaen Galib, S.H., , menjelaskan tujuan program TMMD adalah untuk membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di daerah pedesaan.
“TMMD ini dilaksanakan selama 30 TMT, mulai dari 10 Februari hingga 11 Maret 2026. Dengan personel satgas dari TNI sebanyak 118 orang, Polri 15 orang, Pemerintah Daerah 17 orang, dan masyarakat lokal,” paparnya.
Lebih lanjut, Dandim menerangkan sasaran fisik yang akan dibangun berupa jalan rabat beton sepanjang 1,115 Meter, dengan lebar 3 Meter, ketebalan 20 cm, yang merupakan akses jalan masyarakat.
Selain jalan, masih disampaikan Dandim, pihaknya juga akan melakukan rehabilitasi satu unit rumah sederhana, pembangunan sumur bor 5 unit serta penanaman pohon sebanyak 200 bibit serta pembersihan lingkungan.

Anugerah Terbaik Warga
Apresiasi terbaik disampaikan oleh Kades Selangkut Raya, Domianus Silen. Menurutnya, Desa Selangkut Raya adalah salah satu wilayah yang menjadi sumber kemandirian pangan di Kabupaten Ketapang dan Provinsi Kalbar secara umum. Potensi ini semakin tergali dengan adanya Program TMMD Reguler ke-127 Kodim 1203/KetapangTahun 2026.
“TMMD Reguler ke-127 wilayah Ketapang ini membangun desa dari hati, bukan sekadar infrastruktur saja. Banyak program yang dilakukan benar-benar menyentuh langsung kehidupan masyarakat kami, semuanya sesuai dengan apa yang kami impikan selama ini,” tuturnya.
Bapak yang ramah ini juga menyampaikan bahwa adanya penyuluhan dan sosialisasi sebagai kegiatan nonfisik, telah menjadi kegiatan yang menggerakkan nurani masyarakat.
Menurutnya, materi-materi yang disampaikan membawa nilai moral dan motivasi yang tinggi untuk warganya. Ia mencontohkan bagaimana warga mulai sadar akan bahaya narkoba dan judi online setelah mengikuti sesi penyuluhan dari pihak kepolisian dan TNI.
"Kami tidak hanya menerima proyek jalan atau rumah. Kami mendapatkan pencerahan, nasihat, dan ajakan untuk berubah menjadi masyarakat yang lebih sehat, aman, dan mandiri. Warga yang dulunya menganggap Narkoba itu urusan kota, sekarang mulai sadar bahwa ancamannya bisa datang ke desa kapan saja,” katanya.
Domianus Silen juga mengapresiasi pendekatan TNI yang humanis, tidak menggurui, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Ia mengamkui, bahkan anak-anak dan remaja desanya merasa lebih dekat dengan para prajurit. Mereka jadi punya cita-cita untuk jadi seperti mereka.
Sebagai Kades Selangkut Raya, Domianus Silen berharap kegiatan seperti ini bisa dilanjutkan dengan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah. Ia menyebut, kegiatan ini telah menjadi momentum penting untuk membangkitkan semangat belajar dan kesadaran sosial di tengah masyarakat.
Domianus Silen menambahkan bahwa antusiasme warga mengikuti penyuluhan menjadi bukti bahwa masyarakat haus akan pengetahuan, khususnya dalam hal kesehatan keluarga, pencegahan narkoba, dan wawasan kebangsaan.
"TMMD tidak hanya memperbaiki fisik desa, tapi juga memperkuat pondasi sosial. Saya berharap penyuluhan ini menjadi langkah awal untuk pembangunan Sumber Daya Manusia di Desa Selangkut Raya. TMMD telah menyalakan api perubahan. Kini tugas kami menjaga apinya tetap menyala,” sambungnya.
Kades Selangkut Raya, Domianus Silen pun berkomitmen akan terus mendorong warganya untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dan melanjutkan kegiatan-kegiatan serupa secara mandiri. Termasuk menjaga apa yang sudah dibangun oleh Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 1203/Ktp.
“Kami ingin semangat ini terus menyala, meskipun TMMD telah usai nanti. Kami akan menjaga, merawat, dan menjadikan apa yang sudah dibangun sebagai bagian dar anugerah untuk meningkatkan derajat kehidupan masyarakat,” ujarnya dengan terharu.

Selaras Visi Misi Pemkab
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si.,, yang menjadi Inspektur Upacara Pembukaan TMMD Ke-127 Tahun 2026 di Lapangan Sepakbola Desa Selangkut Raya, pada Selasa (10/2/2026), menyampaikan bahwa Tema TMMD tahun 2026 ini selaras dan sinergis dengan kebijakan pembangunan daerah melalui visi misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang, yaitu Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Ketapang yang Maju, Sejahtera, Berkualitas, dan Berkelanjutan.
“Untuk itu program TMMD ke-127 ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan wilayah, serta menumbuhkan semangat gotong-royong di masyarakat serta berkelanjutan,” kata Bupati Ketapang.
Sasaran program TMMD ke-127 ini mencakup sasaran pembangunan fisik dan non-fisik. Sasaran fisik berupa pembangunan jalan rabat beton, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembuatan sumur bor, pembersihan lingkungan, pembangunan MCK, serta penguatan ketahanan pangan.
“Sedangkan sasaran non-fisik berupa pembinaan wawasan kebangsaan, penyuluhan kesehatan, kamtibmas, dan peningkatan kesadaran hidup bersih dan sehat” terang Bupati Ketapang.
Buapri Alex pun berharap TMMD tahun ini mampu memantik semangat kolaborasi yang sinergis antara pemerintah Kabupaten Ketapang, TNI, dan masyarakat dengan mengutamakan spirit persatuan dan kesatuan, gotong royong, serta pemberdayaan masyarakat.
“Saya berharap manfaat dari program yang telah ditetapkan ini bisa dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Terima kasih kepada Perangkat Daerah, Pemerintah Kecamatan atau Desa dan Kelurahan serta seluruh masyarakat dan pihak-pihak yang terlibat atas kontribusi waktu, tenaga, dan pikirannya dalam mendukung pelaksanaan TMMD ini,” ujarnya.
“Mewakili Pemkab Ketapang, Saya mengucapkan terima kasih kepada Komandan Korem (Danrem) 121 Alambana Wanawai, selaku penanggung jawab pelaksanaan kegiatan TMMD Tahun Anggaran 2026 dan apresiasi juga kepada Komandan Kodim (Dandim) 1203/Ketapang beserta jajaran atas penetapan Desa Selangkut Raya, Kecamatan Ketapang sebagai lokasi sasaran pelaksanaan TMMD ke-127 Tahun Anggaran 2026,” kata Bupati Ketapang.
Di akhir sambutannya Bupati Alex juga mengucapkan terima kasih dan memberikan semangat serta ucapan selamat bertugas Kepada Satgas TMMD.
“Saya yakin dan percaya dengan semangat dedikasi yang tinggi, seluruh program yang telah direncanakan akan selesai tepat waktu dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Ketapang secara keseluruhan,” ucap Alexander Wilyo, S.STP., M.Si.,

Program Berkelanjutan
Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Achmad Sholeh, S.T., M. Sos., juga menyatakan secara konsisten memberikan dukungan penuh dan apresiasi tinggi terhadap Program TMMD yang dilaksanakan oleh Kodim 1203/Ketapang.
Dukungan ini didasarkan pada dampak positif langsung yang dirasakan masyarakat dalam percepatan pembangunan di wilayah-wilayah terpencil atau perbatasan.
“Apresiasi tinggi terhadap sinergi TNI-Rakyat, di mana Pimpinan DPRD Ketapang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kodim 1203/Ketapang, terutama atas keberhasilan pelaksanaan TMMD dalam membangun sasaran fisik maupun non-fisik (seperti penyuluhan kesehatan dan pendidikan),” ujarnya.
Pihaknya, lanjut Achmad Sholeh, S.T., M. Sos, juga mendukung pembangunan daerah terpencil, di mana TMMD sangat membantu Pemerintah Daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di desa-desa terisolir, yang pada akhirnya meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Yang terpenting adalah keberlanjutan program, di mana secara proaktif mendukung kegiatan TMMD Reguler, termasuk memantau progresnya di lapangan. TMMD benar-benar hadir untuk memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” paparnya.
“Dukungan legislatif terhadap program-program TNI dalam pembangunan daerah tetap berlanjut, sejalan dengan visi pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat,” sambung Achmad Sholeh, S.T., M. Sos.
Dukungan legislatif ini memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat Ketapang dalam menyukseskan program-program TMMD yang berkelanjutan, termasuk persiapan sasaran TMMD untuk tahun-tahun mendatang. (aep mulyanto)