Ketapang post authorKiwi 20 Oktober 2020 141

Yayasan Palung Keliling Kampung, Sampaikan Pendidikan Lingkungan di Sekolah

Photo of Yayasan Palung Keliling Kampung, Sampaikan Pendidikan Lingkungan di Sekolah

KETAPANG, SP - Yayasan Palung menggelar kegiatan berkeliling kampung guna berkunjung ke sekolah-sekolah di wilayah pedalaman Ketapang khususnta di Dusun Pangkalan Jihing dan Dusun Bayangan Desa Pangkalan Teluk, Kecamatan Nanga Tayap, untuk menyampaikan pendidikan lingkungan, 13 hingga 15 oktober lalu.

Manager Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung, Mariamah Achmad, mengatakan rangkaian kegiatan pendidikan lingkungan yang dilakukan Yayasan Palung di antaranya berkunjung ke SDN 20 dan SDN 28 Nanga Tayap di Dusun Pangkalan Jihing dan SMPN 7 Satu Atap di Dusun Bayangan.

"Kunjungan kami lakukan di pagi hingga siang hari, sore hari kami mengumpulkan anak-anak untuk berkegiatan bersama di pelataran masjid setempat dan malam harinya melakukan pemutaran fim di rumah kepala dusun,” katanya, Selasa (20/10).

Mariamah menjelaskan, pihaknya membagi peserta didik menjadi tiga kelas yaitu, kelas I dan II dijadikan satu kelas. Kelas IV dan V jadi satu kelas dan satu kelas untuk kelas VI dalam melaksanakan kegiatan ceramah lingkungan di sekolah.

“Materi yang disampaikan berbeda-beda, untuk kelas I dan II adalah mengenal satwa yang ada disekitar kita dan di hutan. Beberapa siswa berhasil mengidentifikasi satwa-satwa yang biasa dilihat di sekitar mereka seperti kucing, ayam, musang, ular, burung pipit, bahkan satwa liar yang hidup di hutan seperti kelempiau, ayam sempidan, kelasi dan burung enggang," terangnya.

Sedangkan, untuk siswa kelas IV dan V belajar mengenal satwa yang dilindungi dengan menggunakan poster mamalia dan primata. Sedangkan siswa kelas VI yang berjumlah diajak untuk menceritakan kehidupan di sekitar lingkungan tempat tinggal dengan menulis cerita 1-2 paragraf.

“Kebetulan dusun ini memang terletak di sekitar hutan sehingga tidak heran mereka biasa melihat satwa yang tidak pernah dilihat oleh anak-anak yang tinggal di perkotaan," lanjutnya.

Mariamah menambahkan, selain itu satu persatu siswa diminta maju kedepan kelas. Beberapa bercerita tentang banyaknya sampah yang berserakan di lingkungan rumah dan kampung mereka, dan juga di sungai.

Tetapi ada juga yang bercerita tentang keindahan hutan dan pernah melihat satwa di hutan ataupun kesenangan mendengar suara burung dan kelempiau di pagi hari.

“Selain itu, juga ada kegiatan berkreasi dengan memanfaatkan barang-barang bekas menjadi barang bermanfaat. Anak-anak ini diajak memanfaatkan botol kemasan sekali pakai dan kaleng susu menjadi pot bunga, tempat pensil, dan wadah lilin,” akunya.

Untuk kegiatan yang dilanjutkan di SD dan SMP satu atap di Dusun Bayangan. Materi yang disampaikan adalah pengenalan tentang satwa dilindungi.

Selanjutnya di SMPN 7 Nanga Tayap materi lecture yang disampaikan adalah tentang manfaat hutan bagi manusia dan lingkungan hidup.

“Tentu kami sangat senang masih dapat melaksanakan pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah, memberikan pengetahuan dan wawasan lingkungan hidup kepada siswa," paparnya.

Menurutnya, sejak Maret 2020 pihaknya tidak melakukan pendidikan lingkungan ke sekolah-sekolah, dikarenakan pandemi Covid-19.

“Kegiatan pendidikan lingkungan di masa pandemi Covid-19 ini cukup penuh tantangan, kami harus menerapkan protokol kesehatan bahwa semua yang terlibat memakai masker, memakai hand sanitizer ataupun mencuci tangan sebelum kegiatan, mengurangi jumlah orang dalam kelas, khususnya kami sebagai orang yang datang dari luar harus menjaga jarak terhadap siswa, dan juga tidak bersalaman," tukasnya. (Teo)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda