Ketapang,SP - Pemerintah Kabupaten Ketapang meyakini bahwa keterbatasan anggaranbukanlah alasan untuk menghentikan pembangunan. Sebaliknya, tantangan tersebut menjadi momentum untuk menghadirkan inovasi dan memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Langkah tersebut sejalan dengan visi Kabupaten Ketapang, yakni “Pembangunan Berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang Maju dan Mandiri”, yang terus diwujudkan melalui berbagai program pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Komitmen itu tampak nyata saat Bupati Ketapang Alexander Wilyo SSTP MSi turun langsung meninjau kondisi ruas jalan Pelang–Kepuluk yang selama ini menjadi salah satu jalur vital bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Kunjungan lapangan tersebut menjadi dasar penyusunan langkah-langkah strategis penanganan infrastruktur yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Pada ruas Pelang–Kepuluk, Pemerintah Kabupaten Ketapang akan melanjutkan pembangunan dengan konstruksi tiang pancang yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Metode ini dipilih karena kondisi tanah gambut dalam yang memerlukan penanganan teknis khusus agar konstruksi jalan memiliki daya tahan yang optimal.
Pengerjaan akan dimulai dari ujung beton Kafe Merah yang menjadi salah satu titik kritis pada ruas tersebut. Saat ini proses pengadaan dan tender proyek tengah berlangsung sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan pembangunan.
Sementara itu, pada ruas Kepuluk–Batu Tajam, pemerintah akan fokus pada peningkatan kualitas jalan melalui pengaspalan yang dimulai dari kawasan Jembatan Kepuluk menuju Sungai Kulan. Program ini sekaligus menjadi respons atas kondisi jalan yang mengalami kerusakan cukup signifikan akibat tingginya intensitas penggunaan dan faktor cuaca.
Selain pengaspalan, perbaikan intensif juga akan dilakukan pada sejumlah titik kerusakan berat di wilayah Pengatapan hingga Batu Tajam guna memastikan akses transportasi masyarakat semakin aman dan lancar.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Ketapang mengedepankan filosofi lokal “Bececat”, yang menggambarkan semangat bekerja secara bertahap namun konsisten dan berkelanjutan. Filosofi tersebut menjadi landasan dalam menjalankan pembangunan secara terukur dengan mengutamakan kualitas hasil pekerjaan.
Bagi masyarakat Ketapang, bececat bukan sekadar istilah, melainkan cerminan tekad untuk terus bergerak maju meski menghadapi berbagai keterbatasan. Setiap tahapan pembangunan, mulai dari proses tender, pembangunan konstruksi tiang pancang hingga pengaspalan jalan, merupakan bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang kuat dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
Di tengah keterbatasan fiskal, Pemerintah Kabupaten Ketapang juga terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha melalui berbagai bentuk dukungan dan partisipasi pembangunan. Pola kemitraan ini menjadi salah satu strategi untuk mempercepat pembangunan daerah sekaligus memastikan berbagai kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.
Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta tersebut diharapkan mampu memperkuat daya dukung pembangunan tanpa mengurangi kualitas maupun sasaran program yang telah direncanakan.
Dampak dari pembangunan infrastruktur tersebut diyakini akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari wilayah pedalaman akan menjadi lebih lancar sehingga dapat menekan biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan bagi para petani dan pelaku usaha.
Selain itu, akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan juga akan semakin terbuka. Anak-anak sekolah maupun warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman, termasuk saat musim penghujan.
Lebih dari itu, pembangunan yang terus menjangkau wilayah pelosok diyakini mampu memperkuat rasa keadilan sosial di tengah masyarakat. Warga di kawasan Sungai Kulan, Pengatapan hingga Batu Tajam dapat merasakan langsung kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar mereka.
Pemerintah Kabupaten Ketapang menegaskan bahwa pembangunan saat ini bukan semata-mata soal pembangunan fisik, melainkan gerakan bersama untuk membangun kemandirian daerah melalui semangat gotong royong, kolaborasi, dan kerja keras.
Dengan semangat tersebut, Kabupaten Ketapang terus melangkah maju menghadapi berbagai tantangan, memastikan pembangunan tetap berjalan, serta mewujudkan cita-cita besar menuju daerah yang semakin maju, mandiri, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat..(rls)